Komisi III DPRD Kalteng Soroti Jaminan Kesehatan Pekerja Pendatang di Kabupaten Kapuas

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 03:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Amonius Tuyum. Foto:Ist.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Amonius Tuyum. Foto:Ist.

1TULAH.COM-Jaminan kesehatan bagi masyarakat pendatang kini menjadi perhatian serius jajaran Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dalam kunjungan kerja terbaru ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, DPRD menekankan pentingnya perlindungan medis bagi seluruh warga, termasuk pekerja dari luar daerah yang menetap di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pengawasan, DPRD menilai masih banyak pekerja pendatang yang belum terdaftar dalam program BPJS Kesehatan. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi karena dapat menghambat akses pelayanan medis saat keadaan darurat.

Urgensi Perlindungan Kesehatan Tanpa Sekat Administrasi

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Amonius Tuyum, menegaskan bahwa hak mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara yang berada di wilayah Kalimantan Tengah. Menurutnya, kontribusi pekerja pendatang terhadap pembangunan daerah harus dibalas dengan perlindungan sosial yang memadai.

“Masalah ini perlu perhatian serius karena masyarakat tetap harus mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak tanpa terkendala administrasi,” ujar Amonius Tuyum, Jumat (24/4).

Baca Juga :  SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Ia menambahkan bahwa kendala administratif seringkali menjadi tembok penghalang bagi pasien untuk mendapatkan penanganan cepat. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi meningkatkan risiko kesehatan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Mendorong Pendataan Ulang Penduduk Pendatang

Menyikapi temuan tersebut, DPRD Kalteng mendorong Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui instansi terkait untuk melakukan dua langkah strategis:

  1. Penguatan Pendataan: Melakukan validasi data penduduk pendatang yang bekerja di sektor formal maupun informal.

  2. Kemudahan Akses BPJS: Mempermudah prosedur pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga non-KTP setempat agar tetap bisa terjamin.

Kaitan Layanan Kesehatan dan Penurunan Angka Stunting

Selain fokus pada kepesertaan BPJS, kunjungan kerja ini juga membahas penguatan program pencegahan stunting di Kabupaten Kapuas. DPRD menilai akses kesehatan yang inklusif merupakan kunci utama dalam menekan angka tengkes (stunting).

Baca Juga :  Menanti Magis Thomas Tuchel: Prediksi Starting XI dan Kesiapan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Amonius menjelaskan bahwa akses kesehatan yang baik akan memudahkan masyarakat mendapatkan:

  • Edukasi Gizi: Pemahaman tentang asupan nutrisi yang tepat bagi keluarga.

  • Layanan Ibu Hamil: Pemantauan rutin selama masa kehamilan untuk mencegah anak lahir stunting.

  • Tumbuh Kembang Anak: Pemeriksaan berkala bagi balita.

“Keluarga yang memperoleh layanan kesehatan secara optimal akan lebih mudah mendapatkan edukasi mengenai gizi dan tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Harapan untuk Pelayanan Kesehatan Inklusif

Melalui kunjungan ini, DPRD Kalteng berharap pelayanan kesehatan di Kabupaten Kapuas semakin inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Koordinasi antarinstansi diharapkan terus ditingkatkan agar tidak ada lagi warga, baik penduduk asli maupun pendatang, yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan dasar.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen DPRD Kalteng dalam menjalankan fungsi pengawasan demi memastikan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Tengah terus meningkat. (Ingkit)

Berita Terkait

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS
Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan
Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU
Polisi Tetapkan 15 Pelaku Utama Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe
DPRD Barito Utara Gelar RDP Bahas Alternatif Lokasi Jembatan Lahei
Ketua DPRD Barito Utara Ikuti Pelantikan Direksi Perusda Batara Membangun
Diduga Langgar Etik, 3 Hakim Peradilan Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilaporkan ke MA
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:26 WIB

Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:37 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:21 WIB

Polisi Tetapkan 15 Pelaku Utama Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

DPRD Barito Utara Gelar RDP Bahas Alternatif Lokasi Jembatan Lahei

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:53 WIB

Ketua DPRD Barito Utara Ikuti Pelantikan Direksi Perusda Batara Membangun

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:31 WIB

Diduga Langgar Etik, 3 Hakim Peradilan Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilaporkan ke MA

Berita Terbaru