Mahfud MD Siap Dipanggil KPK soal Kasus Dugaan Korupsi Whoosh

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Polhukam Mahfud MD

Mantan Menteri Polhukam Mahfud MD

1TULAH.COM – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika diminta memberikan keterangan terkait dugaan penggelembungan anggaran proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

Mahfud menegaskan dirinya tidak keberatan datang apabila KPK memintanya hadir secara resmi. “Iya, saya siap dipanggil. Kalau dipanggil, saya akan datang. Kalau saya disuruh lapor, ngapain, buang-buang waktu juga,” ujar Mahfud saat ditemui di Kompleks Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun-alun Selatan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/10).

Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas imbauan KPK agar dirinya melaporkan dugaan tindak pidana korupsi proyek tersebut secara resmi.

Mahfud menilai tidak ada kewajiban bagi individu untuk membuat laporan ke KPK, dan lembaga antirasuah pun tidak berhak memaksanya melakukan hal tersebut.

Ia juga menyebut bahwa KPK sebenarnya sudah mengetahui lebih dulu soal dugaan penggelembungan anggaran tersebut sebelum dirinya mengungkapkannya ke publik.

Baca Juga :  Benarkah "Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi"? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

“Wong yang saya laporkan itu, KPK sudah tahu. Karena sebelum saya ngomong, sudah ramai duluan, kan? Saya cuma ngomong karena sudah ramai saja,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Menurutnya, pihak yang seharusnya dipanggil KPK adalah mereka yang lebih dulu mengungkapkan kasus itu dan memiliki data lengkap terkait proyek Whoosh.

Ketika ditanya pandangannya mengenai kondisi proyek kereta cepat tersebut, Mahfud menjawab santai dengan berkelakar, “Ya, was-wus, was-wus, was-wus,” ucapnya sambil tertawa.

Sementara itu, terkait negosiasi antara Pemerintah Indonesia dan China untuk membahas utang proyek Whoosh, Mahfud menilai langkah tersebut memang perlu dilakukan.

Ia menyebut negosiasi menjadi solusi yang logis mengingat kondisi keuangan yang terbatas. “Iya, memang harus negosiasi. Mau apa kalau sudah begini. Enggak bisa bayar, enggak punya uang, ya negosiasi,” katanya.

Baca Juga :  Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Sebelumnya, dalam video yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official pada 14 Oktober 2025, Mahfud mengungkap adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penggelembungan anggaran pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Ia menyoroti perbedaan mencolok biaya pembangunan per kilometer antara Indonesia dan China, di mana biaya di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, sementara di China hanya sekitar 17–18 juta dolar AS.

Menanggapi hal itu, KPK pada 16 Oktober 2025 mengimbau Mahfud agar melaporkan dugaan tersebut secara resmi.

Jubir KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa lembaga antirasuah terbuka untuk menerima data tambahan dari Mahfud guna dianalisis lebih lanjut.

“Terima kasih informasi awalnya, dan jika Prof. Mahfud memiliki data tambahan yang dapat memperkaya proses penyelidikan, kami siap mempelajarinya,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Berita Terbaru