Tegas! Prabowo Kerahkan Militer Sita Lahan Sawit Ilegal & Blokade Penyelundupan Timah

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Presiden Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

1TULAH.COM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan gebrakan penegakan hukum yang tegas dan tidak biasa. Dalam langkah terbarunya, Presiden menginstruksikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengawal eksekusi penyitaan dua lahan perkebunan sawit ilegal seluas total 100.000 hektare.

Langkah spektakuler ini diungkapkan Prabowo di hadapan para pemimpin bisnis global, termasuk Pimpinan Utama Forbes, Steve Forbes, dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10) malam. Presiden memaparkan bagaimana negara akhirnya mengambil alih aset yang selama 18 tahun tidak tersentuh hukum.

Eksekusi Mandek 18 Tahun Diakhiri dengan Perintah Militer

Prabowo menyoroti kasus dua perkebunan sawit ilegal, masing-masing seluas 50.000 hektare, yang telah melanggar hukum sejak 18 tahun lalu. Ironisnya, putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan penyitaan lahan tersebut tidak pernah dieksekusi selama hampir dua dekade.

“Perkebunan yang pertama luasnya 50.000 hektare, yang kedua 50.000 hektare, (dan keduanya, red.) melanggar hukum 18 tahun yang lalu. Ada putusan Mahkamah Agung yang memerintahkan (negara) menyita dua perkebunan tersebut. 18 tahun yang lalu, putusan Mahkamah Agung itu tidak dieksekusi selama 18 tahun,” kata Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Setelah menerima laporan langsung dari Jaksa Agung ST Burhanuddin mengenai kemandekan eksekusi tersebut, Presiden Prabowo tidak ragu mengambil keputusan drastis dengan melibatkan kekuatan militer. Keputusan ini diambil demi menjamin supremasi hukum dapat ditegakkan tanpa hambatan.

“Saya perintahkan TNI, kalian kawal Kejaksaan, kawal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Lindungi mereka! Kalian datang ke sana dan sita. Kami pun mengambil alih 100.000 hektare lahan perkebunan itu, dan tak ada masalah. Jadi, menurut saya ini catatan penting, pemerintah harus menegakkan hukum, dan saya bertekad menegakkan hukum,” tegas Prabowo.

Secara keseluruhan, Presiden mengungkapkan bahwa di bawah pemerintahannya, sekitar 3,7 juta hektare perkebunan sawit ilegal di seluruh Indonesia telah berhasil diambil alih kembali oleh negara.

Blokade Militer Hentikan Penyelundupan Timah Ilegal

Selain sawit, Presiden Prabowo juga memaparkan langkah radikalnya dalam memberantas penyelundupan timah ilegal yang merugikan negara miliaran dolar AS, khususnya dari Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Presiden menyatakan bahwa penyelundupan telah mencapai tingkat yang sangat merugikan negara. Tanpa kompromi, ia pun memberikan perintah tegas untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut.

Baca Juga :  Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

“Saya tegaskan ini harus setop! Saya pun memerintahkan ada program pelatihan di perairan Pulau Bangka dan Pulau Belitung, yang melibatkan kapal-kapal tempur, pesawat, helikopter, drone. Kami pun memblokade dua pulau ini. Tidak boleh ada kapal yang masuk dan keluar tanpa dicek dan kita ketahui apa isinya, dan dengan itu kami berhasil menghentikan penyelundupan,” jelas Presiden.

Keberhasilan operasi ini bahkan dibuktikan dengan penangkapan pelaku yang nekat menyelundupkan timah menggunakan sampan, menunjukkan efektivitas total blokade militer tersebut.

“Tetapi kami menemukan ada timah di dalam sampan itu. Bisa dibayangkan? Kami pun langsung menyitanya (timah ilegal, red.),” cerita Presiden Prabowo.

Melalui serangkaian langkah penegakan hukum dan pengamanan aset negara yang masif ini, Prabowo optimistis bahwa potensi kerugian negara senilai miliaran dolar AS dapat diselamatkan. Selain itu, Presiden juga memproyeksikan produksi timah nasional akan meningkat signifikan pada tahun mendatang. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru