PB XIII Wafat, Akhir Riwayat Raja Solo yang Berhasil Menyatukan Keraton Pasca Konflik Suksesi

- Jurnalis

Minggu, 2 November 2025 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiang Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi. PB XIII wafat di Rumah Sakit Indriarti, Sukoharjo, Minggu (2/11/2025) pagi. [Soloaja]

Mendiang Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi. PB XIII wafat di Rumah Sakit Indriarti, Sukoharjo, Minggu (2/11/2025) pagi. [Soloaja]

1TULAH.COM-Duka menyelimuti keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, atau yang lebih dikenal sebagai Keraton Solo.

Raja Keraton, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (2/11/2025) pagi di RS Indriati, Sukoharjo. Sinuhun PB XIII wafat pada usia 77 tahun setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang menurun.

Menurut keterangan kerabat Keraton, PB XIII telah dirawat cukup lama sebelum menghembuskan napas terakhir. Komplikasi penyakit, termasuk gula darah tinggi, menjadi penyebab kondisi kesehatannya memburuk di usia senja. Jenazah Raja rencananya akan disemayamkan di Keraton sebelum dimakamkan sesuai adat di Pemakaman Raja-Raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta.

⚔️ Perjalanan Panjang Menuju Takhta Raja Keraton Solo

Wafatnya PB XIII Hangabehi menutup lembaran panjang kepemimpinannya di Keraton Surakarta. Perjalanannya menuju takhta merupakan salah satu episode paling bergejolak dalam sejarah Keraton modern, ditandai oleh konflik suksesi yang dikenal sebagai “Raja Kembar” (dualism of leadership).

Konflik Suksesi Setelah Wafatnya PB XII

Sengketa takhta bermula setelah wafatnya Susuhunan Pakubuwana XII pada 11 Juni 2004. Karena PB XII tidak meninggalkan putra mahkota yang jelas, ketidaksepakatan muncul di antara putra-putrinya mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan raja.

  • 10 Juli 2004: Forum Komunikasi Putra-Putri (FKPP) Pakubuwana XII menetapkan putra tertua, KGPH Hangabehi, sebagai raja selanjutnya.
  • 31 Agustus 2004: Putra Pakubuwana XII yang lain, KGPH Tejowulan, dinobatkan sebagai raja oleh kelompok pendukungnya di luar kompleks Keraton, tepatnya di Sasana Purnama.
Baca Juga :  Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Penyerbuan Keraton dan Penobatan Hangabehi

Perpecahan ini memuncak pada awal September 2004, ketika KGPH Tejowulan bersama pendukungnya menyerbu dan mendobrak pintu Keraton Surakarta. Insiden ini menimbulkan keributan dan bahkan menyebabkan beberapa bangsawan dan abdi dalem luka-luka. Peristiwa ini sempat dilaporkan ke Polresta Surakarta atas dasar perusakan cagar budaya.

Meskipun diwarnai ketegangan, penobatan KGPH Hangabehi sebagai raja tetap dilangsungkan pada tanggal yang telah ditetapkan: 10 September 2004, di Keraton Surakarta.

Legitimasi Takhta PB XIII

Penobatan Hangabehi sebagai raja baru Kasunanan Surakarta mendapat legitimasi kuat dengan kehadiran dan restu dari tiga sesepuh keraton, yaitu:

  1. Brigjen Prof. GPH Harya Mataram
  2. BKPH Prabuwinata
  3. GRAy Panembahan Bratadiningrat

Ketiga sesepuh ini merestui Hangabehi menjadi Pangeran Adipati Anom di Dalem Ageng Prabasuyasa sebelum diresmikan sebagai Susuhunan Pakubuwana XIII di Bangsal Manguntur Tangkil.

Rekonsiliasi dan Pemulihan Wibawa

Konflik “Raja Kembar” ini berlangsung selama hampir delapan tahun. Titik balik penting terjadi pada tahun 2012 melalui rekonsiliasi yang diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Surakarta.

Baca Juga :  Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Dalam rekonsiliasi tersebut, KGPH Tejowulan secara resmi mengakui gelar Pakubuwana XIII menjadi milik KGPH Hangabehi. Sebagai bentuk penyatuan, Tejowulan kemudian diangkat menjadi Mahapatih dengan gelar Kangjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung.

Momen ini menandai berakhirnya dualisme kepemimpinan, memungkinkan PB XIII Hangabehi untuk sepenuhnya fokus pada peranannya sebagai raja pemersatu dan penjaga kelestarian adat Jawa gaya Surakarta hingga akhir hayatnya.

🌟 Kiprah PB XIII Selama 21 Tahun Bertakhta

Selama 21 tahun bertakhta (2004-2025), Sinuhun PB XIII Hangabehi dikenal sebagai sosok yang tenang, bersahaja, dan berkomitmen kuat terhadap pelestarian tradisi. Di bawah kepemimpinannya, Keraton Surakarta terus melaksanakan upacara adat penting seperti:

  • Grebeg
  • Sekaten
  • Kirab Malam 1 Sura
  • Labuhan

Selain itu, ia juga aktif memberikan gelar kehormatan dan kebangsawanan kepada tokoh-tokoh yang berjasa besar terhadap kebudayaan dan Keraton.

Wafatnya Sri Susuhunan Paku Buwono XIII Hangabehi meninggalkan duka mendalam bagi seluruh keluarga Keraton, abdi dalem, dan masyarakat Jawa, namun warisannya dalam menjaga marwah budaya Keraton Surakarta akan terus dikenang. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru