1TULAH.COM-Publik sempat dibuat tegang dengan kabar simpang siur mengenai nasib harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang pergantian bulan April. Namun, tepat pada 1 April 2026, pemerintah memberikan kepastian bahwa tidak ada kenaikan harga BBM, baik kategori subsidi maupun nonsubsidi.
Keputusan “rem pakem” ini diambil langsung oleh Istana untuk meredam keresahan masyarakat di tengah melambungnya harga minyak mentah dunia yang kini menembus angka US$ 115 per barel.
Tarik Ulur Narasi: Kode Keras Menteri ESDM
Sebelumnya, narasi yang berkembang di publik sempat memicu kekhawatiran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sempat menebar sinyal akan adanya penyesuaian harga, terutama untuk BBM kategori industri atau nonsubsidi seperti bensin dengan RON 95 dan RON 98.
Saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Jepang, Bahlil menyatakan bahwa jenis BBM tersebut sejatinya harus mengikuti mekanisme pasar global.
“Jadi mau diumumkan atau tidak, dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri (RON 95 dan 98). Itu kan orang-orang mampu lah,” ujar Bahlil, Selasa (31/3/2026).
Bahlil menekankan bahwa kelompok pengguna BBM kelas atas tersebut bukanlah beban negara, sehingga negara hanya bertugas menjamin stok tanpa perlu memberikan subsidi sepeser pun.
Intervensi Istana: Mensesneg Pastikan Harga Stabil
Namun, suasana panas tersebut segera didinginkan oleh pernyataan resmi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. Berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memutuskan untuk mengedepankan stabilitas ekonomi rakyat.
Prasetyo menegaskan telah melakukan koordinasi cepat dengan pihak Kementerian ESDM dan Pertamina untuk memastikan harga tetap di level saat ini.
-
BBM Subsidi: Tetap (Tidak ada kenaikan).
-
BBM Nonsubsidi: Tetap (Tidak ada penyesuaian harga pasar per 1 April).
“Hasilnya, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” tegas Prasetyo dalam keterangan resminya.
Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
Langkah cepat Istana ini diduga kuat untuk mengantisipasi gejolak sosial akibat inflasi energi. Pemerintah menyadari bahwa kenaikan harga minyak dunia memang “mendidih”, namun daya beli masyarakat menjadi prioritas utama saat ini.
Mensesneg juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa perlu melakukan pembelian berlebihan (panic buying).
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin, dan harga tidak terjadi penyesuaian,” pungkasnya.
Mengapa Harga BBM Tidak Naik Meski Minyak Dunia Mahal?
Meskipun secara teknis harga minyak dunia sudah sangat tinggi, pemerintah memilih untuk menahan harga demi:
-
Menjaga Inflasi: Kenaikan BBM akan langsung memicu kenaikan harga bahan pokok.
-
Stabilitas Sosial: Menghindari kepanikan massal di awal kuartal kedua tahun 2026.
-
Kepastian Stok: Menjamin distribusi BBM tetap lancar ke seluruh pelosok negeri.
Dengan kepastian ini, harga Pertalite, Pertamax, hingga Pertamax Turbo dipastikan masih mengikuti harga periode sebelumnya. (Sumber:Suara.com)























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

