Miliki 16 Subspesies Pisang Liar, Indonesia Jadi Kunci Masa Depan Pangan Dunia

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BRIN Arif Satria. [Suara.com/Novian]

Kepala BRIN Arif Satria. [Suara.com/Novian]

1TULAH.COM-Indonesia kembali memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam riset global. Melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia resmi menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Kedua Program Riset Pemuliaan Pisang yang diselenggarakan di Bogor pada 9 Februari 2026.

Pertemuan internasional bertajuk “Collection, Characterization and Pre-breeding Wild Bananas” ini merupakan model kemitraan global yang ambisius. Fokus utamanya adalah mengatasi tantangan ketahanan pangan dunia serta pelestarian keragaman hayati melalui riset mendalam pada komoditas pisang.

Menyelamatkan Pisang dari Kepunahan

Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan kebanggaannya atas keterlibatan aktif Indonesia dalam proyek ini. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar riset biasa, melainkan upaya penyelamatan plasma nutfah pisang dari ancaman kepunahan.

“BRIN menyatukan para peneliti dengan keahlian luas dalam biologi, genetika, dan pemuliaan pisang, serta pengetahuan mendalam tentang keanekaragaman pisang liar Indonesia,” ujar Arif Satria dilansir dari Antara.

Baca Juga :  Pengawasan Beras SPHP Kalimantan Tengah untuk Jamin Mutu dan Keamanan Pangan

Indonesia sendiri diakui dunia sebagai salah satu pusat asal (center of origin) keanekaragaman pisang. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki spesies pisang liar dengan total 16 subspesies. Kekayaan genetik ini menjadi modal vital untuk menciptakan varietas yang lebih tahan penyakit dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Peresmian BIND Center: Hub Kolaborasi Dunia

Momen bersejarah dalam pertemuan ini adalah peresmian Banana Innovation, Network, Database (BIND) Center. Pusat inovasi ini diproyeksikan menjadi “otak” kolaborasi riset pisang di level internasional.

Fungsi Utama BIND Center:

  • Pusat Kolaborasi: Wadah interaksi peneliti lintas negara untuk pengembangan teknologi pemuliaan.

  • Integrasi Data (INA-BAN): Luaran riset akan diintegrasikan ke dalam database komprehensif bernama INA-BAN.

  • Strategi Jangka Panjang: Mendukung keberlanjutan program pemuliaan bahkan setelah masa proyek berakhir.

Arif Satria berharap BIND Center mampu memosisikan Indonesia sebagai kontributor utama dalam penelitian pisang global secara permanen.

Baca Juga :  Resmi! TPG Guru Madrasah Mulai Cair Bertahap Mulai Maret 2026

Kolaborasi Peneliti Lintas Benua

Agenda besar ini dihadiri oleh pakar-pakar ternama dari institusi riset dan pendidikan papan atas, baik dari dalam maupun luar negeri.

Mitra Nasional:

  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

  • IPB University

  • Universitas Padjadjaran (Unpad)

Mitra Internasional:

Daftar negara dan institusi yang terlibat menunjukkan betapa strategisnya posisi Indonesia:

  • Australia: University of Queensland

  • Belanda: Wageningen University Research

  • Belgia: Meise Botanic Gardens & Alliance of Bioversity International & CIAT

  • Republik Ceko: Institute of Experimental Botany

  • Nigeria: International Institute of Tropical Agriculture (IITA)

Langkah BRIN dalam memfasilitasi riset pemuliaan pisang liar ini menjadi bukti bahwa kekayaan sumber daya genetik Indonesia adalah fondasi ilmiah yang tak ternilai.

Dengan adanya BIND Center, Indonesia tidak hanya menjaga warisan alamnya, tetapi juga memimpin solusi atas krisis pangan global di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Momen Buka Puasa Bersama di Makodim 1012/Buntok: Wujud Kebersamaan TNI, Forkopimda, dan Masyarakat
Pemkab Murung Raya Laporkan Realisasi APBD 2025, Begini Kata Wabup
Ketegangan Timur Tengah Memuncak! Iran Lancarkan Gelombang Serangan Rudal Balasan ke-28 ke Israel
KPK Periksa ASN Bea Cukai dan Pegawai Perusahaan Importir Dugaan Kasus Korupsi
KPK Periksa Ulang Budi Karya Sumadi Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA
Pemkab Murung Raya Komitmen Perkuat Pertanian Lewat Raperda Kelompok Tani
Jalan di Barito Selatan Rusak Parah, DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Pemda Segera Perbaiki
Stop Kriminalisasi! Komnas HAM Temukan Keterlibatan Aparat Prematur di Sengketa Tanah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:51 WIB

Momen Buka Puasa Bersama di Makodim 1012/Buntok: Wujud Kebersamaan TNI, Forkopimda, dan Masyarakat

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:17 WIB

Pemkab Murung Raya Laporkan Realisasi APBD 2025, Begini Kata Wabup

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:11 WIB

Ketegangan Timur Tengah Memuncak! Iran Lancarkan Gelombang Serangan Rudal Balasan ke-28 ke Israel

Senin, 9 Maret 2026 - 19:02 WIB

KPK Periksa ASN Bea Cukai dan Pegawai Perusahaan Importir Dugaan Kasus Korupsi

Senin, 9 Maret 2026 - 18:58 WIB

KPK Periksa Ulang Budi Karya Sumadi Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA

Senin, 9 Maret 2026 - 18:02 WIB

Pemkab Murung Raya Komitmen Perkuat Pertanian Lewat Raperda Kelompok Tani

Senin, 9 Maret 2026 - 16:10 WIB

Jalan di Barito Selatan Rusak Parah, DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Pemda Segera Perbaiki

Senin, 9 Maret 2026 - 15:48 WIB

Stop Kriminalisasi! Komnas HAM Temukan Keterlibatan Aparat Prematur di Sengketa Tanah

Berita Terbaru

W alias Y, tersangka penganiaya ayah kandung di Ampah, Kabupaten Barito Timur.(Foto : Humas Polres Barito Timur)

TAMIANG LAYANG

Pria di Ampah Aniaya Ayah Kandung dengan Badik, Pelaku Diamankan Polisi

Selasa, 10 Mar 2026 - 19:38 WIB