Kesempatan Emas Properti! 3 Alasan KPR Terbaik Versi Menkeu

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, saat ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Indonesia untuk mewujudkan impian memiliki rumah. Foto Antara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, saat ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Indonesia untuk mewujudkan impian memiliki rumah. Foto Antara.

1TULAH.COM-Bagi masyarakat Indonesia yang mendambakan kepemilikan rumah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini memberikan sinyal hijau. Menurutnya, saat ini adalah “kesempatan emas” untuk mewujudkan impian memiliki properti, terlepas dari isu perlambatan ekonomi global.

Pernyataan optimistis ini disampaikan Purbaya di Jakarta pada Selasa (16/9/2025). Ia meyakini bahwa berbagai langkah stimulus pemerintah telah menciptakan fondasi yang kuat bagi sektor riil dan perumahan.

“Semua orang ingin punya rumah. Untuk yang belum punya rumah, harusnya ini kesempatan yang bagus,” ujar Menkeu Purbaya.

Tiga Alasan Utama Momentum Emas Beli Rumah Versi Menkeu

Keyakinan Menteri Purbaya bahwa ini adalah waktu terbaik untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) didasarkan pada tiga indikator utama yang menunjukkan pembalikan arah positif perekonomian nasional:

1. Peningkatan Daya Beli dan Konsumsi Masyarakat

Purbaya beralasan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini jauh lebih baik, yang secara langsung membuat masyarakat memiliki likuiditas dan uang lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan daya beli ini diprediksi akan menjadi motor utama yang mendorong lonjakan permintaan (demand) di sektor perumahan.

Baca Juga :  Heriyus: Bakah Bawe Jadi Wajah Pariwisata Murung Raya

“Ekonomi sudah mulai balik, saya pikir akan banyaklah orang yang punya uang lebih dibandingkan sebelumnya. Harusnya permintaan perumahan akan tumbuh juga,” tambahnya.

2. Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025

Bendahara Negara ini menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia memperkirakan pertumbuhan pada Kuartal IV 2025 dapat mencapai persen, jauh melampaui perkiraan lembaga internasional seperti Bank Dunia di level persen.

Kenaikan signifikan ini didorong oleh menguatnya konsumsi rumah tangga dan dampak masif dari stimulus fiskal yang mulai terasa. Angka pertumbuhan yang tinggi ini memberikan sinyal stabilitas ekonomi jangka panjang, yang sangat krusial untuk keputusan investasi besar seperti pembelian rumah.

3. Likuiditas Perbankan Melimpah dan Suku Bunga Rendah

Faktor kunci yang melonggarkan akses kredit adalah kebijakan Pemerintah dalam menyuntikkan dana besar ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dana ini bertujuan menjaga likuiditas sistem perbankan, menekan suku bunga pasar, dan secara masif mendorong penyaluran kredit produktif ke sektor riil, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia 2026: Lampaui Prediksi Bank Dunia, Tapi Masih di Bawah 5%?

Dengan likuiditas yang melimpah, sistem keuangan menjadi lebih longgar. Hal ini memungkinkan bank untuk menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif dan persyaratan KPR yang lebih ringan.

Masyarakat kini didorong untuk tidak ragu lagi mengajukan kredit, termasuk KPR. Kelonggaran ini, ditambah dengan potensi perpanjangan insentif fiskal di sektor properti, menjadikan investasi properti semakin menarik.

Purbaya Ajak Masyarakat Manfaatkan Peluang Investasi Properti

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa momentum yang diciptakan dari kombinasi optimisme ekonomi, peningkatan likuiditas, dan suku bunga yang terjaga adalah waktu yang paling tepat bagi masyarakat untuk mengambil keputusan finansial besar, khususnya berinvestasi pada properti.

Kepemilikan rumah tidak hanya dilihat sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai instrumen investasi yang nilainya cenderung meningkat seiring dengan pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dukungan penuh dari kebijakan fiskal dan moneter, sektor perumahan diharapkan menjadi salah satu pendorong utama akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun dan tahun berikutnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU
Polri Siap Berantas Oknum Haji Ilegal Melalui Satgas Haji
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Kamis, 16 April 2026 - 15:58 WIB

Polri Siap Berantas Oknum Haji Ilegal Melalui Satgas Haji

Berita Terbaru