Tegas! Satgas PKH Beri Sinyal Tambah Daftar Perusahaan yang Dicabut Izin Usahanya

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak. (Antara/Rizka Khaerunnisa)

Juru Bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak. (Antara/Rizka Khaerunnisa)

1TULAH.COM-Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menunjukkan taringnya dalam menjaga kelestarian ekosistem nasional.

Hingga awal tahun 2026, Satgas menegaskan bahwa daftar perusahaan yang dicabut izin usahanya kemungkinan besar akan terus bertambah seiring dengan investigasi yang sedang berlangsung.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa pemanfaatan lahan hutan dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan tidak merugikan negara maupun lingkungan.

28 Perusahaan Sudah Dicabut Izin Usahanya

Saat ini, Satgas PKH telah resmi mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran berat dalam pemanfaatan hutan. Fokus penertiban awal ini mencakup tiga wilayah strategis di Pulau Sumatera, yaitu:

  • Aceh

  • Sumatera Utara

  • Sumatera Barat

Pencabutan ini dilakukan setelah melalui proses audit dan pembuktian pelanggaran administrasi maupun operasional di lapangan.

Investigasi Tanpa Batas Waktu

Juru Bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, menyampaikan bahwa angka 28 perusahaan tersebut hanyalah permulaan. Mengingat Satgas PKH baru saja dibentuk pada 21 Januari 2025, capaian ini dinilai sebagai langkah awal yang progresif.

Baca Juga :  Transformasi Digital Birokrasi, Heriyus Ajak ASN Bangun Budaya Kerja Modern

“Jadi tidak terbatas pada 28, tapi baru 28 ini karena inilah capaian yang baru dilakukan. Satgas ini bekerja tanpa batas waktu,” ujar Barita di Kejaksaan Agung (27/1/2026).

Barita menegaskan bahwa siapa pun subjek hukum—baik korporasi maupun individu—yang melakukan aktivitas bisnis di kawasan hutan secara ilegal akan didalami.

Selama ditemukan bukti pelanggaran, Satgas tidak akan ragu untuk melakukan penindakan hukum.

Mengapa Jumlah Perusahaan yang Melanggar Bisa Bertambah?

Ada beberapa alasan mengapa publik perlu mengantisipasi penambahan daftar hitam perusahaan kehutanan ini:

  1. Pendalaman Masih Berlangsung: Saat ini, tim investigator masih melakukan penyidikan mendalam terhadap sejumlah laporan pelanggaran di berbagai wilayah lain di Indonesia.

  2. Transparansi dan Akuntabilitas: Satgas berkomitmen untuk menginformasikan setiap perkembangan penyidikan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kerja.

  3. Luasnya Kawasan Hutan: Dengan wilayah hutan Indonesia yang sangat luas, potensi penertiban masih terbuka lebar di provinsi-provinsi lain di luar Sumatera.

Baca Juga :  Benarkah Babinsa dan Bhabinkamtibmas Akan Menarik Pajak? Simak Penjelasan Resmi DJP dan Pakar UGM

Menuju Penegakan Hukum Pidana

Hingga saat ini, Satgas PKH belum merilis angka pasti mengenai perusahaan yang akan dibawa ke ranah pidana. Semua masih dalam tahap proses penyidikan.

“Ini berkaitan dengan proses penyidikan, kita tidak bisa menentukan jumlah pastinya sekarang. Kita tunggu perkembangannya,” tambah Barita. Hal ini menunjukkan bahwa Satgas mengedepankan ketelitian agar proses hukum yang diambil nantinya kuat secara legal formal.

Kehadiran Satgas PKH menjadi sinyal peringatan keras bagi para pelaku usaha di sektor kehutanan. Pemerintah tidak lagi memberikan ruang bagi praktik-praktik ilegal yang merusak hutan. Dengan prinsip transparansi, masyarakat diharapkan terus mengawal kinerja Satgas demi masa depan hutan Indonesia yang lebih baik. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Persiapan HUT Murung Raya Dimaksimalkan, Hiburan Rakyat Hadirkan Band Ungu 
Kaesang Masuk Bursa Caleg Jateng V 2029, Berhadapan Langsung dengan Basis PDIP
KPK Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Tahanan Febrie Adriansyah
Lima Tersangka Ditetapkan Polisi Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan
DP3ADALDUKKB Mura Fokus Cegah Kasus Baru Stunting melalui Penguatan Kader
Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kalteng: Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan Berlapis demi Petani
Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun
Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:30 WIB

Persiapan HUT Murung Raya Dimaksimalkan, Hiburan Rakyat Hadirkan Band Ungu 

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:31 WIB

Kaesang Masuk Bursa Caleg Jateng V 2029, Berhadapan Langsung dengan Basis PDIP

Senin, 27 Juli 2026 - 22:09 WIB

KPK Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Tahanan Febrie Adriansyah

Senin, 27 Juli 2026 - 22:08 WIB

Lima Tersangka Ditetapkan Polisi Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan

Senin, 27 Juli 2026 - 18:29 WIB

Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kalteng: Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan Berlapis demi Petani

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun

Senin, 27 Juli 2026 - 11:51 WIB

Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 11:43 WIB

Potret Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja di Pernikahan Putra Boy Thohir

Berita Terbaru