Satu Kolam Isinya Jenazah Semua, dr Gia Pratama Ceritakan Ngerinya Praktikum Anatomi di FK

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Pengakuan Dokter tentang Jenazah ODGJ Dijual ke Fakultas Kedokteran. (YouTube/Raditya Dika)

Viral Pengakuan Dokter tentang Jenazah ODGJ Dijual ke Fakultas Kedokteran. (YouTube/Raditya Dika)

1TULAH.COM-Dunia maya baru-baru ini dikejutkan oleh pengakuan blak-blakan seorang praktisi medis ternama, dr Gia Pratama, dalam sebuah bincang-bincang di kanal YouTube Raditya Dika.

Topik yang dibahas tergolong cukup sensitif namun sangat edukatif, yakni mengenai asal-usul jenazah yang digunakan mahasiswa kedokteran untuk praktikum anatomi, atau yang dikenal secara medis sebagai Cadaver.

Informasi ini mengungkap sisi lain dari dunia pendidikan kedokteran yang jarang diketahui publik, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana calon dokter mempelajari kompleksitas tubuh manusia.

Dari Mana Fakultas Kedokteran Mendapatkan Cadaver?

Dalam penjelasannya, dr Gia mengungkapkan realitas mengenai bagaimana fakultas kedokteran (FK) di Indonesia memperoleh bahan ajar biologis tersebut. Mengingat di Indonesia sangat jarang individu yang secara sukarela mendonorkan tubuhnya untuk ilmu pengetahuan, pihak kampus memiliki jalur legal lain.

Salah satu sumber utamanya adalah:

  • Jenazah Tanpa Identitas: Orang telantar yang meninggal di jalanan.

  • Jenazah ODGJ: Orang Dengan Gangguan Jiwa yang tidak memiliki keluarga.

Pihak otoritas dapat menyerahkan jenazah tersebut ke lembaga pendidikan jika dalam kurun waktu dua minggu tidak ada anggota keluarga yang menjemput atau mengklaim jenazah tersebut.

Baca Juga :  Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Mekanisme Distribusi dan Payung Hukum

Terkait proses distribusinya, dr Gia menyebutkan adanya mekanisme yang melibatkan biaya tertentu atau sistem yang menyerupai lelang antar institusi.

“Dikasih atau dilelang fakultas-fakultas kedokteran buat belajar mahasiswa. Ada penjualan juga sih, dijual memang itu kan buat bahan belajar ya Bang, jadi alasan akademis mah boleh,” jelas dr Gia.

Hal ini dilakukan karena setiap dari hampir 50 Fakultas Kedokteran di Indonesia wajib memiliki cadaver sebagai sarana belajar utama. Praktik ini ditegaskan memiliki payung hukum yang kuat selama tujuannya murni untuk kepentingan ilmiah dan akademis.

Realitas di Laboratorium: “Satu Kolam Formalin”

Proses pemanfaatan jenazah di laboratorium anatomi sangatlah intensif. Jenazah-jenazah tersebut diawetkan dalam cairan kimia khusus agar bisa digunakan dalam jangka waktu lama. dr Gia menceritakan pengalamannya yang berkesan saat masih menjadi mahasiswa.

  • Proses Pengawetan: Jenazah disimpan dalam kolam formalin besar.

  • Metode Belajar: Mahasiswa mengambil jenazah, meletakkannya di atas meja bedah, dan mempelajarinya bagian demi bagian hingga menyisakan tulang.

  • Tujuan Utama: Memahami bentuk nyata organ tubuh, seperti katup jantung hingga pembuluh darah aorta, yang tidak bisa dipahami secara mendalam hanya melalui buku teks.

Baca Juga :  Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Perasaan Campur Aduk Para Calon Dokter

Bagi para calon dokter, pertemuan pertama dengan cadaver adalah momen yang sangat emosional. Ada rasa takut, geli, namun juga hormat yang mendalam.

“Geli, takut, semua campur aduk itu perasaan. Tapi seiring berjalannya waktu, malah takjubnya luar biasa,” ungkap dr Gia.

Pada akhirnya, penggunaan cadaver bertujuan mulia: agar dokter masa depan dapat menghargai kompleksitas tubuh manusia sebagai ciptaan Tuhan yang luar biasa. Hal ini pula yang memantapkan langkah dr Gia menjadi dokter, sesuai pesan sang ibu untuk mengagumi keajaiban tubuh manusia.

Penggunaan cadaver merupakan bagian tak terpisahkan dari dedikasi dunia medis untuk melahirkan dokter yang kompeten. Meskipun bersumber dari jenazah tanpa identitas atau ODGJ, proses ini dilakukan dengan prosedur legal dan rasa hormat yang tinggi demi kemajuan ilmu pengetahuan manusia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi
Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Berita Terbaru

Sekda Mura, Lynda Kristiane, saat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Jamkrida Kalimantan Tengah Tahun 2026 secara daring melalui Zoom dari Aula A Kantor Bupati Mura, Jumat (30/10/2026).

Berita

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:32 WIB