Dendam Lama Sejak 1989, Perang Kelompok di Makassar Pecah di Dekat Masjid Al-Markaz

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Perang kelompok antar lorong di Kecamatan Tallo, kota Makassar kembali pecah dan menelan korban [Suara.com/Istimewa]

Ilustrasi: Perang kelompok antar lorong di Kecamatan Tallo, kota Makassar kembali pecah dan menelan korban [Suara.com/Istimewa]

1TULAH.COM-Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di tengah konflik antar kelompok di Kota Makassar.

Seorang warga dilaporkan tewas setelah terkena anak panah (busur) saat berusaha melerai tawuran pemuda yang pecah di kawasan Kandea, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Korban yang diketahui bernama Basir Daeng Ngalle (40), menghembuskan napas terakhir setelah anak panah menancap tepat di bagian dadanya. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka serius yang dideritanya.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Rencana Pembakaran Mobil

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, tawuran ini dipicu oleh kedatangan sekelompok pemuda dari Jalan Layang yang memasuki wilayah Kampung Sapiria pada Jumat (30/1/2026).

Saksi berinisial JHD mengungkapkan bahwa ada sekitar enam orang terduga pelaku yang membawa senjata tajam, parang, hingga bensin. Mereka diduga berencana membakar dua mobil warga yang terparkir di samping SD Inpres Baraya 2.

Baca Juga :  Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung

“Mereka memang masuk ke sini, mau bakar mobil. Mereka membawa bensin, jumlahnya enam orang, bawa busur panah juga ada parang,” ujar JHD.

Aksi tersebut memicu perlawanan dari warga setempat hingga perang kelompok tidak terhindarkan di area Kanal Kandea, dekat Masjid Al-Markaz Al-Islami.

Niat Mulia Berujung Maut

Di tengah hujan anak panah dan serangan senjata tajam, Basir Daeng Ngalle mencoba mengambil inisiatif untuk menghentikan pertikaian. Ia berada di garis depan guna menghalau para pemuda agar konflik tidak meluas.

Namun nahas, saat sedang berusaha menyuruh mundur massa, sebuah anak panah melesat dan mengenai dadanya. Korban tersungkur di tengah kerumunan massa yang saling serang.

Polisi Buru Pelaku dan Siagakan Personel

Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, mengonfirmasi bahwa kasus ini tengah dalam penanganan serius pihak kepolisian. Tim gabungan dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulsel, dan Polsek Tallo telah dikerahkan ke lokasi.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10

“Masih penyelidikan. Anggota masih di lapangan untuk mengumpulkan bahan keterangan dan mengejar pelakunya,” tutur AKBP Devi Sujana, Sabtu (31/1/2026).

Untuk mencegah terjadinya aksi balas dendam atau tawuran susulan, pihak kepolisian kini menempatkan personel di titik-titik rawan konflik. Polisi juga mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan memercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian,” tambahnya.

Konflik Menahun Sejak Tahun 1989

Tawuran antara pemuda Kampung Sapiria dan Jalan Layang bukanlah hal baru. Pertikaian kedua wilayah ini tercatat memiliki akar sejarah yang sangat panjang, yakni sejak tahun 1989.

Selama berpuluh-puluh tahun, konflik ini telah berulang kali mengakibatkan:

  • Pembakaran rumah warga.

  • Perusakan kendaraan bermotor.

  • Luka-luka hingga jatuhnya korban jiwa.

Meski berbagai upaya perdamaian sering dilakukan, bara konflik antar kampung ini kerap kembali menyala hanya karena masalah sepele yang berujung pada tindakan anarkis. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah
Ancaman di Balik Energi Terbarukan: Mengapa PSN Berlabel Hijau Memicu Konflik Agraria?
Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10
DPRD Kalteng Sambut Baik Rencana Tambahan TKD Rp20,5 Triliun, Angin Segar Bagi Gaji ASN dan Pelayanan Publik
Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan
Eks Menag Gus Yaqut Didakwa Terima USD 271.500 dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp622 Miliar
Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan
KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana Melalui Nominee
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:35 WIB

Ancaman di Balik Energi Terbarukan: Mengapa PSN Berlabel Hijau Memicu Konflik Agraria?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:29 WIB

DPRD Kalteng Sambut Baik Rencana Tambahan TKD Rp20,5 Triliun, Angin Segar Bagi Gaji ASN dan Pelayanan Publik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:28 WIB

Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:21 WIB

KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana Melalui Nominee

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Digelar 8 Hari di Tamiang Layang, Bartim Expo 2026 Jadi Ajang Dorong Ekonomi Daerah

Berita Terbaru