KPK Nyatakan Siap Melawan Banding Mantan Dirut Taspen

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kesiapannya menghadapi proses banding yang diajukan oleh mantan Direktur Utama PT Taspen, Antonius Kosasih, terkait kasus dugaan korupsi investasi fiktif.

Saat ini, lembaga antirasuah tersebut tengah menyusun kontra memori banding sebagai langkah hukum untuk memperkuat posisi mereka di tingkat Pengadilan Tinggi.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan hukuman kepada Kosasih berupa 10 tahun penjara, denda sebesar Rp500 juta, serta kewajiban membayar uang pengganti atas kerugian negara yang ditimbulkan dari tindak pidana tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa terdakwa telah mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Ia menyatakan bahwa KPK menghormati hak hukum yang dimiliki terdakwa, namun tetap optimistis bahwa majelis hakim di tingkat banding akan mendukung komitmen pemberantasan korupsi dengan menjatuhkan putusan yang memberikan efek jera sekaligus memperkuat upaya pemulihan keuangan negara.

Baca Juga :  Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Dalam persidangan sebelumnya, majelis hakim yang diketuai oleh Purwanto S. Abdullah dengan anggota Sunoto dan Mulyono Dwi Purwanto memutuskan bahwa Kosasih terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam kasus investasi fiktif PT Taspen pada tahun 2019.

Perbuatan tersebut diketahui telah menimbulkan kerugian negara mencapai Rp1 triliun.

Selain hukuman penjara dan denda, Kosasih juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp29,15 miliar beserta sejumlah valuta asing, di antaranya 127.057 dolar AS, 283.002 dolar Singapura, serta sejumlah uang dalam bentuk euro, yen, baht, poundsterling, dolar Hong Kong, dan won Korea.

Apabila ia tidak mampu membayar kewajiban tersebut, maka hukumannya akan diganti dengan pidana penjara tambahan selama tiga tahun.

Dalam putusannya, majelis hakim menilai bahwa tindakan Kosasih dilakukan dengan pola yang kompleks dan terstruktur, melibatkan berbagai pihak serta menggunakan skema transaksi berlapis untuk menyembunyikan jejak aliran dana.

Baca Juga :  Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Sebagai pejabat yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik, Kosasih justru menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi.

Perbuatannya dianggap telah merusak kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mencoreng reputasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Majelis hakim juga menyoroti dampak sosial yang luas dari kejahatan tersebut, karena menyangkut masa depan ribuan ASN yang bergantung pada dana pensiun mereka.

Selain itu, terdakwa tidak menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara secara sukarela. KPK berharap putusan banding nantinya dapat memperkuat komitmen penegakan hukum serta menjadi pengingat pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru