Menkeu Purbaya Skakmat Ekonom ‘TikTok’ di Depan Prabowo: Indonesia Jauh dari Resesi!

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026). [Screenshot YouTube Sekretariat Presiden]

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026). [Screenshot YouTube Sekretariat Presiden]

1TULAH.COM-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap para pengamat ekonomi yang memprediksi Indonesia akan segera menghadapi krisis dan resesi akibat dampak perang Amerika Serikat vs Iran.

Kritik tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Menkeu Purbaya menegaskan bahwa narasi mengenai ekonomi Indonesia yang “morat-marit” tidak berdasar pada data yang valid. Berikut adalah poin-poin penting serangan balik Menkeu Purbaya terhadap para ekonom yang dirangkum dari pernyataannya:

1. Bantah Ekonomi ‘Kepanasan’ Meski Inflasi Tembus 4,64%

Menkeu menjelaskan bahwa angka inflasi per Februari 2026 yang menyentuh 4,64% (year on year) tidak berarti ekonomi Indonesia sedang tidak sehat atau “kepanasan”. Menurutnya, lonjakan tersebut murni dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian subsidi listrik pada awal tahun.

“Kalau kita hilangkan data subsidi listrik bulan Januari-Februari, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59%. Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi,” tegas Purbaya.

2. Sebut Ekonom ‘Aneh’ Karena Klaim Resesi

Purbaya tidak segan menyebut para ekonom yang meramalkan kehancuran ekonomi Indonesia sebagai pihak yang “aneh”. Ia menunjukkan sejumlah indikator makro yang justru menunjukkan akselerasi:

  • PMI Manufaktur: Mencapai level 53,8 (tertinggi dalam dua tahun terakhir).

  • Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK): Berada di level kuat 125,2.

  • Mandiri Spending Index (MSI): Melesat ke angka 360,7.

  • Penjualan Mobil: Tumbuh signifikan 12,2% di Februari 2026.

Baca Juga :  Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

“Ini bukti kalau kita jauh dari kata morat-marit seperti yang sering dibilang ekonom di TikTok itu, Pak,” imbuh Menkeu kepada Presiden Prabowo.

3. Rupiah Terbukti Tangguh di Tengah Geopolitik Dunia

Isu mengenai hancurnya nilai tukar Rupiah akibat ketegangan global juga dibantah keras. Purbaya memaparkan bahwa sejak pecahnya konflik AS-Iran, Rupiah hanya terdepresiasi sebesar 0,3%.

Angka ini dinilai sangat kecil dan menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang luar biasa. Ia menyindir bahwa pihak-pihak yang terus menebar sentimen negatif biasanya bukan pemain riil yang memiliki modal besar di pasar.

4. Aliran Modal Asing Masih Deras (Inflow)

Keyakinan investor global terhadap Indonesia tetap tinggi. Data Maret 2026 menunjukkan arus modal masuk (inflow) yang stabil:

  • SRBI: Inflow sebesar Rp 2,2 triliun.

  • Saham: Inflow sebesar Rp 2,2 triliun.

  • SBN: Hanya mengalami outflow tipis sebesar Rp 700 miliar.

Baca Juga :  KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB

“Investor asli tetap menaruh uangnya di sini karena mereka percaya pondasi ekonomi kita bagus,” jelasnya.

5. Kritik Tajam: Ekonom Tak Pernah Lihat Data

Purbaya menutup paparannya dengan mengingatkan sejarah ketangguhan Indonesia menghadapi lonjakan harga minyak dunia, seperti pada krisis 2008 dan pandemi Covid-19. Meski Selat Hormuz terancam tutup dan harga minyak melambung, Indonesia terbukti selalu berhasil melakukan penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.

“Analis-analis di TikTok dan YouTube yang bilang kita hancur itu sama sekali tidak pernah melihat data. Kita pasti berhasil mengendalikan ini, jadi kita tidak usah takut, Pak,” tutup Purbaya meyakinkan Presiden.

Pernyataan tegas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa pemerintah tetap optimis di tengah ketidakpastian global.

Dengan indikator manufaktur dan konsumsi yang terus menguat, narasi resesi dianggap hanyalah pepesan kosong tanpa data pendukung yang kuat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan
HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran
KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:46 WIB

HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Berita Terbaru