Gunakan Konsep Boarding School, Sekolah Rakyat Kemensos Siapkan Generasi Berkarakter

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamensos Agus Jabo Priyono menyatakan dari target awal pembangunan 104 titik Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini jumlahnya terus ditambah (Dok: Kemensos)

Wamensos Agus Jabo Priyono menyatakan dari target awal pembangunan 104 titik Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini jumlahnya terus ditambah (Dok: Kemensos)

1TULAH.COM-Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya peran media dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dalam acara Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026, ia mengajak insan pers untuk aktif menyebarluaskan informasi mengenai Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif ambisius untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.

“Ini yang perlu dikabarkan oleh PWI ke seluruh rakyat Indonesia, bahwa Presiden sedang membangun Sekolah Rakyat permanen untuk memutuskan kemiskinan,” ujar Agus Jabo di Pusdiklat Bela Negara Kemhan, Bogor, Jumat (30/1/2026).

Progres Pembangunan: Dari Rintisan Menuju 200 Titik Permanen

Program Sekolah Rakyat saat ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, telah terdapat 166 Sekolah Rakyat rintisan yang menampung 15.594 siswa dari kategori keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan fisik sekolah permanen. Meski target awal tahun ini adalah 104 titik, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan hingga dua kali lipat.

  • Target Tahun Ini: Meningkat dari 104 menjadi 200 titik sekolah permanen.

  • Visi Indonesia Emas 2045: Target jangka panjang pembangunan 500 sekolah rakyat permanen.

  • Kapasitas: Setiap sekolah dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa.

Baca Juga :  Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Fasilitas dan Standar Lahan

Untuk menunjang kualitas pendidikan dan kehidupan siswa, Sekolah Rakyat dibangun dengan konsep asrama (boarding school). Kemensos mensyaratkan luas lahan minimal 6,8 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Lahan tersebut nantinya akan mencakup berbagai fasilitas utama:

  • Ruang kelas modern.

  • Asrama siswa.

  • Dapur umum dan tempat makan.

  • Tempat ibadah.

  • Sarana pendukung lainnya.

3 Pilar Utama Pendidikan Sekolah Rakyat

Agus Jabo menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pembebasan biaya pendidikan, tetapi juga pada pengembangan kualitas manusia secara utuh. Ada tiga target utama yang ingin dicapai:

  1. Mencetak Generasi Cerdas: Memastikan anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan akses sains dan pengetahuan setara dengan sekolah unggulan.

  2. Membentuk Karakter dan Jiwa Bangsa: Melalui sistem asrama, siswa dididik untuk disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki rasa nasionalisme yang kuat.

  3. Penguasaan Keterampilan (Skill): Memberikan bekal keahlian praktis agar lulusan siap bekerja atau berwirausaha secara mandiri.

“Presiden ingin mereka tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga memiliki karakter yang kokoh dan keterampilan yang nyata sebagai bekal masa depan,” tambah Wamensos.

Pemberdayaan Keluarga: Solusi Komprehensif

Keunikan dari program ini adalah pendekatan holistiknya. Selain memberikan pendidikan gratis bagi anak, keluarga siswa juga turut diberdayakan. Langkah ini diambil agar pemulihan ekonomi keluarga berjalan beriringan dengan pendidikan anak, sehingga keluarga tersebut bisa keluar dari jerat kemiskinan secara permanen.

Baca Juga :  Skandal Chat Mesum FH UI: 16 Mahasiswa Terseret, Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

Peran Strategis PWI

Menutup arahannya, Agus Jabo berharap PWI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengamplifikasi program ini.

Kecepatan informasi diharapkan mampu menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat bahwa negara hadir untuk menjamin masa depan anak-anak kurang mampu. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 13:23 WIB

Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Berita Terbaru