Sempat Simpang Siur, Istana Akhirnya Ketok Palu: Harga BBM Tidak Naik Per 1 April 2026!

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Di tengah tensi harga minyak dunia yang

Ilustrasi. Di tengah tensi harga minyak dunia yang "mendidih" hingga menembus angka US$ 115 per barel, pejabat tinggi negara justru menunjukkan narasi yang saling tumpang tindih terkait kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

1TULAH.COM-Publik sempat dibuat tegang dengan kabar simpang siur mengenai nasib harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang pergantian bulan April. Namun, tepat pada 1 April 2026, pemerintah memberikan kepastian bahwa tidak ada kenaikan harga BBM, baik kategori subsidi maupun nonsubsidi.

Keputusan “rem pakem” ini diambil langsung oleh Istana untuk meredam keresahan masyarakat di tengah melambungnya harga minyak mentah dunia yang kini menembus angka US$ 115 per barel.

Tarik Ulur Narasi: Kode Keras Menteri ESDM

Sebelumnya, narasi yang berkembang di publik sempat memicu kekhawatiran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sempat menebar sinyal akan adanya penyesuaian harga, terutama untuk BBM kategori industri atau nonsubsidi seperti bensin dengan RON 95 dan RON 98.

Saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Jepang, Bahlil menyatakan bahwa jenis BBM tersebut sejatinya harus mengikuti mekanisme pasar global.

“Jadi mau diumumkan atau tidak, dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri (RON 95 dan 98). Itu kan orang-orang mampu lah,” ujar Bahlil, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga :  Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kalteng: Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan Berlapis demi Petani

Bahlil menekankan bahwa kelompok pengguna BBM kelas atas tersebut bukanlah beban negara, sehingga negara hanya bertugas menjamin stok tanpa perlu memberikan subsidi sepeser pun.

Intervensi Istana: Mensesneg Pastikan Harga Stabil

Namun, suasana panas tersebut segera didinginkan oleh pernyataan resmi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. Berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memutuskan untuk mengedepankan stabilitas ekonomi rakyat.

Prasetyo menegaskan telah melakukan koordinasi cepat dengan pihak Kementerian ESDM dan Pertamina untuk memastikan harga tetap di level saat ini.

  • BBM Subsidi: Tetap (Tidak ada kenaikan).

  • BBM Nonsubsidi: Tetap (Tidak ada penyesuaian harga pasar per 1 April).

“Hasilnya, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” tegas Prasetyo dalam keterangan resminya.

Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

Langkah cepat Istana ini diduga kuat untuk mengantisipasi gejolak sosial akibat inflasi energi. Pemerintah menyadari bahwa kenaikan harga minyak dunia memang “mendidih”, namun daya beli masyarakat menjadi prioritas utama saat ini.

Baca Juga :  Lima Tersangka Ditetapkan Polisi Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan

Mensesneg juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa perlu melakukan pembelian berlebihan (panic buying).

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin, dan harga tidak terjadi penyesuaian,” pungkasnya.

Mengapa Harga BBM Tidak Naik Meski Minyak Dunia Mahal?

Meskipun secara teknis harga minyak dunia sudah sangat tinggi, pemerintah memilih untuk menahan harga demi:

  1. Menjaga Inflasi: Kenaikan BBM akan langsung memicu kenaikan harga bahan pokok.

  2. Stabilitas Sosial: Menghindari kepanikan massal di awal kuartal kedua tahun 2026.

  3. Kepastian Stok: Menjamin distribusi BBM tetap lancar ke seluruh pelosok negeri.

Dengan kepastian ini, harga Pertalite, Pertamax, hingga Pertamax Turbo dipastikan masih mengikuti harga periode sebelumnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Persiapan HUT Murung Raya Dimaksimalkan, Hiburan Rakyat Hadirkan Band Ungu 
Kaesang Masuk Bursa Caleg Jateng V 2029, Berhadapan Langsung dengan Basis PDIP
KPK Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Tahanan Febrie Adriansyah
Lima Tersangka Ditetapkan Polisi Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan
DP3ADALDUKKB Mura Fokus Cegah Kasus Baru Stunting melalui Penguatan Kader
Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kalteng: Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan Berlapis demi Petani
Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun
Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:30 WIB

Persiapan HUT Murung Raya Dimaksimalkan, Hiburan Rakyat Hadirkan Band Ungu 

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:31 WIB

Kaesang Masuk Bursa Caleg Jateng V 2029, Berhadapan Langsung dengan Basis PDIP

Senin, 27 Juli 2026 - 22:09 WIB

KPK Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Tahanan Febrie Adriansyah

Senin, 27 Juli 2026 - 22:08 WIB

Lima Tersangka Ditetapkan Polisi Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan

Senin, 27 Juli 2026 - 18:29 WIB

Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kalteng: Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan Berlapis demi Petani

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun

Senin, 27 Juli 2026 - 11:51 WIB

Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 11:43 WIB

Potret Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja di Pernikahan Putra Boy Thohir

Berita Terbaru