Polisi Periksa Kakak Korban RTA Meski Laporan Sudah Dicabut

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ditangkap polisi (sumber: suara.com)

Ilustrasi ditangkap polisi (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Kepolisian berencana memeriksa kakak kandung dari RTA (14), seorang terapis yang ditemukan meninggal dunia di lahan kosong kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pemeriksaan tetap dilakukan meski laporan kasus tersebut telah dicabut.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal untuk menuntaskan penyelidikan dan memastikan semua proses berjalan secara profesional.

Menurut Nicolas, pihak kepolisian sebelumnya sudah melayangkan panggilan kepada kakak korban yang diketahui merupakan pemilik identitas yang digunakan RTA untuk melamar pekerjaan sebagai terapis.

Baca Juga :  Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Namun, sang kakak belum dapat memenuhi panggilan karena sedang sakit. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, RTA menggunakan identitas kakaknya secara ilegal saat melamar dan bekerja.

Sementara itu, polisi masih menunggu hasil otopsi, toksikologi, dan digital forensik dari Rumah Sakit Polri serta laboratorium forensik guna memastikan penyebab kematian korban.

Hingga kini, kasus kematian RTA masih dalam tahap penyelidikan. Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa sebanyak 22 saksi untuk mengungkap kronologi kejadian.

Baca Juga :  Pemkab Mura Siapkan Dua Skema Beasiswa melalui Kartu Hebat Mahasiswa

Sebelumnya, jasad RTA ditemukan pada Kamis (2/10) sekitar pukul 05.00 WIB di lahan kosong kawasan Pejaten Barat.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, meskipun terdapat luka lecet di beberapa bagian tubuh seperti lengan kiri, perut kiri, dan dagu. Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?
Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur
Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!
Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Selasa, 3 November 2026 - 05:33 WIB

Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Berita Terbaru