Dari Indonesia ke Harvard: Immunotherapy Nusantara Curi Perhatian Dunia Medis

- Jurnalis

Rabu, 2 April 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Terawan Agus Putranto menjadi pembicara kuliah tamu (guest lecture) di Harvard Medical School.

Dokter Terawan Agus Putranto menjadi pembicara kuliah tamu (guest lecture) di Harvard Medical School.

1TULAH.COM-Penasihat Khusus Bidang Kesehatan Presiden RI, Dokter Terawan Agus Putranto, memberikan kuliah tamu yang menggemparkan di Harvard Medical School, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Dalam kuliah yang diadakan pada Senin (31/3/2025) waktu setempat, atau Selasa (1/4/2025) dini hari WIB, dr. Terawan mempresentasikan makalah berjudul “Making Immunotherapy in Low Resources Settings (Indonesia and Timor Leste)”.

Immunotherapy Nusantara: Inovasi Terapi dari Indonesia

Di hadapan puluhan peserta kuliah umum, mantan Menteri Kesehatan ini memaparkan tentang Immunotherapy Nusantara, sebuah terapi yang dikembangkannya dengan memanfaatkan sistem imun tubuh untuk melawan penyakit, termasuk infeksi dan kanker. Dr. Terawan menjelaskan bahwa terapi ini menggunakan bahan-bahan yang tersedia di Indonesia, menunjukkan bahwa inovasi medis dapat dicapai bahkan dengan sumber daya terbatas.

“Hingga saat ini telah berkembang ke negara lain, Timor Leste,” ujar Terawan, menunjukkan potensi terapi ini untuk diadopsi secara global. Bahkan, beberapa negara lain telah menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan Immunotherapy Nusantara.

Baca Juga :  Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Kolaborasi dan Penelitian Berkelanjutan

Dokter Terawan, yang juga merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, mengajak akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang medis. “Penyakit makin berkembang maka ilmu pengetahuan juga harus terus berkembang,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar negara dalam pengembangan ilmu kesehatan. “Intinya ialah kolaborasi dan penelitian berkelanjutan. Sumber bisa berasal dari mana saja,” tambahnya. Dr. Terawan yakin bahwa Immunotherapy Nusantara dapat menjadi kontribusi signifikan Indonesia bagi dunia kesehatan global.

Kedaulatan Kesehatan Indonesia

Asisten II Penasihat Khusus Bidang Kesehatan Presiden, Oktafiandi, menyatakan bahwa pengembangan Immunotherapy Nusantara adalah upaya untuk mewujudkan kedaulatan kesehatan Indonesia. “Presiden Prabowo menekankan pentingnya memberikan akses kesehatan yang mudah dan murah kepada rakyat, serta mewujudkan kedaulatan di bidang kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Kontroversi Metode “Cuci Otak”

Selain dikenal dengan Immunotherapy Nusantara, dr. Terawan juga dikenal dengan metode “cuci otak” yang kontroversial. Metode ini digunakan untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah, namun efektivitas dan keamanannya masih diperdebatkan di kalangan medis.

Apresiasi dari Harvard Medical School

Guru Besar Department of Global Health and Social Medicine, Harvard Medical School, Prof. Byron J Good, mengapresiasi kehadiran dr. Terawan dan presentasinya tentang Immunotherapy Nusantara.

Kuliah tamu dr. Terawan di Harvard Medical School menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghasilkan inovasi medis yang berpotensi mengubah dunia kesehatan. Immunotherapy Nusantara, dengan pendekatan kolaborasi dan penelitian berkelanjutan, diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai penyakit di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Gedung Bundar Digoyang Isu, Jampidsus Pastikan Pengusutan Kasus Korupsi Tidak Terganggu!
Tegas! Presiden Prabowo Beri Ultimatum ke TNI, Polri, dan Jaksa: “Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa!”
Apresiasi Awak Media, Danyonif TP 924/Uria Mapas Sebut Pers Mitra Strategis TNI
Pemkab Mura Bahas Strategi Tingkatkan Pelayanan Dasar bagi Masyarakat
Polemik Perpres Nomor 111 Tahun 2025: Budaya LGBTQ Masuk Daftar Ancaman Nonmiliter, Pengamat Soroti Risiko HAM
Piala Dunia 2026: Cetak Gol dan Assist, Mbappé Bawa Prancis Bungkam Maroko 2-0
Kabar Duka: Mantan Mendag dan Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
Bupati Heriyus Resmikan Aula Christian Center
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:27 WIB

Gedung Bundar Digoyang Isu, Jampidsus Pastikan Pengusutan Kasus Korupsi Tidak Terganggu!

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:18 WIB

Tegas! Presiden Prabowo Beri Ultimatum ke TNI, Polri, dan Jaksa: “Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa!”

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:27 WIB

Apresiasi Awak Media, Danyonif TP 924/Uria Mapas Sebut Pers Mitra Strategis TNI

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:16 WIB

Pemkab Mura Bahas Strategi Tingkatkan Pelayanan Dasar bagi Masyarakat

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:25 WIB

Piala Dunia 2026: Cetak Gol dan Assist, Mbappé Bawa Prancis Bungkam Maroko 2-0

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:33 WIB

Kabar Duka: Mantan Mendag dan Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:09 WIB

Bupati Heriyus Resmikan Aula Christian Center

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:05 WIB

GKE Expo sebagai Wadah Pemberdayaan Masyarakat

Berita Terbaru