HPN 2026: Menjaga Nurani Jurnalisme di Tengah Ancaman Disrupsi AI dan Algoritma

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) A. Muhaimin Iskandar hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan HPN 2026 di Serang, Banten, Senin (9/2/2026). [Suara.com/Lilis

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) A. Muhaimin Iskandar hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan HPN 2026 di Serang, Banten, Senin (9/2/2026). [Suara.com/Lilis

1TULAH.COM-Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantam industri media menjadi sorotan dalam Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Di tengah tekanan ekonomi dan disrupsi digital, pemerintah mengakui ekosistem media nasional sedang tidak baik-baik saja.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) A. Muhaimin Iskandar hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan HPN 2026 di Serang, Banten, Senin (9/2/2026). Dalam pidatonya, pria yang akrab Cak Imin itu menyinggung langsung realitas pahit yang kini dihadapi banyak perusahaan pers.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama Dewan Pers serta kementerian terkait tengah mendorong pembangunan ekosistem ekonomi media yang sehat.

“Nanti tentu kolaborasi terus dijalankan, nanti ada usulan dari Dewan Pers, ada distribusi iklan yang merata misalnya. Tentu kita harus dukung mulai dari regulasinya sampai pada aspek-aspek teknisnya,” katanya.

Di sisi lain, Cak Imin juga mengingatkan bahwa disrupsi teknologi informasi membawa dua wajah sekaligus bagi dunia pers. Kemajuan digital membuka peluang besar, tetapi juga menyimpan risiko serius terhadap kualitas publik.

Baca Juga :  Melalui Safari Ramadan, Pemkab Mura Perkuat Ukhuwah dan Kebersamaan dengan Warga

Menurutnya, perkembangan dunia saat ini juga tidak lagi sekadar bergerak, melainkan dinavigasi oleh informasi, data, dan algoritma. Dalam kondisi itu, jurnalisme memegang peran krusial sebagai penjaga batas antara fakta dan rekayasa melalui proses verifikasi yang beretika.

“Jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma. Perkembangan AI dan teknologi digital tidak boleh menghisap nilai-nilai jurnalisme, apalagi merusak ekonomi media massa. Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti nurani,” ujar Cak Imin.

Ia menilai pers yang hanya mengandalkan kecepatan dan kecanggihan teknologi tanpa basis data bermutu akan kehilangan makna sekaligus kepercayaan publik. Karena itu, Muhaimin menekankan pentingnya jurnalisme yang human-centered, tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, jujur, dan memberi arah bagi masyarakat.

Cak Imin juga menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Dengan lebih dari 80 persen penduduk terhubung internet dan konsumsi media sosial yang tinggi, kualitas informasi menjadi faktor penentu stabilitas sosial, ekonomi, dan kohesi kebangsaan.

Baca Juga :  Perang AS-Iran dan Rusia-Ukraina: Skenario Terburuk Kiamat Energi di Benua Biru

Pemerintah, kata dia, memastikan pers tetap mendapatkan dukungan di tengah guncangan disrupsi digital. Kebijakan akan terus diperkuat agar industri pers memiliki keadilan ekonomi dan ruang hidup yang berkelanjutan.

“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan agar media massa tetap menikmati mata rantai ekonomi yang adil, sehingga jurnalisme berkualitas dapat terus hidup, menjadi suluh demokrasi dan menjaga akal sehat seluruh masyarakat bangsa kita,” ucapnya.

Ia pun mengajak insan pers untuk menjaga etika, melindungi martabat manusia, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi transformasi digital.

Sebagai informasi, Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari. Pada 2026, Provinsi Banten ditetapkan sebagai tuan rumah dengan tema ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat’, yang menegaskan kembali posisi pers sebagai pilar strategis di tengah tekanan ekonomi dan disrupsi teknologi. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Momen Buka Puasa Bersama di Makodim 1012/Buntok: Wujud Kebersamaan TNI, Forkopimda, dan Masyarakat
Pemkab Murung Raya Laporkan Realisasi APBD 2025, Begini Kata Wabup
Ketegangan Timur Tengah Memuncak! Iran Lancarkan Gelombang Serangan Rudal Balasan ke-28 ke Israel
KPK Periksa ASN Bea Cukai dan Pegawai Perusahaan Importir Dugaan Kasus Korupsi
KPK Periksa Ulang Budi Karya Sumadi Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA
Pemkab Murung Raya Komitmen Perkuat Pertanian Lewat Raperda Kelompok Tani
Jalan di Barito Selatan Rusak Parah, DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Pemda Segera Perbaiki
Stop Kriminalisasi! Komnas HAM Temukan Keterlibatan Aparat Prematur di Sengketa Tanah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:51 WIB

Momen Buka Puasa Bersama di Makodim 1012/Buntok: Wujud Kebersamaan TNI, Forkopimda, dan Masyarakat

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:17 WIB

Pemkab Murung Raya Laporkan Realisasi APBD 2025, Begini Kata Wabup

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:11 WIB

Ketegangan Timur Tengah Memuncak! Iran Lancarkan Gelombang Serangan Rudal Balasan ke-28 ke Israel

Senin, 9 Maret 2026 - 19:02 WIB

KPK Periksa ASN Bea Cukai dan Pegawai Perusahaan Importir Dugaan Kasus Korupsi

Senin, 9 Maret 2026 - 18:58 WIB

KPK Periksa Ulang Budi Karya Sumadi Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA

Senin, 9 Maret 2026 - 18:02 WIB

Pemkab Murung Raya Komitmen Perkuat Pertanian Lewat Raperda Kelompok Tani

Senin, 9 Maret 2026 - 16:10 WIB

Jalan di Barito Selatan Rusak Parah, DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Pemda Segera Perbaiki

Senin, 9 Maret 2026 - 15:48 WIB

Stop Kriminalisasi! Komnas HAM Temukan Keterlibatan Aparat Prematur di Sengketa Tanah

Berita Terbaru

W alias Y, tersangka penganiaya ayah kandung di Ampah, Kabupaten Barito Timur.(Foto : Humas Polres Barito Timur)

TAMIANG LAYANG

Pria di Ampah Aniaya Ayah Kandung dengan Badik, Pelaku Diamankan Polisi

Selasa, 10 Mar 2026 - 19:38 WIB