Cegah Kekerasan Seksual, Calon Dokter Spesialis Kini Wajib Jalani Tes Psikologi

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. [Suara.com/Lilis Varwati]

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. [Suara.com/Lilis Varwati]

1TULAH.COM – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti urgensi penanganan serius terhadap kasus kekerasan seksual yang melibatkan tenaga medis, setelah mencuatnya kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang dokter residen anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Menkes menegaskan bahwa sistem pendidikan bagi dokter spesialis perlu direformasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Dalam konferensi pers terkait Penanganan Kasus Pelanggaran Etik dan Disiplin Tenaga Medis yang digelar pada Senin, 21 April 2025, Budi menekankan perlunya perubahan yang nyata dan sistematis

Baca Juga :  Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

dalam sistem pendidikan dokter spesialis.

Salah satu kebijakan baru yang mulai diterapkan adalah kewajiban menjalani tes psikologi bagi calon peserta pendidikan dokter spesialis. Tes ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan mental para calon sejak awal proses pendidikan.

Tes psikologi tidak hanya dilakukan pada tahap awal seleksi, tetapi juga akan dilakukan secara berkala setiap enam bulan untuk memastikan kondisi kejiwaan para dokter residen tetap terpantau selama masa pendidikan.

Langkah ini diambil agar para tenaga medis dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan pelayanan yang optimal tanpa risiko gangguan dari sisi psikologis.

Baca Juga :  Momen Akrab Presiden Prabowo di Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju: Sahabat Baik Ahmad Dhani

Selain itu, Budi juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi dokter spesialis. Ia menegaskan bahwa sistem rekrutmen harus berjalan tanpa keberpihakan ataupun perlakuan istimewa, yang bisa menimbulkan kekeliruan dalam memilih calon dokter.

Dengan pendekatan ini, Kementerian Kesehatan berharap dapat menyaring individu-individu yang tidak memenuhi kualifikasi secara mental dan etika, sehingga dapat menjaga integritas dan profesionalisme dunia medis.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Imigrasi Amankan 16 WNA di Sukabumi Terkait Dugaan Love Scamming, Segera Dideportasi!
Roby Casino: Quick‑Hit Slots and High‑Intensity Play for the Modern Gamer
Perkuat Peran Fraksi di Parlemen, Silaturahmi DPRD Kalteng dan PKB
Leon bet Casino – Your Gateway to Quick‑Fire Gaming Thrills
Bet On Red: Rask gevinst og høy‑intensitetsspill på farten
Frumzi Casino: Quick Play for Thrilling Wins
Mafia Casino: Quick‑Fire Wins on the Go
Bet On Red: Emozioni Rapide e Vittorie Veloce
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:15 WIB

Imigrasi Amankan 16 WNA di Sukabumi Terkait Dugaan Love Scamming, Segera Dideportasi!

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:13 WIB

Roby Casino: Quick‑Hit Slots and High‑Intensity Play for the Modern Gamer

Kamis, 30 April 2026 - 21:46 WIB

Perkuat Peran Fraksi di Parlemen, Silaturahmi DPRD Kalteng dan PKB

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Leon bet Casino – Your Gateway to Quick‑Fire Gaming Thrills

Kamis, 30 April 2026 - 20:14 WIB

Frumzi Casino: Quick Play for Thrilling Wins

Kamis, 30 April 2026 - 18:45 WIB

Mafia Casino: Quick‑Fire Wins on the Go

Kamis, 30 April 2026 - 18:37 WIB

Bet On Red: Emozioni Rapide e Vittorie Veloce

Kamis, 30 April 2026 - 17:12 WIB

Chicken Road: Fast‑Paced Crash Game for Quick Wins

Berita Terbaru