Refleksi Tahun Baru Presiden Prabowo: Pentingnya Menjaga Ekologi di Tengah Tantangan Alam

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menegaskan ia sebagai kepala negara dan kepala pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat. (Foto dok. Biro Pers Istana Kepresidenan)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan ia sebagai kepala negara dan kepala pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat. (Foto dok. Biro Pers Istana Kepresidenan)

1TULAH.COM-Menutup tahun 2025 dan menyambut fajar 2026, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat.

Dalam kunjungan kerja di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025), Kepala Negara menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi masa sulit.

Kehadiran Presiden Prabowo di lokasi yang terdampak bencana tersebut menjadi simbol bahwa pemerintah tidak akan membiarkan rakyat berjuang sendirian.

Pemerintah Hadir di Tengah Musibah

Dalam sambutannya di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, Presiden Prabowo menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan ketegaran jiwa dalam menghadapi tantangan alam maupun musibah.

“Percayalah bahwa pemerintahmu, bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian. Kita akan bersama,” tegas Prabowo di hadapan warga Desa Batu Hula.

Beliau juga menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari langkah taktis pemerintah. Presiden telah menginstruksikan seluruh jajaran menteri untuk turun langsung ke lapangan.

  • Instruksi Presiden: Menteri-menteri berpencar ke seluruh daerah terdampak bencana.

  • Tujuan: Memeriksa perkembangan, memastikan bantuan tersalurkan, dan memantau kondisi lapangan secara real-time.

Baca Juga :  Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Pesan Mendalam Tentang Menjaga Alam

Selain memberikan dukungan moril, Presiden Prabowo memberikan pengingat penting mengenai hubungan manusia dengan lingkungan. Menurutnya, tantangan alam yang dihadapi saat ini merupakan alarm bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap ekologi.

Beliau menekankan tiga poin utama dalam berinteraksi dengan alam:

  1. Menghormati Alam: Mengakui kekuatan alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.

  2. Merawat dan Menjaga: Melakukan aksi nyata konservasi dan tidak merusak lingkungan.

  3. Kewaspadaan Tinggi: Selalu siap siaga menghadapi potensi bencana yang bisa datang kapan saja.

“Alam harus kita hormati, kita jaga, dan kita rawat. Tidak boleh kita rusak, tapi kita harus waspada karena alam sering memberi tantangan dan cobaan bagi kita,” ujar Presiden.

Tahun Baru Tanpa Sekat: Refleksi dan Doa Bersama

Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan kemeriahan kembang api, suasana di Tapanuli Selatan berlangsung penuh khidmat dan kesederhanaan.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

1. Tanpa Protokoler Kaku

Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden, Prabowo berbaur langsung dengan warga tanpa jarak. Beliau menyalami satu per satu warga, duduk bersama, dan bercengkrama dengan anak-anak desa. Kesan formalitas luruh dalam kehangatan kebersamaan.

2. Nyanyian Lagu Nasional

Malam pergantian tahun diisi dengan menyanyikan lagu-lagu patriotik seperti “Tanah Air” dan “Rayuan Pulau Kelapa”. Hal ini membangkitkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air di tengah duka bencana.

3. Fokus pada Pemulihan

Alih-alih pesta, acara diisi dengan doa bersama untuk menyongsong tahun 2026. Presiden mengajak masyarakat untuk tetap ikhlas dan tegar. “Kita tentunya berdoa terus bahwa Yang Maha Kuasa akan memberi yang terbaik untuk kita. Kita harus terus semangat dan kuat jiwa kita,” tutupnya.

Momen tahun baru di Desa Batu Hula ini menjadi bukti kepemimpinan Presiden Prabowo yang humanis dan responsif.

Dengan pesan menjaga alam dan janji untuk selalu mendampingi rakyat, pemerintah optimis menatap tahun 2026 sebagai tahun pemulihan dan penguatan nasional. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Berita Terbaru