DPRD Kalteng Siapkan Payung Hukum Kuat untuk Tuntaskan Konflik Lahan

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pansus Raperda Penyelesaian Sengketa dan Konflik Pertanahan menggelar rapat bersama Pemprov Kalteng di ruang rapat gabungan DPRD Kalteng, Selasa (24/2/2026).Foto:Ist.

Pansus Raperda Penyelesaian Sengketa dan Konflik Pertanahan menggelar rapat bersama Pemprov Kalteng di ruang rapat gabungan DPRD Kalteng, Selasa (24/2/2026).Foto:Ist.

1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah serius dalam menangani karut-marut persoalan lahan di wilayah Bumi Tambun Bungai. Bersama Pemerintah Provinsi Kalteng, DPRD kini tengah intens membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penyelesaian Sengketa dan Konflik Pertanahan.

Pembahasan krusial ini dilaksanakan dalam rapat gabungan di ruang rapat DPRD Kalteng pada Selasa (24/2/2026), dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus), Yetro Midel Yoseph.

Menjadi “Pedang” Hukum bagi Rakyat

Dalam rapat tersebut, Yetro menegaskan bahwa Raperda ini merupakan inisiatif penting DPRD Kalteng untuk memberikan kepastian hukum. Selama ini, DPRD sering menjadi tempat mengadu bagi masyarakat yang terbelit konflik lahan, namun langkah fasilitasi sering kali terbentur keterbatasan wewenang.

Baca Juga :  Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

“Kita sering menerima masyarakat yang datang melapor dan meminta difasilitasi. Tetapi ibaratnya kita tidak punya ‘pedang’. Bagaimana kita bisa bekerja kalau tidak ada Perda sebagai dasar hukum?” tegas Yetro Midel Yoseph.

Dengan adanya payung hukum ini, DPRD dan Pemerintah Daerah akan memiliki mekanisme dan kewenangan yang jelas dalam memediasi serta menyelesaikan persoalan pertanahan secara mandiri.

Fokus pada Mitigasi dan Pencegahan

Hal menarik dari Raperda ini adalah cakupannya yang tidak hanya sekadar menyelesaikan konflik yang sudah memanas, tetapi juga mengedepankan aspek preventif.

Berikut adalah poin-poin utama yang ditekankan dalam draf Raperda:

  • Mitigasi Dini: Mendeteksi potensi sengketa lahan sebelum menjadi konflik terbuka.

  • Pencegahan: Memperbaiki sistem administrasi dan tata kelola lahan di tingkat daerah.

  • Penyelesaian Non-Litigasi: Mendorong penyelesaian konflik di tingkat daerah agar tidak selalu berakhir di proses hukum yang panjang dan mahal.

Baca Juga :  Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Menjaring Aspirasi Masyarakat

Yetro menambahkan bahwa proses pembahasan Raperda ini akan dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat. Keterlibatan publik dianggap penting agar aturan yang dihasilkan benar-benar relevan dengan fakta di lapangan.

“Masukan dari masyarakat menjadi bahan pertimbangan utama agar Raperda ini dapat menjadi acuan utama dalam penyelesaian sengketa maupun konflik yang terjadi,” imbuhnya.

Harapannya, setelah Raperda ini disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), angka konflik pertanahan di Kalimantan Tengah dapat ditekan secara signifikan, sehingga menciptakan iklim investasi yang sehat dan menjamin hak-hak masyarakat adat maupun lokal atas tanah mereka. (Ingkit)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Berita Terbaru