Alfamart & Indomaret Dilarang Masuk Desa? Ini Alasan Tegas Menkop Ferry Juliantono!

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta Alfamart dan Indomaret tak ekspansi ke desa karena mengancam keberadaan Koperasi Merah Putih [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom]

Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta Alfamart dan Indomaret tak ekspansi ke desa karena mengancam keberadaan Koperasi Merah Putih [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom]

1TULAH.COM-Gebrakan besar dilakukan oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam upaya memproteksi ekonomi arus bawah.

Secara tegas, ia meminta dua raksasa ritel modern, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (Indomaret), untuk menghentikan ekspansi atau penambahan gerai baru di wilayah pedesaan.

Langkah kontroversial ini diambil untuk memastikan perputaran uang tetap berada di desa dan tidak “terhisap” ke kota besar oleh para pemegang saham perusahaan ritel besar.

Stop Ritel Modern, Hidupkan Koperasi Desa

Menkop Ferry menilai bahwa dominasi ritel modern di pelosok selama ini menjadi saluran likuiditas yang menyedot kekayaan desa. Sebagai gantinya, ia mendorong Koperasi Desa (Kopdes) untuk mengambil peran sebagai penyedia kebutuhan harian masyarakat.

“Saya bilang stop bikin ritel modern di desa. Biarkan di desa itu koperasi yang jualan barang-barangnya,” tegas Ferry dalam bincang daring, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga :  Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Menurutnya, perbedaan mendasar terletak pada distribusi keuntungan. Jika gerai ritel modern dimiliki oleh korporasi, maka keuntungan lari ke pemilik modal. Namun, jika dikelola oleh koperasi, Sisa Hasil Usaha (SHU) akan kembali dinikmati oleh warga desa sebagai anggota.

Target Mandiri: UMKM Harus Produksi Sabun hingga Kecap

Meski membatasi ekspansi fisik bangunan, Ferry tidak menutup pintu kolaborasi. Produk yang belum mampu diproduksi secara lokal masih diperbolehkan dipasok oleh peritel modern.

Namun, ia melempar tantangan besar bagi pelaku UMKM daerah untuk mulai memproduksi kebutuhan pokok secara mandiri agar tidak bergantung pada rantai pasok nasional. Beberapa produk target tersebut meliputi:

  • Sabun dan Sampo

  • Deterjen

  • Kecap dan Sambal

Pemerintah melalui Kemenkop berkomitmen menyiapkan ekosistem mulai dari kurasi produk hingga akses pembiayaan bagi generasi muda untuk membentuk koperasi produktif yang modern dan efisien.

Proyek Ambisius: 80.000 Unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

Keseriusan pemerintah dibuktikan dengan percepatan pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh penjuru Indonesia. Proyek ini memiliki target yang masif:

Ferry menjelaskan bahwa setiap unit KDMP ditargetkan selesai dalam waktu hanya 3 bulan. Syarat utamanya adalah berdiri di atas tanah minimal 1.000 meter persegi pada titik strategis desa.

Benteng Ekonomi Kerakyatan

Kehadiran KDMP diharapkan menjadi benteng baru ekonomi kerakyatan yang mampu menyaingi efisiensi ritel modern. Dengan lokasi strategis dan sistem yang terorganisir, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat belanja, tapi juga pusat pertumbuhan ekonomi warga lokal.

“Kita ingin koperasi menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal disiplin dan tanggung jawab pelayanan prima,” pungkas Ferry. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Berita Terbaru