Ironi Jejak Rizal, Pejabat Tinggi Bea Cukai yang Terseret OTT KPK dengan Bukti Emas 3 Kg

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Dea]

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Dea]

1TULAH.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghentak publik melalui operasi senyap di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terbaru yang menyasar pejabat tinggi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), penyidik berhasil mengamankan aset mewah berupa tumpukan logam mulia dan uang tunai dalam jumlah fantastis.

Temuan ini menjadi tamparan keras bagi upaya pembersihan integritas di lembaga yang seharusnya menjadi penjaga gerbang ekonomi negara.

Barang Bukti Fantastis: Emas 3 Kilogram dan Miliaran Rupiah

Penyitaan yang dilakukan tim satgas KPK kali ini tergolong luar biasa. Selain uang tunai yang mencapai angka miliaran rupiah, penyidik menemukan emas batangan dengan berat total sekitar 3 kilogram.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan rincian mengenai hasil penggeledahan awal di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“Untuk uang, senilai miliaran rupiah. Kemudian logam mulia itu ada mungkin sekitar tiga kilogram emas,” ujar Budi Prasetyo kepada media, Rabu (4/2/2026).

Profil Rizal: Mantan Direktur Penindakan yang Terjerat

Pusat badai OTT kali ini mengarah pada sosok Rizal, seorang pejabat dengan karier mentereng di DJBC. Rekam jejak Rizal di Bea Cukai sebenarnya cukup strategis:

  • Eks Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC: Posisi vital yang seharusnya menjadi garda terdepan memberantas penyelundupan.

  • Kakanwil DJBC Sumatera Bagian Barat: Jabatan yang baru ia emban selama kurang dari satu bulan.

Baca Juga :  Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Ironisnya, Rizal baru saja dilantik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 28 Januari 2026 lalu. Namun, belum genap sebulan menjabat di posisi barunya di daerah, ia harus berhadapan dengan penyidik antirasuah atas dugaan tindak pidana korupsi.

Tahun Kelam Kemenkeu: 3 OTT dalam 2 Bulan

Tahun 2026 menjadi periode yang sangat berat bagi integritas birokrasi di bawah naungan Menteri Keuangan Purbaya. Kasus Rizal merupakan OTT kelima KPK di tahun 2026, dan merupakan kasus ketiga yang terjadi di lingkungan Kemenkeu hanya dalam waktu dua bulan pertama.

Berikut adalah rentetan kasus korupsi di Kemenkeu sepanjang awal 2026:

Pola Korupsi: Dari Restitusi Pajak hingga Celah Bea Cukai

Munculnya kasus Rizal di Bea Cukai dengan barang bukti emas 3 kilogram menambah daftar panjang modus operandi korupsi di kementerian tersebut. KPK mencatat pola yang sistemik:

  1. Sektor Pajak: Fokus pada suap pemeriksaan dan percepatan restitusi (pengembalian) pajak, seperti yang terjadi di Jakarta Utara dan Banjarmasin.

  2. Sektor Bea Cukai: Keterlibatan mantan Direktur Penindakan memberikan sinyal adanya potensi penyalahgunaan wewenang dalam pengawasan barang ekspor-impor.

Langkah tegas KPK ini merupakan bagian dari komitmen untuk mengawasi ketat sektor-sektor dengan risiko kebocoran penerimaan negara yang tinggi. Publik kini menunggu langkah nyata dari Menkeu Purbaya untuk melakukan pembersihan total demi menjaga marwah institusi bendahara negara.

Seluruh informasi dalam artikel ini didasarkan pada keterangan resmi KPK dan perkembangan hukum hingga 4 Februari 2026. Proses hukum masih berjalan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
3 Pelaku Pembunuhan Sadis di Benangin Berhasil Ditangkap, Satu Diantarnya Perempuan
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 15:39 WIB

3 Pelaku Pembunuhan Sadis di Benangin Berhasil Ditangkap, Satu Diantarnya Perempuan

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Berita Terbaru

Perwakilan karyawan PT AKT usai audiensi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:35 WIB