Menlu Sugiono Tegaskan Board of Peace Sebagai Jalan Menuju Kemerdekaan Palestina

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Sugiono. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]

Menteri Luar Negeri Sugiono. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]

1TULAH.COM-Di tengah dinamika politik global yang kian kompleks, langkah berani diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam menyikapi konflik di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, secara resmi memberikan penjelasan mendalam mengenai keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Indonesia menegaskan bahwa keanggotaan ini bukan sekadar partisipasi simbolis, melainkan langkah strategis untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari dalam sistem.

Lebih dari Sekadar Mengecam: Langkah Nyata di Dewan Perdamaian

Selama puluhan tahun, diplomasi banyak negara terhadap konflik Palestina-Israel sering kali terbatas pada pernyataan kecaman dan retorika politik. Namun, melalui BoP, Indonesia memilih pendekatan yang lebih tangible (nyata) dan pragmatis.

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa posisi Indonesia di dalam Dewan Perdamaian bertujuan untuk memberikan pengaruh langsung terhadap kebijakan yang akan diambil.

“Indonesia ingin memberikan masukan saran pertimbangan dan memastikan semua arahnya tercapai: kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara (two-state solution) benar-benar terwujud,” tegas Sugiono di Bad Ragaz, Swiss (23/1/2026).

Apa Itu Board of Peace (BoP)?

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai fungsi dan tugas badan internasional ini. Berdasarkan penjelasan Menlu Sugiono, berikut adalah poin-poin utama mengenai Board of Peace:

  • Tugas Utama: Memonitor administrasi, stabilitas, dan upaya rehabilitasi pasca-konflik, khususnya di wilayah Gaza dan Palestina secara umum.

  • Sifat Badan: BoP dirancang sebagai badan yang bersifat teknokratik, termasuk melibatkan perwakilan dari pihak Palestina untuk memastikan kepentingan warga lokal terpenuhi.

  • Latar Belakang: Terbentuk dari rangkaian pertemuan negara-negara Islam yang bersepakat untuk melibatkan dunia internasional demi menciptakan perdamaian yang permanen.

Baca Juga :  Polri Siap Berantas Oknum Haji Ilegal Melalui Satgas Haji

Piagam (Charter) BoP sendiri baru saja ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto di sela-sela agenda World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Mengapa Indonesia Memilih Bergabung Sekarang?

Keputusan Indonesia untuk bergabung memang terkesan cepat, namun Menlu Sugiono menekankan bahwa hal ini telah melalui pertimbangan yang matang dari Presiden Prabowo. Ada beberapa faktor kunci yang melatarbelakangi keputusan ini:

1. Kesempatan yang Realistis

Menlu menilai bahwa saat ini tidak ada alternatif lain yang lebih efektif dalam menghentikan eskalasi konflik di Gaza selain melalui keterlibatan langsung dalam badan internasional yang memiliki pengaruh besar terhadap peta jalan perdamaian.

2. Memberi Kesempatan pada Perdamaian

Mengutip arahan Presiden Prabowo, Sugiono menyatakan bahwa dunia harus memberikan “kesempatan pada perdamaian”. Bergabungnya Indonesia adalah bentuk optimisme bahwa jalur negosiasi teknokratik dapat membuahkan hasil yang berbeda dari jalur diplomasi tradisional yang seringkali buntu.

Baca Juga :  Gugat Legitimasi Paus Leo XIV, Donald Trump Picu Kemarahan Internasional dan Kecaman Iran

3. Peran Aktif Sejak Awal

Indonesia bukanlah “orang baru” dalam urusan Palestina. Sejak awal konflik, RI konsisten berada di garis depan dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan dukungan politik. Dengan bergabung di BoP, Indonesia tetap berada di dalam proses penentuan keputusan internasional.

Fokus Utama: Rehabilitasi Gaza dan Kemerdekaan Palestina

Keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian membawa misi besar, yaitu memastikan proses rehabilitasi pasca-konflik di Gaza berjalan adil. Indonesia berkomitmen untuk terus menyuarakan hak-hak rakyat Palestina agar proses stabilisasi tidak justru merugikan kedaulatan mereka.

“Kehadiran Board of Peace ini merupakan sesuatu yang sifatnya nyata dalam rangka mencapai kemerdekaan Palestina,” pungkas Sugiono.

Langkah ini menandai babak baru diplomasi Indonesia yang lebih proaktif dan “langsung ke jantung persoalan”, dengan harapan besar bahwa masa depan Palestina yang merdeka dan berdaulat dapat segera terwujud melalui mediasi internasional yang inklusif.

Bagaimana menurut Anda mengenai langkah diplomasi “jalur dalam” yang diambil Indonesia ini? (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting
Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 
Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX
Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO
Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:36 WIB

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Senin, 20 April 2026 - 16:39 WIB

Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 11:18 WIB

21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Senin, 20 April 2026 - 06:31 WIB

Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Minggu, 19 April 2026 - 20:57 WIB

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Berita Terbaru

Wabup Rahmanto Muhidin, saat memimpin rapat koordinasi TPPS tahun 2026 yang digelar di Aula Setda Gedung A Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Senin, 20 Apr 2026 - 21:36 WIB