Harga Minyak Dunia Tembus 115 USD, DPR RI Apresiasi Pemerintah yang Berhasil Tahan Harga BBM

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

1TULAH.COM-Lonjakan harga minyak mentah dunia tengah menjadi sorotan tajam di Komplek Parlemen Senayan. Harga emas hitam tersebut dilaporkan telah menyentuh angka 110 hingga 115 dolar AS per barel, sebuah lompatan signifikan yang melampaui asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.

Meskipun tekanan fiskal kian berat, Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, memberikan apresiasi kepada pemerintah yang dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi dengan tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat masyarakat.

Ketahanan Fiskal di Tengah Krisis Energi Global

Situasi global saat ini memang sedang tidak menentu. Herman Khaeron menjelaskan bahwa dampak dari fluktuasi harga energi ini dirasakan oleh hampir seluruh negara di dunia, bukan hanya Indonesia.

“Bersyukur dan berterima kasih, tentu memberikan apresiasi kepada pemerintah. Di kala harga BBM naik signifikan karena Indonesia sendiri dalam asumsi APBN menetapkan 70 USD per barel, namun pemerintah masih mampu menahan harga,” ujar Herman di Senayan, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga :  Buka Bimtek SRIKANDI, Heriyus : Perkuat Transformasi Digital Kearsipan Daerah

Menurutnya, selisih harga yang mencapai lebih dari 40 dolar AS tersebut merupakan tantangan nyata bagi kesehatan fiskal negara. Namun, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengamankan anggaran tanpa harus membebani rakyat dengan kenaikan harga di SPBU.

Strategi Penghematan Energi: WFH Setiap Hari Jumat

Sebagai langkah nyata untuk mengurangi konsumsi energi nasional dan meringankan beban fiskal, pemerintah mulai menerapkan kebijakan inovatif. Salah satunya adalah pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Berikut adalah poin-poin penting terkait kebijakan baru tersebut:

  • Jadwal Pelaksanaan: Dimulai pada awal April 2026.

  • Target: Seluruh ASN akan melaksanakan kerja dari rumah setiap hari Jumat.

  • Tujuan: Mengurangi mobilitas kendaraan dan penggunaan energi di kantor-kantor pemerintahan guna menghemat konsumsi BBM secara nasional.

Herman menyebutkan bahwa langkah ini merupakan adaptasi dari berbagai strategi yang juga telah diterapkan oleh negara-negara lain dalam menghadapi krisis energi global.

Imbauan kepada Masyarakat: Jangan Melakukan Penimbunan

Di tengah ketidakpastian harga pasar dunia, DPR RI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyebabkan kepanikan (panic buying).

  1. Tetap Tenang: Pemerintah sudah menjamin bahwa harga BBM saat ini akan dipertahankan.

  2. Jangan Menimbun: Penimbunan BBM hanya akan memperburuk situasi distribusi dan merugikan masyarakat luas.

  3. Dukung Penghematan: Masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan energi sehari-hari.

Baca Juga :  Marak Pengadilan Jalanan: Krisis Kepercayaan Hukum atau Frustrasi?

Sinergi DPR dan Pemerintah Hadapi Krisis

Herman Khaeron menegaskan bahwa dalam menghadapi tekanan krisis energi ini, kekompakan antara legislatif dan eksekutif adalah kunci. DPR berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah yang pro-rakyat.

“Dalam situasi krisis, dalam situasi yang membutuhkan kebersamaan, DPR dan pemerintah harus kompak. Kita optimistis kondisi ini bersifat sementara dan berharap situasi global segera membaik,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah strategis seperti penghematan energi melalui WFH dan manajemen fiskal yang ketat, Indonesia diharapkan mampu melewati badai kenaikan harga minyak dunia tanpa mengguncang daya beli masyarakat bawah. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Minta Aparatur Negara Ubah Tata Kelola Pemerintahan Demi Kepercayaan Publik
KPK Gelar OTT Besar-besaran di 3 Kota, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Turut Diamankan
Marak Pengadilan Jalanan: Krisis Kepercayaan Hukum atau Frustrasi?
Uji Materi UU PIHU di MK: DPR Pastikan Umrah Mandiri Beserta Keluarga Tidak Dipidana
Pemadaman Listrik Bergilir Berulang, Komisi II DPRD Kalteng Desak PLN Kalselteng Beri Penjelasan Jujur
Dukung Pemprov Kalteng Atur Penggunaan Gawai di Sekolah, Sudarsono: Demi Pembelajaran Kondusif!
Bupati Heriyus Cek Persiapan HUT Murung Raya
Persiapan HUT Murung Raya Dimaksimalkan, Hiburan Rakyat Hadirkan Band Ungu 
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:52 WIB

Presiden Prabowo Minta Aparatur Negara Ubah Tata Kelola Pemerintahan Demi Kepercayaan Publik

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:22 WIB

Marak Pengadilan Jalanan: Krisis Kepercayaan Hukum atau Frustrasi?

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:39 WIB

Uji Materi UU PIHU di MK: DPR Pastikan Umrah Mandiri Beserta Keluarga Tidak Dipidana

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:52 WIB

Pemadaman Listrik Bergilir Berulang, Komisi II DPRD Kalteng Desak PLN Kalselteng Beri Penjelasan Jujur

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Dukung Pemprov Kalteng Atur Penggunaan Gawai di Sekolah, Sudarsono: Demi Pembelajaran Kondusif!

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:01 WIB

Bupati Heriyus Cek Persiapan HUT Murung Raya

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:30 WIB

Persiapan HUT Murung Raya Dimaksimalkan, Hiburan Rakyat Hadirkan Band Ungu 

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:31 WIB

Kaesang Masuk Bursa Caleg Jateng V 2029, Berhadapan Langsung dengan Basis PDIP

Berita Terbaru