Tegaskan Sikap Non-Blok, Presiden Prabowo: Kita Tidak Akan Ikut Pakta Militer Mana Pun!

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden]

Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden]

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan posisi geopolitik Indonesia di kancah internasional.

Dalam arahannya, Prabowo memastikan bahwa Indonesia tetap setia pada garis politik luar negeri bebas aktif dan gerakan non-blok (non-aligned) demi menjaga kedaulatan bangsa.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).

Filosofi “Seribu Kawan Terlalu Sedikit”

Sebagai mandataris rakyat yang meneruskan warisan para pendiri bangsa, Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus bersahabat dengan semua negara tanpa harus memihak pada kekuatan militer tertentu.

“Saya menjalankan politik luar negeri yang menganut garis kita bebas aktif tapi non-aligned, non-blok. Kita tidak akan ikut pakta militer mana pun,” tegas Prabowo di depan ribuan kepala daerah dan pejabat pusat.

Prabowo memegang teguh filosofi diplomasi yang menjadi ciri khasnya: “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.” Menurutnya, memiliki musuh bukanlah pilihan bagi Indonesia.

Baca Juga :  Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Konsekuensi Non-Blok: Harus Mandiri dan Kuat

Meski memilih jalur damai, Prabowo mengingatkan bahwa sikap non-blok memiliki konsekuensi yang berat. Tanpa bergabung dengan pakta militer, Indonesia tidak bisa bergantung pada bantuan negara lain jika kedaulatan terancam.

“Kalau kita diancam, kalau kita diserang tidak akan ada yang bantu kita. Percaya sama saya, nobody is going to help us,” ujarnya dengan nada serius.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada semangat Bung Karno dan Panglima Besar Sudirman, yaitu Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

“Kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri,” tambah Presiden.

Realita Dunia: “Yang Kuat Berbuat, Yang Lemah Menderita”

Prabowo memberikan pandangan realistis mengenai kondisi geopolitik global. Ia menyebut dunia saat ini bukanlah tempat yang ideal. Menurutnya, berlaku hukum di mana pihak yang kuat cenderung bertindak sesuka hati, sementara pihak yang lemah harus menanggung penderitaan.

Baca Juga :  Kemenkes RI Soroti Maraknya Promosi Vape di Medsos

Sebagai Presiden, Prabowo mengaku harus tetap tenang dan diplomatis meski situasi dunia terkadang memicu gejolak emosi.

“Kita tidak bisa emosional. Kita tidak bisa terlalu idealis karena yang berlaku adalah dunia nyata. Kita sudah memilih akan baik sama semua untuk melindungi rakyat kita,” jelasnya.

Siap Perang untuk Menjaga Perdamaian

Menutup arahannya, Presiden mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia selalu menjadi incaran kekuatan asing sejak zaman kolonial—mulai dari Belanda, Portugis, hingga Jepang. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa gangguan terhadap Indonesia selalu ada.

Prabowo mengutip prinsip klasik “Si Vis Pacem, Para Bellum”: Jika mendambakan perdamaian, maka harus siap menghadapi peperangan.

“Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang. Kita tidak niat mengancam siapa-siapa, tapi selalu mereka ganggu kita karena kekayaan kita,” pungkas Prabowo. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 13:23 WIB

Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Berita Terbaru