Tegas! Presiden Prabowo Naikkan Gaji Hakim hingga 280 Persen, Bentengi Peradilan dari Suap dan Korupsi

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat penyerahan uang pengganti kerugian negara hasil korupsi minyak kelapa sawit (CPO) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU]

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat penyerahan uang pengganti kerugian negara hasil korupsi minyak kelapa sawit (CPO) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU]

1TULAH.COM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat integritas dan marwah lembaga peradilan di Tanah Air. Melalui kebijakan yang tegas, pemerintah telah merealisasikan peningkatan signifikan pada kesejahteraan para hakim, khususnya di tingkat paling rendah.

Langkah ini diambil sebagai benteng kokoh untuk memastikan hakim dapat bekerja secara independen, terhormat, dan bebas dari godaan suap.

Kenaikan Gaji Hakim: Langkah Strategis Melawan Sogokan

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/10/2025), Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa kenaikan gaji hakim tingkat paling rendah telah mencapai angka mengejutkan: 280 persen.

Kenaikan yang fantastis ini bukan sekadar hadiah, melainkan sebuah strategi fundamental untuk mewujudkan visi peradilan yang bersih. Presiden Prabowo Subianto secara gamblang menyatakan bahwa tujuan utama dari peningkatan kesejahteraan ini adalah untuk memutus mata rantai korupsi dan suap di meja hijau.

“Kita minta hakim-hakim kita hidupnya baik, kualitas hidupnya baik, hidup terhormat supaya dia tidak bisa disogok. Hakim-hakim kita tidak boleh dibeli oleh siapapun, itu tujuan kita,” kata Prabowo.

Kondisi hidup yang layak dan terhormat bagi para hakim diharapkan mampu meminimalkan celah bagi praktik suap yang dapat merusak keadilan dan kepercayaan publik terhadap sistem hukum.

Baca Juga :  Pemkab Mura Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga

Bukan Keistimewaan, Tapi Tanggung Jawab Negara

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kenaikan gaji hakim ini bukan merupakan bentuk keistimewaan atau perlakuan khusus. Sebaliknya, kebijakan ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab negara dalam menjamin marwah dan independensi peradilan.

Seorang hakim mengemban tugas yang sangat berat, yaitu memutus perkara yang seringkali melibatkan uang negara dalam jumlah besar. Dengan penghasilan yang memadai, hakim dapat fokus menjalankan tugasnya tanpa harus tertekan oleh kebutuhan ekonomi.

Hal ini sejalan dengan upaya reformasi birokrasi dan penegakan hukum yang berintegritas di seluruh lini pemerintahan. Negara harus hadir untuk memastikan para penegak hukumnya memiliki harkat dan martabat yang sesuai dengan beratnya tanggung jawab yang diemban.

Apresiasi Atas Keberanian Hakim dalam Menyelamatkan Uang Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan aparat penegak hukum, termasuk para hakim, yang baru-baru ini mampu menyelamatkan uang negara dalam jumlah yang masif.

Presiden menyoroti keberhasilan pemulihan kerugian negara dalam sebuah kasus besar.

Baca Juga :  Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

“Tadi bukti hari ini kita berhasil mendapat 13 triliun dari 17 triliun yang diputuskan oleh pengadilan. Jadi hakim-hakimnya itu menurut saya punya hati nurani, keberanian dia putuskan akhirnya kita selamatkan 17 triliun uang rakyat,” jelas Prabowo.

Angka Rp17 triliun yang diselamatkan melalui putusan pengadilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa banyak hakim yang memiliki hati nurani dan keberanian untuk menjunjung tinggi kebenaran, terlepas dari segala godaan. Kenaikan gaji hingga 280 persen ini diharapkan menjadi dukungan moral dan material untuk memperbanyak jumlah hakim berintegritas seperti itu.

Masa Depan Peradilan yang Lebih Bersih

Kebijakan kenaikan gaji hakim Prabowo Subianto ini menandai babak baru dalam upaya pemberantasan korupsi di sektor peradilan. Dengan memastikan para hakim dapat hidup layak dan terhormat, pemerintah berharap mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keadilan tanpa takut diintervensi atau digoda suap.

Langkah ini bukan hanya tentang peningkatan angka di slip gaji, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia yang memiliki sistem hukum yang kuat, adil, dan berwibawa, di mana keadilan tidak dapat diperjualbelikan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru