Fenomena Mabuk Kecubung di Kalsel: 2 Tewas, 44 Dirawat di RSJ, Polda Kalsel Turun Tangan!

- Jurnalis

Senin, 15 Juli 2024 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Adam Erwindi. ANTARA/Suara.com

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Adam Erwindi. ANTARA/Suara.com

1TULAH.COM-Fenomena mabuk kecubung kembali marak di Kalimantan Selatan (Kalsel). Kasus ini bahkan telah menelan dua korban jiwa dan 44 orang terpaksa dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum.

Melihat situasi yang mengkhawatirkan ini, Direktorat Resnarkoba Polda Kalsel turun tangan untuk menyelidiki kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Adam Erwindi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil beberapa langkah konkret untuk menangani fenomena ini. Dalam sepekan terakhir, tim kepolisian telah mendatangi RSJ Sambang Lihum untuk menemui para korban dan melakukan pendataan.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menindaklanjuti kasus ini,” ujar Adam, seperti dikutip dari https://www.detik.com/tag/kecubung-banjarmasin/, Minggu (14/7/2024).

Baca Juga :  Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Lebih lanjut, Adam mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah mengirimkan sampel tanaman kecubung ke Laboratorium Forensik (Labfor) di Surabaya untuk mengetahui kandungan zat yang terkandung di dalamnya.

Upaya penyelidikan ini dilakukan untuk mengungkap asal-usul tanaman kecubung yang digunakan, modus operandi para pelaku, serta jaringan peredarannya.

“Kami ingin mengetahui siapa yang menanam, mengedarkan, dan menjual tanaman kecubung ini,” tegas Adam.

Polda Kalsel Imbau Masyarakat Waspada

Polda Kalsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah tergoda untuk mencoba tanaman kecubung. Tanaman ini mengandung zat berbahaya yang dapat menyebabkan halusinasi, kejang-kejang, dan bahkan kematian.

Baca Juga :  Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

“Orang tua juga perlu mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang, termasuk tanaman kecubung,” pesan Adam.

Penanganan Korban

Bagi korban yang telah terpapar kecubung, Adam menghimbau agar segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

“Semakin cepat korban mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang kesembuhannya,” imbuhnya.

Upaya pemberantasan kasus mabuk kecubung di Kalsel ini diharapkan dapat dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Selain penegakan hukum, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan tanaman kecubung. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB