Sebut AS ‘Biadab’, Korea Utara Pasang Badan untuk Nicolas Maduro

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Amerika Serikat (Freepik.com/vwaalakte)

Bendera Amerika Serikat (Freepik.com/vwaalakte)

1TULAH.COM-Ketegangan geopolitik global kembali memanas setelah Korea Utara secara resmi menyampaikan kecaman keras terhadap operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela.

Serangan berskala besar tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, sebuah langkah yang dinilai Pyongyang sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional yang sangat serius.

Melalui laporan kantor berita resmi KCNA pada Minggu (4/1/2026), Kementerian Luar Negeri Korea Utara menegaskan bahwa tindakan Washington merupakan manifestasi dari sikap hegemoni dan campur tangan terang-terangan terhadap kedaulatan negara berdaulat.

Hegemoni AS dan Pelanggaran Piagam PBB

Pemerintah Korea Utara menilai eskalasi yang terjadi di Venezuela tidak terjadi secara organik, melainkan akibat tekanan dan kebijakan koersif yang terus-menerus dilakukan oleh Washington.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan bahwa serangan ini adalah contoh nyata dari sifat “jahat dan biadab” Amerika Serikat yang telah berulang kali disaksikan dunia.

“Insiden ini menjadi contoh lain dari sifat jahat dan biadab Amerika Serikat, sifat yang telah disaksikan oleh komunitas internasional berkali-kali selama bertahun-tahun,” tulis pernyataan resmi tersebut sebagaimana dikutip dari Antara.

Baca Juga :  Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Pyongyang juga menyoroti bahwa tindakan militer AS telah mengangkangi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terutama terkait prinsip:

  1. Penghormatan terhadap kedaulatan negara.

  2. Larangan campur tangan dalam urusan internal negara lain.

  3. Menjaga integritas wilayah.

Kronologi Serangan: Venezuela Dalam Keadaan Darurat

Situasi di Caracas memburuk dengan cepat pada Sabtu pagi (3/1/2026) ketika militer AS meluncurkan serangan ke sejumlah instalasi sipil dan militer di berbagai negara bagian Venezuela. Menanggapi agresi tersebut, pemerintah Venezuela langsung menetapkan status keadaan darurat nasional.

Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi tersebut sebagai serangan “berskala besar”. Trump menyatakan bahwa Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke pusat penahanan di New York, Amerika Serikat.

Penangkapan ini merupakan puncak dari tekanan berbulan-bulan yang dilakukan Washington. AS menuduh Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional, meskipun tuduhan tersebut telah dibantah keras oleh Maduro sebelum penangkapannya.

Baca Juga :  Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Dampak Terhadap Stabilitas Kawasan

Korea Utara memperingatkan bahwa tindakan sepihak Amerika Serikat ini tidak hanya merusak stabilitas di Amerika Latin, tetapi juga mengancam tatanan hukum internasional secara luas. Pyongyang mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam.

“Krisis di Venezuela membawa dampak buruk yang luas. Kami menyerukan kepada dunia untuk berani menyuarakan penolakan terhadap tindakan semena-mena ini,” tegas pihak Kemlu Korea Utara.

Reaksi Global Lainnya

Selain Korea Utara, China sebelumnya juga telah memberikan pernyataan serupa. Beijing menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara di dunia ini yang memiliki hak untuk bertindak sebagai “polisi dunia” dan mengintervensi kepemimpinan sah di negara lain melalui kekuatan militer.

Kecaman dari Korea Utara ini menambah daftar panjang penolakan internasional terhadap cara-cara militeristik yang ditempuh Amerika Serikat di Venezuela.

Bagi Pyongyang, kasus ini menjadi pengingat bagi negara-negara lain akan bahaya hegemoni Barat yang dapat mengancam kedaulatan bangsa kapan saja. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 
Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX
Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:48 WIB

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 11:18 WIB

21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Senin, 20 April 2026 - 06:31 WIB

Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula A Kantor Bupati Mura, Senin (20/4/2026).

Berita

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 Apr 2026 - 20:48 WIB