Menteri Keuangan Beri Ultimatum Tegas: Anggaran MBG Wajib Efektif, Jika Tidak Dana Ditarik!

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan mengambil kembali anggaran MBG bila tidak dikelola dengan baik. Pernyataan itu disampaikan di Istana Negara Jakarta, Jumat (19/9/2025). [Suara.com/Bagaskara]

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan mengambil kembali anggaran MBG bila tidak dikelola dengan baik. Pernyataan itu disampaikan di Istana Negara Jakarta, Jumat (19/9/2025). [Suara.com/Bagaskara]

1TULAH.COM-Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun dengan syarat yang sangat jelas: anggaran harus dikelola secara efisien dan efektif. Ultimatum tegas ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa ia tidak akan segan menarik kembali dana jika penyerapannya tidak optimal.

Pernyataan ini bukan bentuk teguran, melainkan wujud dukungan yang disertai dengan prinsip akuntabilitas yang kuat.

Bukan Menegur, tapi Mendukung dengan Syarat

Menkeu Purbaya membantah anggapan bahwa pernyataan ini merupakan bentuk kritik terhadap program andalan pemerintah. Sebaliknya, ia menyebutnya sebagai bentuk dukungan dengan syarat. “Bukan negur, kita membantu. Kita bantu secepatnya, tapi kalau enggak bisa juga, kita ambil duitnya,” tegas Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap rupiah uang negara dimanfaatkan secara maksimal. Program MBG yang digadang-gadang akan menjangkau jutaan anak Indonesia membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit, sehingga pengawasan ketat terhadap pelaksanaannya menjadi sangat krusial.

Baca Juga :  LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Prinsip Efisiensi dan Keadilan: Alasan di Balik Ultimatum

Sikap tegas Menkeu Purbaya didasari oleh prinsip keadilan dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara. Membiarkan anggaran besar “menganggur” tanpa terserap sama saja dengan membuang-buang uang. Dana yang tidak terpakai tetap membebani negara dengan bunga yang harus dibayarkan.

“Daripada nganggur duitnya, kan saya bayar bunga juga. Saya akan alihkan ke tempat lain yang lebih siap atau ke masyarakat,” jelas Purbaya.

Ultimatum ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG untuk bekerja lebih cepat, terorganisir, dan memastikan dana yang dialokasikan benar-benar sampai ke penerima manfaat. Tujuannya jelas, yaitu agar program ini tidak hanya berhasil secara konsep, tetapi juga berhasil dalam implementasi di lapangan.

Dana Ditarik Akan Dialihkan ke Pos yang Lebih Siap

Jika dana program MBG tidak terserap dengan baik, Menkeu Purbaya memastikan bahwa dana tersebut tidak akan hilang. Sebaliknya, dana ini akan dialihkan ke pos lain yang lebih siap dan bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Baca Juga :  Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Salah satu opsi utama yang dipertimbangkan adalah memperpanjang program bantuan sosial yang sudah berjalan efektif. Purbaya mencontohkan, dana tersebut bisa dialokasikan untuk program bantuan beras 10 kilogram yang telah terbukti membantu masyarakat luas. “Seperti perluasan bantuan yang 2 kali 10 kilogram beras, kan bisa diperpanjang ke situ kalau memang enggak bisa diserap,” tambahnya.

Dukungan Penuh dengan Pengawasan Ketat

Pada intinya, Purbaya menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG, asalkan eksekusinya berjalan sesuai rencana. “Tapi kalau memang bisa diserap kan bagus. Jadi saya enggak negur tapi saya mendukung, tapi kalau enggak jalan saya ambil duitnya,” katanya.

Pernyataan Menkeu ini mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh kementerian/lembaga dan pihak terkait untuk bekerja sama memastikan program MBG berjalan lancar. Pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel menjadi kunci utama agar program ini dapat mencapai tujuannya, yaitu memberikan gizi terbaik bagi anak-anak Indonesia tanpa membebani keuangan negara. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru