“Brengsek Banget!”: Prabowo Murka, Kecam Pejabat BUMN Ambil Bonus Saat Rugi

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto mengecam keras para pejabat BUMN yang nekat membagi-bagikan bonus tahunan kepada diri sendiri, meski perusahaan merugi. Foto tangkapan layar.

Presiden Prabowo Subianto mengecam keras para pejabat BUMN yang nekat membagi-bagikan bonus tahunan kepada diri sendiri, meski perusahaan merugi. Foto tangkapan layar.

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto melancarkan kecaman keras dan tajam terhadap praktik buruk di internal Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Puncak kekesalan ini disuarakan dalam Munas VI PKS pada Senin (29/9/2025), di mana Presiden menyoroti fenomena pemberian bonus tahunan (tantiem) kepada jajaran direksi dan komisaris, meskipun perusahaan yang mereka pimpin sedang terperosok dalam kerugian.

Sindiran ini bukan sekadar kritik, melainkan perintah tegas untuk melakukan “bersih-bersih” total demi mengembalikan BUMN sebagai mesin pencetak profit yang sesungguhnya bagi negara.

Kekesalan Sang Presiden: Bonus di Tengah Kerugian Dianggap “Brengsek!”

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kemarahan yang mendalam terhadap mentalitas sebagian pejabat BUMN. Menurutnya, mereka seolah lupa bahwa perusahaan pelat merah adalah aset negara, bukan milik pribadi.

“Manajemen saya perintahkan bersihkan itu BUMN, kadang-kadang nekat-nekat mereka itu diberi kepercayaan negara. Dia kira itu perusahaan nenek moyangnya, perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek banget itu!” kata Prabowo dengan nada tinggi.

Pernyataan ini menyoroti ironi praktik yang tidak etis, di mana pimpinan perusahaan mengklaim apresiasi finansial—seringkali dalam jumlah fantastis—saat kinerja perusahaan tidak optimal, bahkan merugi. Praktik ini dinilai merugikan keuangan negara dan mencerminkan tata kelola yang buruk.

Ancaman Pidana dan Kewenangan Baru untuk Bersih-Bersih

Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mentolerir praktik curang dan tidak bertanggung jawab tersebut. Ancaman serius pun dilontarkan kepada para pejabat yang terbukti terlibat.

Baca Juga :  Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

“Saya mau kirim Kejaksaan dan KPK untuk kejar-kejar itu, bagaimana saudara perlu dikejar atau tidak? Nanti dibilang Prabowo kejam lagi,” ujarnya, mengisyaratkan langkah hukum tegas untuk memastikan akuntabilitas di tubuh BUMN.

Danantara: Mandat Khusus dan Target Keuntungan Negara

Untuk mewujudkan transformasi dan penertiban BUMN secara menyeluruh, Presiden Prabowo memberikan mandat khusus dan batas waktu yang ketat kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Danantara, yang berfungsi sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, kini diberi tugas berat untuk mengonsolidasikan dan menyehatkan aset-aset BUMN.

“Saudara-saudara sekalian, kita kasih kesempatan BUMN dalam 2, 3, 4 tahun kita bersihkan,” tegasnya, menunjukkan komitmen jangka pendek untuk melihat hasil nyata.

Target Imbal Hasil BUMN yang Minim

Kekesalan Presiden Prabowo berpangkal pada minimnya imbal hasil (profit) yang disetorkan BUMN kepada negara. Berpatokan pada nilai aset total BUMN yang dikelola Danantara sebesar USD1.060 miliar (sekitar Rp17.382 triliun, asumsi kurs Rp16.400/USD), BUMN seharusnya dapat memberikan keuntungan minimal 10% atau setara Rp1.665 triliun per tahun.

Meskipun target 10% dianggap berat, Presiden menekankan target minimum yang harus dicapai. Jika saja Return on Asset (RoA) perusahaan BUMN bisa mencapai 5%, maka potensi keuntungan yang diraup negara akan jauh lebih besar dan mampu memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga :  Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Presiden kini memberikan waktu kepada Danantara untuk melakukan transformasi agar BUMN bisa menjadi mesin pencetak profit yang sesungguhnya bagi negara. “Kita kasih target mereka ini dalam tiga tahun, kita tunggu, kita tunggu hasil mereka. Insyaallah akan mencapai yang kita harapkan,” tutup Prabowo.

Poin Kunci dan Dampak Transformasi BUMN

 

Poin Kunci Kritik Prabowo Mandat dan Target BPI Danantara
Pejabat BUMN bagi bonus tahunan saat perusahaan merugi. Melakukan “bersih-bersih” total tata kelola BUMN.
Pengelolaan BUMN dianggap seperti perusahaan nenek moyang. Target waktu 2-4 tahun untuk transformasi.
Minimnya imbal hasil (profit) BUMN kepada negara. Mencapai minimal RoA 5% dari aset total BUMN.
Ancaman pengerahan Kejaksaan dan KPK untuk menindak praktik curang. Mengubah BUMN menjadi mesin pencetak profit bagi negara.

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru