Pukat UGM Tagih Janji Pemerintah: RUU Perampasan Aset Butuh Aksi Nyata, Bukan Lisan!

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman. [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman. [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]

1TULAH.COM-Wacana percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali memanas setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan dorongan kuat terhadap regulasi ini.

Namun, pernyataan tersebut ditanggapi dengan catatan kritis oleh para akademisi, salah satunya dari Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM).

Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman, menegaskan bahwa komitmen lisan saja tidak cukup. Menurutnya, publik kini menantikan langkah konkret di meja legislasi.

Bukan Waktunya Janji, Pukat UGM Dorong Konsolidasi Politik

Dalam pernyataannya pada Jumat (13/2/2026), Zaenur menekankan bahwa percepatan RUU Perampasan Aset membutuhkan keberanian eksekutif dan legislatif untuk segera beraksi.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah aksi nyata dari pemerintah dan DPR untuk segera melakukan pembahasan. Ini bukan saatnya lagi untuk sekadar janji-janji,” tegas Zaenur.

Zaenur menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengonsolidasikan partai politik pendukung pemerintah. Mengingat koalisi pemerintah memegang mayoritas kursi di DPR RI, hambatan politik seharusnya bisa diminimalisir jika ada kemauan politik (political will) yang kuat dari puncak pimpinan negara.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Strategi Dual Track: Kunci Efektif Memiskinkan Koruptor

Pukat UGM menjelaskan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan satu jalur. Indonesia membutuhkan sistem “Dual Track” atau jalur ganda untuk menutup celah para koruptor:

  1. Jalur Kriminalisasi (Illicit Enrichment): Melakukan revisi pada UU Tipikor untuk mengkriminalisasi peningkatan kekayaan yang tidak sah.

  2. Jalur Perampasan Aset (Non-Conviction Based): Pengesahan RUU Perampasan Aset dengan metode in rem. Metode ini memungkinkan negara merampas aset hasil kejahatan tanpa harus menunggu pembuktian kesalahan pidana pelakunya di pengadilan (perampasan aset tanpa pemidanaan).

Metode ini dinilai sangat efektif untuk mengejar aset yang disembunyikan atau ketika pelaku melarikan diri/meninggal dunia.

Urgensi Pemulihan Kerugian Negara yang “Menguap”

Dorongan Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk mempercepat RUU ini didasari oleh data yang mengkhawatirkan. Korupsi bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi penghambat utama pembangunan nasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat kesenjangan lebar antara kerugian negara dan aset yang berhasil diselamatkan:

  • Data ICW (2013-2022): Potensi kerugian negara mencapai Rp238 triliun.

  • Data Kejaksaan Agung (2022): Kerugian negara menembus Rp310 triliun.

  • Realisasi Pengembalian: Hanya sekitar Rp1,6 triliun yang kembali ke kas negara.

Baca Juga :  Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

“Artinya, lebih dari 90 persen aset negara yang dikorupsi menguap begitu saja dan masih bisa dinikmati oleh pelaku serta kerabatnya,” ujar Gibran.

Cakupan RUU Perampasan Aset: Dari Narkotika hingga Judi Online

Jika disahkan, RUU Perampasan Aset tidak hanya menyasar kasus korupsi. Regulasi ini akan menjadi senjata ampuh untuk memberantas berbagai kejahatan lintas sektor, antara lain:

  • Pencucian Uang dan Korupsi.

  • Perdagangan Narkotika.

  • Pertambangan Ilegal (Illegal Mining).

  • Perjudian Online.

  • Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dengan pengesahan RUU ini, pemerintah berkomitmen untuk benar-benar memiskinkan koruptor dan mengembalikan kekayaan negara demi kepentingan masyarakat luas.

Apakah Anda setuju RUU Perampasan Aset segera disahkan bulan ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Berita Terbaru

Sekda Mura, Lynda Kristiane, saat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Jamkrida Kalimantan Tengah Tahun 2026 secara daring melalui Zoom dari Aula A Kantor Bupati Mura, Jumat (30/10/2026).

Berita

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:32 WIB