1TULAH.COM-Isu pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan DPRD kini kembali menjadi bola panas di Senayan. Wacana yang sering dijuluki sebagai “hantu Reformasi” ini dihidupkan lagi oleh koalisi besar partai politik, memicu perdebatan sengit mengenai masa depan kedaulatan rakyat di Indonesia.
Di tengah tarik-menarik kepentingan, publik bertanya-tanya: Apakah ini langkah progresif demi penghematan anggaran, atau justru lonceng kematian bagi demokrasi lokal yang telah diperjuangkan sejak 1998?
Pilkada Langsung vs. Pilkada DPRD: Memahami Perbedaannya
Sebelum menelaah peta politik di DPR, penting bagi kita untuk memahami perbedaan mendasar antara kedua sistem ini:
-
Pilkada Langsung (Pasca-2005): Rakyat memiliki kedaulatan penuh untuk memilih Gubernur, Bupati, atau Wali Kota secara individu di bilik suara. Ini adalah buah manis Reformasi yang bertujuan memutus rantai oligarki daerah.
-
Pilkada via DPRD (Era Orde Baru): Rakyat hanya memilih anggota legislatif (DPRD). Selanjutnya, para elite partai di DPRD yang menentukan siapa kepala daerahnya. Dalam model ini, rakyat tidak memiliki suara langsung terhadap pemimpin eksekutif mereka.
Intisari: Pilkada langsung adalah perwujudan kedaulatan rakyat, sementara Pilkada via DPRD adalah bentuk demokrasi perwakilan yang sangat bergantung pada kesepakatan elite partai.
Peta Kekuatan di DPR: Siapa Pro dan Siapa Kontra?
Berdasarkan situasi politik terkini di awal Januari 2026, terjadi pergeseran kekuatan yang signifikan. Mayoritas fraksi di DPR RI cenderung merapat ke barisan yang menginginkan kembalinya peran DPRD.
1. Blok Pro-Pilkada via DPRD (Barisan Efisiensi)
Kelompok ini berargumen bahwa Pilkada langsung memicu polarisasi tajam, biaya politik yang mencekik calon, dan membebani APBN/APBD.










![Menteri Luar Negeri Sugiono. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/menlu-sugiono-225x129.jpg)


![Menteri Luar Negeri Sugiono. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/menlu-sugiono-360x200.jpg)








