Viral Kasus Krishna Murti! Pengamat Minta Kapolri Bertindak Tegas atas Dugaan Perselingkuhan

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rjen Krishna Murti. (Instagram)

rjen Krishna Murti. (Instagram)

1TULAH.COM-Citra institusi Polri kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, nama Irjen Pol Krishna Murti, yang menjabat sebagai Staf Ahli Manajemen Kapolri, terseret dalam dugaan skandal perselingkuhan.

Isu ini langsung memicu reaksi keras, dengan para pengamat mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengambil tindakan demi menyelamatkan nama baik kepolisian.

Isu Perselingkuhan dan Desakan Evaluasi Jabatan

Pada Selasa, 16 September 2025, nama Irjen Krishna Murti menjadi viral di media sosial setelah beredar isu dugaan skandal asmara dengan seorang Polisi Wanita (Polwan) berinisial Kompol AP. Situasi ini membuat pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, angkat bicara.

Menurut Bambang, isu seperti ini, terlepas dari kebenarannya, dapat mengganggu citra Polri. Ia mendesak Kapolri untuk tidak membiarkan isu tersebut berlarut-larut tanpa tindakan konkret. “Karena bahkan dengan jabatan staf ahli pun, tentu akan mengganggu citra Polri,” ujar Bambang kepada wartawan.

Membiarkan isu ini tanpa respons yang tegas dinilai dapat menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, yang selama ini terus berupaya memulihkan citranya.

Baca Juga :  Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rotasi Jabatan dan Sidang Kode Etik

Dugaan perselingkuhan Irjen Krishna Murti ini dikabarkan telah melalui sidang kode etik profesi Polri. Meskipun prosesnya berjalan tertutup dari sorotan media, Bambang Rukminto tetap menekankan pentingnya transparansi hasil. Menurutnya, meskipun sidang tertutup dapat dimaklumi karena menyangkut isu kesusilaan, hasilnya harus diikuti dengan tindakan yang jelas dan diumumkan kepada publik.

Untuk itu, Bambang merekomendasikan agar Kapolri segera memutasi Krishna Murti ke posisi non-struktural sambil menunggu keputusan final dari proses etik. Mutasi ini dinilai sebagai langkah awal yang tepat untuk meredam spekulasi publik.

Desakan ini muncul setelah diketahui bahwa Irjen Krishna Murti baru saja dimutasi pada awal Agustus 2025 lalu. Ia secara resmi digeser dari posisi strategisnya sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) menjadi Staf Ahli Kapolri Bidang Manajemen (Sahlijemen Kapolri). Mutasi ini tercatat dalam surat telegram Kapolri bernomor ST/1764/VIII/KEP./2025 yang diterbitkan pada 5 Agustus 2025.

Baca Juga :  Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Pergeseran jabatan ini sempat memicu spekulasi di kalangan pengamat, mengingat jabatan Kadivhubinter adalah posisi yang sangat penting dalam diplomasi kepolisian internasional.

Penjelasan Polri: Bagian dari Penyegaran Organisasi

Mabes Polri, melalui Kepala Divisi Humas, Irjen Sandi Nugroho, menjelaskan bahwa rotasi jabatan ini adalah bagian dari penyegaran organisasi yang lebih besar.

Total ada 61 personel yang dirotasi, mencakup perwira menengah hingga perwira tinggi. Sandi menyebutkan bahwa mutasi ini mencakup:

  • 8 personel pejabat utama Mabes Polri
  • 7 Kapolda
  • 3 Inspektur Jenderal (Irjen)
  • 13 Brigadir Jenderal (Brigjen)
  • 3 Komisaris Besar (Kombes)

Posisi Kadivhubinter yang ditinggalkan Irjen Krishna Murti kini diisi oleh Brigjen Amur Chandra Juli Buana, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Tenggara.

Meski Mabes Polri telah memberikan penjelasan resmi, isu yang menyeret nama Irjen Krishna Murti ini tetap menjadi perhatian publik. Publik menunggu langkah tegas dan transparansi dari pihak kepolisian untuk memastikan integritas institusi tetap terjaga. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru