Akselerasi Bangunan Rendah Karbon: Indonesia ‘Tekan’ AC sebagai Kunci Net Zero Emission

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 03:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta pada Lokakarya Konsultasi Nasional mengenai Pedoman Pengadaan Pemerintah Hijau untuk Pendingin Hemat Energi [Istimewa]

Peserta pada Lokakarya Konsultasi Nasional mengenai Pedoman Pengadaan Pemerintah Hijau untuk Pendingin Hemat Energi [Istimewa]

1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis yang tegas untuk menekan tingginya emisi karbon dari sektor bangunan, khususnya dari penggunaan pendingin udara (AC). Kolaborasi antara pemerintah dan mitra internasional ini dipercepat melalui forum industri terkemuka, sebagai upaya kunci untuk mencapai target Net Zero Emission nasional.

Ancaman Emisi dari Sektor Bangunan dan Peran AC

Sektor bangunan di Indonesia saat ini menjadi sorotan serius karena menyumbang signifikan terhadap krisis iklim. Data terbaru menunjukkan bahwa sektor ini bertanggung jawab atas 33% emisi gas rumah kaca nasional, dengan pendingin udara atau HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) menjadi salah satu kontributor terbesar.

Ketergantungan yang tinggi pada sistem pendingin yang kurang efisien, seiring dengan pesatnya urbanisasi dan pembangunan infrastruktur, membuat konsumsi energi di sektor ini meroket. Mengatasi tantangan ini adalah prasyarat mutlak bagi Indonesia untuk memenuhi komitmen iklim global.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Diana Kusumastuti, M.T., menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus pada isu ini. “Sektor bangunan merupakan salah satu kontributor terbesar emisi di Indonesia. Pemerintah mendorong berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung upaya pengurangan emisi melalui peningkatan kapasitas dan penerapan sertifikasi bangunan hijau,” ujarnya.

Baca Juga :  Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Refrigeration & HVAC Indonesia Expo 2025: Titik Temu Solusi Rendah Karbon

Komitmen ini ditegaskan dalam acara akbar Refrigeration & HVAC Indonesia Expo 2025 yang berlangsung di Jakarta International Expo pada 24–26 September 2025.

Acara tersebut menjadi platform penting, menghadirkan lebih dari 300 peserta dari berbagai spektrum: pemerintah, pemilik bangunan, lembaga pembiayaan, hingga produsen peralatan HVAC. Fokus utama diskusi adalah masa depan bangunan hijau dan teknologi pendinginan yang efisien di Indonesia.

Efisiensi Energi: Strategi Jitu dan Hemat Biaya

Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, menggarisbawahi pentingnya efisiensi energi sebagai strategi ganda. Menurutnya, efisiensi energi adalah langkah yang hemat biaya untuk mempercepat transisi energi sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

“Efisiensi energi bisa menurunkan hingga 37% emisi nasional, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lewat penghematan tagihan listrik dan pemanfaatan teknologi cerdas,” jelasnya.

Senjata Utama: Green Public Procurement (GPP)

Salah satu langkah paling konkret yang digalakkan pemerintah bersama mitra internasional adalah penerapan Green Public Procurement (GPP).

GPP adalah kebijakan yang mengintegrasikan kriteria efisiensi energi dan aspek ramah lingkungan lainnya dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk pengadaan AC hemat energi.

Baca Juga :  Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Dalam forum tersebut, kolaborasi antara ASEAN Centre for Energy (ACE), Global Green Growth Institute (GGGI), dan HEAT International melalui proyek Asia Low-Carbon Buildings Transition (ALCBT) secara resmi memperkenalkan Pedoman Pengadaan Hijau untuk memperkuat pasar AC hemat energi.

Direktur Eksekutif ACE, Dato’ Ir. Ts. Razib Dawood, menyoroti dampak GPP. “Dengan memasukkan efisiensi dalam pengadaan, pemerintah tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga mendorong produsen untuk berinovasi menghadirkan produk berkelanjutan,” ujarnya, yang berarti GPP berfungsi sebagai sinyal pasar yang kuat.

Alat Ukur dan Pengembangan Kapasitas

Inisiatif ini tidak hanya berhenti pada kebijakan pengadaan. Proyek ALCBT juga memperkenalkan:

  1. Building Emissions Assessment Tool (BEAT): Sebuah alat untuk mengukur dan menilai emisi bangunan secara komprehensif.
  2. Pelatihan Penggunaan Refrigeran Alami: Peningkatan kapasitas untuk mengelola dan menekan emisi sepanjang siklus hidup bangunan dengan menggunakan zat pendingin yang lebih ramah lingkungan.

Perwakilan GGGI untuk Indonesia, Rowan Fraser, menekankan bahwa kebijakan yang dirumuskan dari dialog multi-pihak ini akan menjadi pondasi kuat. Rekomendasi ini “akan memperkuat langkah pemerintah dalam menekan emisi,” tutupnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru