40 Nama Calon Pahlawan Nasional 2025: Panglima Batur Muara Teweh dan Kapten Mudita Bali Belum Masuk Daftar

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patung sosok Panglima Batur di pinggir jalan raya Muara Teweh-Ampah, Barito Utara.Foto:Wikipedia

Patung sosok Panglima Batur di pinggir jalan raya Muara Teweh-Ampah, Barito Utara.Foto:Wikipedia

1TULAH.COM-Tanggal 10 November 2025, Hari Pahlawan kembali menjadi momentum krusial, bukan hanya untuk mengenang jasa para pejuang, tetapi juga untuk menanti pengumuman nama-nama baru yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Di tengah pusaran pembahasan Istana Negara yang memperkirakan sepuluh nama akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, termasuk sosok kontroversial seperti Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), muncul kembali kisah-kisah penantian panjang yang membuktikan bahwa perjuangan meraih pengakuan nasional seringkali lebih berliku dari medan perang itu sendiri.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, telah mengonfirmasi bahwa seluruh 40 nama calon—yang diseleksi ketat oleh Dewan Gelar Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) yang diketuai Menteri Kebudayaan Fadli Zon—telah melalui kajian berlapis. Namun, di luar daftar 40 nama yang telah diusulkan ke pusat, ada suara-suara daerah yang meredup dalam proses hierarkis ini.

🇮🇩 Kapten Mudita dan Asa yang Tak Kunjung Padam di Bali

Dari Pulau Dewata, khususnya Kabupaten Bangli, penantian panjang kembali menemui jalan buntu. Nama Anak Agung Gede Anom Mudita atau yang dikenal sebagai Kapten Mudita, sekali lagi tidak terdaftar dalam 40 tokoh yang diusulkan tahun ini. Padahal, Pemerintah Kabupaten Bangli telah memperjuangkan usulan ini sejak tahun 2020.

Kisah Kapten Mudita adalah simbol heroisme di Bali Timur. Ia memimpin perang gerilya melawan tentara NICA pasca-kemerdekaan. Puncak perjuangannya terjadi saat ia gugur di Desa Penglipuran pada 20 November 1947, setahun setelah Puputan Margarana. Pekik “Merdeka 100 Persen” adalah seruan terakhirnya.

Kepala Dinas Sosial Bangli, I Wayan Jimat, menyatakan bahwa seluruh persyaratan administrasi sudah lengkap dan telah dikirimkan ke pusat. Namun, ketidakpastian status usulan membuat harapan itu terasa mengambang.

Meskipun pengakuan nasional belum tiba, masyarakat Bangli tidak pernah melupakan jasanya. Mereka tetap akan menggelar apel penghormatan di Taman Makam Pahlawan Penglipuran setiap tanggal 20 November, menunjukkan bahwa semangat pahlawan sejati hidup abadi di hati rakyatnya.

⛰️ Panglima Batur: Pejuang Barito yang Terlupakan

Kisah penantian serupa, bahkan mungkin lebih lama, datang dari pedalaman Kalimantan, tepatnya dari Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Tokoh legendaris Panglima Batur, seorang panglima Dayak yang beragama Islam dan setia kepada Sultan Muhammad Seman (penerus Pangeran Antasari) dalam Perang Banjar dan Barito, juga belum ditetapkan dalam daftar Pahlawan Nasional.

Baca Juga :  KPK Investigasi Penghasilan Ridwan Kamil Imbas Penyitaan Royal Enfield dan Mercedes-Benz

Panglima Batur (nama asli Batur bin Barui, lahir tahun 1852 di Buntok Baru) dikenal sebagai pejuang yang gigih dan licin, meneruskan perlawanan di wilayah Barito setelah gugurnya Sultan Seman. Ia adalah tulang punggung perjuangan di Barito, memimpin pasukannya dari Benteng Manawing melawan pasukan Belanda.

Tragisnya, Panglima Batur akhirnya tertangkap pada 24 Agustus 1905 setelah dijebak oleh Belanda yang memanfaatkan kasih sayangnya kepada keluarga. Ia dihukum gantung pada 15 September 1905 di Banjarmasin. Warisan perjuangannya begitu besar, hingga namanya diabadikan sebagai nama jalan dan patung di berbagai kota di Kalimantan.

Penantian Pengakuan dari Barito Utara

Meskipun Panglima Batur adalah pahlawan rakyat Barito Utara, usulan agar beliau diakui secara resmi sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pusat melalui pemerintah daerah telah berulang kali diupayakan.

Proses pengusulan Panglima Batur telah melewati serangkaian prosedur hierarkis yang panjang, termasuk pengumpulan data dan penyelenggaraan seminar-seminar nasional di Palangka Raya sejak tahun 2011 dan 2016 untuk menguji kelayakan dan melengkapi bahan yang diminta oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Namun, terlepas dari lengkapnya dukungan administrasi dan seminar yang telah dilakukan Pemkab Barito Utara dan Pemprov Kalimantan Tengah, hingga kini nama Panglima Batur belum juga masuk dalam daftar prioritas atau pun diumumkan sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional. Penantian ini menjadi cerminan bahwa perjuangan meraih pengakuan resmi di tingkat nasional membutuhkan konsistensi dan dorongan politik yang kuat agar nama-nama pahlawan daerah yang berjuang jauh dari pusat kekuasaan dapat memperoleh tempat yang layak dalam sejarah bangsa.

⚖️ Tantangan di Balik Penetapan Gelar Pahlawan Nasional

Kisah Kapten Mudita dan Panglima Batur menunjukkan tantangan dalam proses penetapan Pahlawan Nasional. Proses seleksi oleh Dewan GTK dikenal sangat ketat, membutuhkan kajian berlapis, data sejarah yang valid, dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Undang-Undang.

Di satu sisi, sorotan publik dan kekuatan politik terfokus pada nama-nama besar seperti Soeharto (yang sudah diusulkan tiga kali) dan Gus Dur. Di sisi lain, pahlawan-pahlawan daerah seperti Kapten Mudita dari Bangli dan Panglima Batur dari Muara Teweh, meskipun memiliki rekam jejak heroik yang tak terbantahkan di wilayah masing-masing, harus berjuang lebih keras untuk menarik perhatian pusat.

Baca Juga :  KPK Sita Senjata Api dari Kantor Kontraktor Proyek Monumen Reog Ponorogo

Peristiwa Hari Pahlawan 10 November 2025 nanti bukan hanya menjadi momen pengumuman, tetapi juga pengingat tentang utang sejarah yang belum terbayar kepada para pejuang sejati dari pelosok negeri. Pengakuan Pahlawan Nasional seharusnya menjadi kehormatan bagi seluruh tumpah darah Indonesia, tidak hanya bagi mereka yang berada dalam lingkaran sorotan ibu kota.

Daftar 40 Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional yang Diusulkan:

  1. H.M. Soeharto – Jawa Tengah
  2. K.H. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur
  3. Marsinah – Jawa Timur
  4. Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Sulawesi Selatan
  5. Drs. Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur
  6. Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan
  7. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
  8. Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Jawa
  9. K.H. Wasyid – Banten
  10. Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah
  11. KH. Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur
  12. Demmatande – Sulawesi Barat
  13. KH. Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat
  14. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat
  15. Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku
  16. Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – DKI Jakarta
  17. Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu – Sulawesi Utara
  18. Mr. Gele Harun – Lampung
  19. Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur
  20. Prof. Dr. Aloei Saboe – Gorontalo
  21. Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Jawa Tengah
  22. Mahmud Marzuki – Riau
  23. Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh
  24. K.H. Sholeh Iskandar – Jawa Barat
  25. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – Sumatera Barat
  26. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara
  27. Prof. Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku
  28. Chatib Sulaiman – Sumatera Barat
  29. Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri – Sulawesi
  30. K.H. Bisri Syansuri – Jawa
  31. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
  32. H.B. Jassin – Gorontalo
  33. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
  34. M. Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur
  35. dr. Kariadi – Jawa Tengah
  36. R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah
  37. Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah
  38. Raden Soeprapto – Jawa Tengah
  39. Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta
  40. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Polisi Periksa Laporan Kasus Perzinahan yang Menyeret Inara Rusli
Transparansi CSR Kalteng Disorot! Legislator Kalteng Siti Nafsiah Desak Audit Program Perusahaan
Selamat! Pendreh Raih Trofi ProKlim Utama Nasional, Bukti Kolaborasi PT SMM dengan Pemerintah dan Masyarakat
Undian Piala Dunia 2026 Digelar: Memecahkan Rekor, Menyambut 48 Tim dan Debut Empat Negara!
DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Izin Perkebunan & Kehutanan: Soroti Minimnya Kontribusi Tangani Bencana
KPK Siap Dalami Lebih Jauh Dugaan Suap Proyek Jalan di Sumatera Utara
Stabilkan Harga-Distribusi BBM di Muara Teweh Barut, Bupati H Shalahuddin Resmi Terbitkan 2 SE
Kaur Keuangan Inisial EP Terjerat Korupsi Dana Desa Barsel, Diduga Main Judi Online!
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:04 WIB

Polisi Periksa Laporan Kasus Perzinahan yang Menyeret Inara Rusli

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:42 WIB

Transparansi CSR Kalteng Disorot! Legislator Kalteng Siti Nafsiah Desak Audit Program Perusahaan

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:21 WIB

Selamat! Pendreh Raih Trofi ProKlim Utama Nasional, Bukti Kolaborasi PT SMM dengan Pemerintah dan Masyarakat

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:07 WIB

DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Izin Perkebunan & Kehutanan: Soroti Minimnya Kontribusi Tangani Bencana

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:00 WIB

KPK Siap Dalami Lebih Jauh Dugaan Suap Proyek Jalan di Sumatera Utara

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:01 WIB

Stabilkan Harga-Distribusi BBM di Muara Teweh Barut, Bupati H Shalahuddin Resmi Terbitkan 2 SE

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:45 WIB

Kaur Keuangan Inisial EP Terjerat Korupsi Dana Desa Barsel, Diduga Main Judi Online!

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:38 WIB

Prabowo Apresiasi Atas Dukungan Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

Berita Terbaru

Dina maulidah Dorong Kader PKK Jadi Komunikator yang Menginspirasi

DPRD MURA

Dewan Dorong Kader PKK Jadi Komunikator yang Menginspirasi

Jumat, 5 Des 2025 - 21:53 WIB