NU Terancam Pecah Jadi Dua Muktamar? Peringatan Keras Kiai Lirboyo Terkait Konflik PBNU

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambaran suasana Rapat Harian Syuriyah PBNU di sebuah hotel Jakarta Pusat. (Ist)

Gambaran suasana Rapat Harian Syuriyah PBNU di sebuah hotel Jakarta Pusat. (Ist)

1TULAH.COM-Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tampaknya memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan.

Upaya islah atau perdamaian yang digagas para sesepuh NU melalui Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Minggu (21/12/2025), kembali menemui jalan buntu.

Ketidakhadiran Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dalam forum krusial tersebut menandai kali ketiga sang kiai mangkir dari upaya mediasi. Absensi ini memicu spekulasi tajam mengenai masa depan keutuhan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Misi Komunikasi yang Terhambat: Upaya Menjembatani Gus Yahya dan Rais Aam

Forum Musyawarah Kubro di Lirboyo sebenarnya tidak dirancang untuk memihak atau menghakimi. Rais Syuriyah PBNU, KH Muhibbul Aman Aly, menegaskan bahwa tujuan utama pertemuan ini adalah membangun jembatan komunikasi yang selama ini terputus antara jajaran Tanfidziyah dan Syuriyah.

“Forum Lirboyo ini semata-mata untuk membangun komunikasi. Berdasarkan pengakuan Gus Yahya (Ketum PBNU), beliau selama ini belum bisa berkomunikasi langsung dengan Rais Aam,” jelas Kiai Muhibbul.

Meskipun sempat ada titik terang berupa kesediaan Rais Aam untuk hadir dengan syarat tertentu, kenyataan di lapangan berkata lain. Kiai Muhibbul menyayangkan adanya indikasi intervensi pihak luar. “Nampaknya ada pihak yang memang tidak menginginkan kehadiran KH Miftachul Akhyar di Lirboyo,” tambahnya.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional

Peringatan Keras Para Sesepuh: Bahaya Perpecahan dan Dua Muktamar

Situasi yang kian memanas ini memicu kegelisahan mendalam di kalangan kiai-kiai sepuh. KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Ponpes Lirboyo, melihat adanya kejanggalan yang berpotensi melahirkan prasangka liar di akar rumput.

“Kalau ulama cekcok, yang paling dirugikan adalah umat. Jika tidak ada jalan tengah dalam waktu dekat, NU terancam menghadapi risiko besar: munculnya dua muktamar,” peringat Kiai Kafabihi.

Senada dengan hal tersebut, mantan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, yang hadir secara daring, memberikan pesan tajam tentang kemaslahatan organisasi. Beliau mengingatkan bahwa upaya menghindari bahaya kecil namun justru membiarkan potensi perpecahan besar adalah sebuah kekeliruan langkah.

Urgensi Kepatuhan AD/ART dan Desakan Muktamar

Mantan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, yang turut hadir dalam musyawarah tersebut, menekankan bahwa gejolak ini bukanlah tentang ambisi pribadi, melainkan tentang marwah dan ketertiban organisasi.

Baca Juga :  SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

“Kita semua harus menghormati AD/ART. Jika pertemuan ketiga ini saja gagal, sampai kapan kita harus terus menunggu?” keluh Kiai Said.

Ringkasan Poin Penting Musyawarah Kubro Lirboyo:

  • Komunikasi Buntu: Ketua Umum Gus Yahya belum berhasil menjalin dialog langsung dengan Rais Aam.

  • Risiko Dualisme: Para sesepuh mengkhawatirkan potensi perpecahan yang berujung pada muktamar tandingan.

  • Hormati Konstitusi: Desakan untuk kembali ke AD/ART organisasi semakin menguat dari para tokoh senior.

Muktamar sebagai Jalan Terakhir?

Gagalnya Musyawarah Kubro di Lirboyo memperkuat sinyal bahwa mekanisme internal PBNU saat ini sedang tidak sehat. Ketika ruang dialog tertutup rapat, opsi Muktamar kini mulai dibicarakan secara terbuka sebagai solusi konstitusional terakhir untuk menyelamatkan organisasi dari perpecahan yang lebih dalam.

Publik dan jutaan warga Nahdliyin kini menanti, apakah pucuk pimpinan PBNU mampu menurunkan ego demi keutuhan umat, ataukah sejarah akan mencatat periode ini sebagai masa transisi paling bergejolak dalam tubuh Nahdlatul Ulama. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Berita Terbaru

Sejumlah anggota Damkar saat melakukan pemadaman pada salah satu lahan yang terbakar. Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui BPBD secara resmi memutuskan untuk memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla serta Kekeringan Tahun 2026.

Seruyan

Suling Tambun Nihil Karhutla, Seruyan Hilir Timur Terparah

Senin, 2 Nov 2026 - 15:23 WIB

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., disambut oleh masyarakat saat melaksanakan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan di Seruyan belum lama ini.

Seruyan

Warga Nantikan Layanan Cetak KTP di Hanau

Senin, 2 Nov 2026 - 10:25 WIB