1TULAH.COM-Dinamika internal organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), memasuki babak baru yang semakin menegangkan. Suhu politik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendadak panas pada Selasa (9/12/2025) malam, ditandai dengan digelarnya Rapat Pleno krusial di Jakarta.
Agenda utama rapat tersebut adalah penetapan Pejabat (Pj) Ketua Umum untuk menggantikan Ketua Umum definitif, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, yang sebelumnya diputuskan diberhentikan oleh Syuriah PBNU. Pertarungan kekuasaan ini kini membelah elit NU dan menjadi sorotan utama publik nasional.
🏛️ Rapat Pleno dan Legitimasi Syuriah: Siapa Saja yang Hadir?
Rapat pleno yang diselenggarakan oleh kubu Syuriah PBNU ini bukan pertemuan biasa. Kehadiran sejumlah tokoh kelas berat memberikan sinyal kuat adanya dukungan dari berbagai lini, termasuk unsur pemerintahan dan regional.
Tokoh Penting yang Hadir:
-
Rais Aam PBNU: Miftachul Akhyar (Pemegang otoritas tertinggi NU)
-
Menteri Sosial: Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
-
Gubernur Jawa Timur: Khofifah Indar Parawansa
-
Sekjen Kementerian Agama: Kamaruddin Amin
-
Jajaran Elit Syuriah: Wakil Rais Aam Zulfa Mustofa dan Afifudin Muhajir, Rais Syuriyah M. Nuh, hingga Ketum MUI Anwar Iskandar.
Kehadiran tokoh-tokoh ini mempertegas bahwa gerakan untuk menindaklanjuti keputusan Syuriah ini memiliki legitimasi kuat di mata para sesepuh dan tokoh publik NU.
Dasar Hukum Pleno: Amanat Syuriah
Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Moh. Mukri, menegaskan bahwa pleno ini adalah langkah konstitusional untuk menata proses organisasi.
“Rapat pleno malam ini menjadi langkah lanjutan dalam menata proses organisasi sesuai amanat Syuriah. Salah satu agenda pleno kali ini adalah penetapan Pj Ketua Umum PBNU pengganti Gus Yahya,” ujar Moh. Mukri.
Bagi kubu ini, keputusan Syuriah untuk memberhentikan Gus Yahya bersifat final dan mengikat, sehingga penunjukan pengganti harus segera dilakukan demi memastikan roda organisasi tetap berjalan sesuai aturan dan tata kelola jamiyah.
⚖️ Penguatan Supremasi Syuriah: Upaya Kembalikan Marwah
Dalam struktur Nahdlatul Ulama, Syuriah menempati posisi tertinggi sebagai pengendali, pengawas, dan penentu kebijakan keagamaan dan organisasi. Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, menegaskan kembali hierarki ini sebagai dasar pencopotan Gus Yahya.
Langkah ini dinilai sebagai upaya mengembalikan marwah organisasi kepada relnya yang benar.
“Penguatan dan menjaga supremasi syuriah merupakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Meskipun masih ada pergerakan-pergerakan,” tegas Miftachul Akhyar, menandakan adanya penolakan terhadap kepemimpinan Gus Yahya.
⚔️ Perlawanan Gus Yahya: Klaim Cacat Hukum dan AD/ART
Di sisi lain, Yahya Cholil Staquf menolak mentah-mentah hasil Rapat Pleno Syuriah tersebut. Kubu Gus Yahya menganggap pertemuan yang digelar untuk melengserkannya itu cacat hukum dan secara terang-terangan melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Klaim Kunci Gus Yahya:
-
De Facto dan De Jure Sah: Gus Yahya menegaskan bahwa dirinya masih sah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.
-
Manuver Politik: Ia menilai apa yang terjadi saat ini hanyalah manuver politik dari pihak-pihak yang tidak nyaman dengan agenda transformasi organisasi yang sedang ia jalankan.
-
Jalur Konstitusional: Gus Yahya menantang pihak yang ingin menjatuhkannya untuk menempuh jalur yang benar, yakni melalui Muktamar, forum musyawarah tertinggi NU.
“Bahwa apapun keinginan orang untuk menghentikan saya tanpa muktamar, tanpa forum musyawarah tertinggi itu tidak mungkin bisa dieksekusi karena bertentangan dengan AD/ART dan melawan hukum,” tegas Gus Yahya, memperkuat posisinya.
NU di Persimpangan Jalan
Dinamika ini menempatkan organisasi NU di persimpangan jalan. Satu sisi berpegang pada supremasi Syuriah sebagai penentu arah dan pengendali organisasi, sementara sisi lain mengutamakan mekanisme Muktamar sebagai forum tertinggi penentu kepemimpinan.
Pertarungan De Jure dan De Facto antara Pj Ketua Umum yang ditunjuk Syuriah dan Gus Yahya yang mengklaim masih sah akan menjadi episode politik terpanas di NU, dan dampaknya diperkirakan akan memengaruhi peta politik nasional secara signifikan. (Sumber:Suara.com)



![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)
![Dokter Richard Lee akhirnya dijebloskan ke sel Polda Metro Jaya pada Jumat (6/3/2026) pukul 21.50 terkait kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dan UU Kesehatan. [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/dokter-richard-ditahan-360x200.jpg)










![Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Gemini AI]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/tertekan-rupiah-360x200.jpg)








