Waspada Bahaya Merkuri di Balik Janji Kulit Putih Instan! Kenali Risikonya Sebelum Terlambat

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi skincare mengandung merkuri (Pexels)

Ilustrasi skincare mengandung merkuri (Pexels)

1TULAH.COM-Banyak orang mendambakan kulit cerah dan merata sebagai standar kecantikan. Namun, di balik keinginan tersebut, terdapat ancaman nyata dari produk pemutih kulit ilegal yang mengandung merkuri.

Meski menjanjikan hasil instan, bahan kimia ini menyimpan bahaya besar yang dapat merusak kesehatan secara permanen.

Melansir informasi dari Alodokter, penggunaan produk berbahan merkuri dalam jangka panjang tidak hanya merusak tekstur kulit, tetapi juga mengancam fungsi organ dalam.

Apa Itu Merkuri dan Mengapa Sangat Berbahaya?

Merkuri merupakan zat kimia toksik yang sering disalahgunakan dalam krim atau sabun pemutih. Fungsinya adalah menghambat pembentukan melanin (pigmen pemberi warna kulit), sehingga kulit akan tampak jauh lebih putih dalam waktu yang sangat singkat.

Di Indonesia, penggunaan merkuri dalam produk perawatan kulit telah dilarang keras oleh BPOM. Namun, sayangnya masih banyak produsen nakal yang mengedarkan produk berbahaya ini melalui platform online dengan label yang tidak jelas. Sebagai konsumen, kita dituntut untuk lebih cerdas dan teliti sebelum membeli.

Dampak Negatif Merkuri bagi Kesehatan Tubuh

Paparan merkuri bukan hanya masalah kulit luar. Zat ini dapat diserap oleh pori-pori, masuk ke aliran darah, dan menumpuk di dalam tubuh. Berikut adalah beberapa risiko kesehatan yang mengintai:

Baca Juga :  10 Kapal Misi Gaza Dicegat Israel! Kemlu RI Pantau Keselamatan Relawan dan Jurnalis WNI

1. Gangguan Saraf dan Mental

Paparan kronis dapat menyebabkan keracunan sistem saraf dengan gejala seperti:

  • Insomnia (sulit tidur).

  • Tremor (tangan gemetar).

  • Penurunan fungsi kognitif.

  • Gangguan emosi dan perubahan suasana hati yang drastis.

2. Kerusakan Organ Vital

Merkuri dikenal sebagai zat yang bersifat korosif dan beracun bagi organ dalam. Penggunaan rutin dapat memicu kerusakan parah pada ginjal, jantung, hingga otak. Dalam kasus yang lebih ekstrem, bahan kimia ini juga meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

3. Ancaman bagi Bayi dan Anak-Anak

Bahaya merkuri tidak hanya menyerang pemakainya. Anak-anak atau bayi yang bersentuhan dengan orang tua pengguna krim bermerkuri berisiko mengalami infantile acrodynia atau Pink Disease.

Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri yang hebat serta munculnya warna merah muda pada telapak tangan dan kaki.

Cara Mengenali Ciri-Ciri Produk Mengandung Merkuri

Jangan mudah tergiur dengan kemasan yang cantik atau testimoni yang berlebihan. Berikut adalah tanda-tanda produk yang patut dicurigai:

  • Label Tidak Jelas: Biasanya menggunakan bahasa asing tanpa terjemahan atau tidak mencantumkan komposisi bahan.

  • Tidak Ada Izin BPOM: Selalu cek nomor registrasi di kemasan. Jika tidak ada atau setelah dicek ternyata palsu, segera buang produk tersebut.

  • Hasil Sangat Cepat: Jika produk menjanjikan kulit putih dalam hitungan hari, kemungkinan besar mengandung bahan kimia dosis tinggi.

  • Istilah Kimia Tersembunyi: Perhatikan label komposisi. Jika terdapat kata seperti mercurous chloride, calomel, mercuric, mercurio, atau mercury, itu adalah tanda pasti adanya merkuri.

Baca Juga :  Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Panduan Aman Merawat Kecantikan Kulit

Kecantikan seharusnya tidak mengorbankan nyawa. Berikut langkah bijak yang bisa Anda lakukan:

  1. Cek BPOM secara Mandiri: Gunakan aplikasi atau situs resmi BPOM untuk memverifikasi keamanan produk.

  2. Pahami Kandungan Produk: Pilihlah bahan pencerah yang aman dan diakui secara medis, seperti Niacinamide, Vitamin C, atau Arbutin.

  3. Konsultasi ke Ahlinya: Jika ingin mendapatkan kulit yang lebih cerah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit agar mendapatkan perawatan yang sesuai dengan jenis kulit Anda.

  4. Hargai Kecantikan Alami: Kulit yang cantik adalah kulit yang sehat, bukan sekadar putih secara paksa.

Kesimpulan Edukasi adalah perlindungan terbaik bagi konsumen. Dengan menolak produk bermerkuri, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mendorong industri kecantikan untuk lebih transparan dan bertanggung jawab. Mari beralih ke cara-cara yang aman dan sehat untuk mendapatkan kulit bersinar yang sesungguhnya. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel
Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya
Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:12 WIB

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 03:55 WIB

Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:10 WIB

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:49 WIB

Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Berita Terbaru

Wabup Rahmanto menyerahkan bantuan di Pondok Pesantren Nailul Authar, Desa Danau Usung, Senin (25/5/2026).

Daerah

Pemkab Murung Raya Salurkan 80 Ekor Sapi Kurban

Senin, 25 Mei 2026 - 15:03 WIB