1TULAH.COM – Youtuber Korea Selatan Lee Gyeong-gyu mewawancara ekslusif Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia. Bahkan dalam wawancaranya tersebut, terbukti Shin Tae-yong tak kaleng-kaleng melatih Timnas Indonesia.
Dalam liburannya ke kampung halamannya di Korea Selatan, Shin Tae-yong bahkan mengungkapkan tetap memikirkan strategi untuk Timnas Indonesia yang bertahan di grup c ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Masih ada satu bulan lebih Jadi, apakah Anda akan memikirkan strategi selama di sini?” tanya Lee Gyeong-gyu dalam youtubenya.
“Tentu saja, saya akan Selalu memikirkan apa yang harus dilakukan,” jawan Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong baru akan kembali ke Indonesia tanggal 12 Agustus 2024. Hal itu dinyatakan oleh dirinya sendiri.
Selama di Korea Selatan, Shin Tae-yong sempat sakit dan harus menjalani operasi.
“Begitu saya masuk ke Korea, saya tiba-tiba mengalami demam tinggi,” kata Shin Tae-yong diwawancara Youtuber Lee Gyeong-gyu.
“Sehingga saya harus pergi ke rumah sakit.”
“Ternyata ada 4 liter cairan di pleura. Saya pergi ke rumah sakit tanpa berpikir banyak dan menjalani operasi selama 6 jam,” cerita Shin Tae-yong.
Saat ini Shin Tae-yong sudah sembuh. Ia tampak lebih kurus.
Ia mengungkapkan masih ada sebulan di Korea Selatan.
Shin Tae-yong menyebutkan akan kembali ke Indonesia 12 Agustus bulan depan.
“Saya harus kembali pada 12 Agustus,” kata Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong kembali ke Korea Selatan usai mengantarkan Timnas Indonesia lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Walaupun tengah berada di kampung halamannya, Shin Tae-yong mengaku tak dapat lepas dari tanggung jawabnya sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Bahkan ketima menjalani masa pemulihan sakit, Shin Tae-yong dikabarkan tetap memantau perkembangan Timnas Indonesia dan memikirkan strategi untuk putaran selanjutnya.
Penulis : Wanda Hanifah Pramono
Sumber Berita : suara.com

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)




















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



