Lawan Penindasan Media di Vietnam, Cina, Myanmar: Solidaritas Jurnalis ASEAN Mendesak

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joint Secretary of The Independent Press Council of Myanmar (IPCM), Su Myat Wai mengungkapkan ada dorongan kuat untuk membentuk Dewan Pers ASEAN. (Suara.com/Ramadhani)

Joint Secretary of The Independent Press Council of Myanmar (IPCM), Su Myat Wai mengungkapkan ada dorongan kuat untuk membentuk Dewan Pers ASEAN. (Suara.com/Ramadhani)

1TULAH.COM-Upaya untuk memperkuat solidaritas jurnalis di kawasan Asia Tenggara kembali mencuat sebagai respons mendesak terhadap meningkatnya tekanan dan penindasan terhadap kebebasan pers.

Inisiatif ini digagas oleh berbagai pihak, termasuk editor media independen Tanling Can News, Su Myat Wai, yang secara aktif mendorong pembangunan kembali mekanisme kerja sama lintas negara.

Tekanan yang Kian Meningkat, Solidaritas Jadi Kunci

Dalam wawancara eksklusif dengan Suara.com, Su Myat Wai mengungkapkan bahwa jurnalis dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Myanmar, tengah berkolaborasi untuk menciptakan benteng pertahanan bersama bagi jurnalis. Langkah ini dinilai krusial mengingat maraknya penindasan terhadap media di sejumlah negara, seperti yang terjadi di Myanmar, Vietnam, dan Cina.

“ASEAN sangat penting karena kami punya banyak masalah, banyak penindasan, banyak isu yang harus ditangani. Jadi kita perlu bersolidaritas. Kita perlu bersatu untuk menghadapi penindasan dan memperjuangkan kebebasan pers,” tegas Su Myat Wai.

Dukungan Penuh dari Dewan Pers Indonesia dan Gagasan Dewan Pers ASEAN

Salah satu langkah nyata yang telah diambil adalah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan lembaga pers di kawasan. Su Myat Wai menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan oleh Indonesia.

“Kami baru saja bertemu pagi ini dengan Dewan Pers Indonesia, mereka sangat mendukung. Dan kami juga sedang memikirkan mekanisme Dewan Pers ASEAN lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Pertemuan yang dilakukan dengan Dewan Pers Indonesia pada Senin (13/10/2025) menjadi tonggak penting. Dalam diskusi tersebut, Su Myat Wai dan rekan-rekannya merancang kembali mekanisme Dewan Pers ASEAN yang diharapkan dapat berfungsi sebagai wadah advokasi bersama untuk isu-isu kebebasan pers.

Inisiatif ini telah mendapatkan angin segar. Su Myat Wai menambahkan, “Mereka mengatakan akan segera bertemu di Bali. Jadi, kami sedang mengusahakannya. Kami mendapat banyak dukungan dari kawasan ini.” Hal ini menunjukkan peran aktif dan inisiatif Indonesia dalam memfasilitasi dialog dan kolaborasi regional terkait isu krusial ini.

Menghidupkan Kembali Semangat Aliansi Pers Asia Tenggara

Su Myat Wai menjelaskan bahwa semangat kerja sama antarjurnalis di kawasan sebenarnya pernah terwujud melalui Aliansi Pers Asia Tenggara. Namun, wadah tersebut kini tidak lagi aktif. Oleh karena itu, jurnalis dan lembaga pers kini berupaya keras untuk membentuk mekanisme baru yang lebih berkelanjutan, termasuk menggagas pertemuan tingkat ASEAN untuk memperkuat kolaborasi.

Solidaritas ini tidak hanya berfokus pada Asia Tenggara. Upaya penguatan juga melibatkan dukungan internasional. Pihaknya juga menjalin komunikasi dengan Dewan Pers Irlandia dan Uni Eropa untuk memperluas jaringan dukungan dan memperkuat posisi kebebasan pers di kawasan ini di mata dunia.

Baca Juga :  Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Kondisi Genting Jurnalis Myanmar Butuh Perlindungan Regional

Sorotan utama dari upaya solidaritas ini adalah kondisi para jurnalis di Myanmar yang semakin genting pascakudeta militer 2021. Hidup di bawah bayang-bayang penangkapan dan serangan, jurnalis di negara tersebut sangat membutuhkan dukungan regional.

Su Myat Wai menekankan pentingnya kolaborasi regional agar jurnalis Myanmar tetap dapat bekerja dan memperoleh perlindungan. “Kami memiliki hubungan yang sangat erat dengan FCCT, Foreign Correspondent Club Thailand, dan semua jurnalis yang berbasis di sana. Salah satu ketua saat ini juga merupakan anggota dewan kami. Jadi ini lebih seperti solidaritas antar jurnalis,” paparnya.

Masa Depan Kebebasan Pers Ada di Tangan Bersama

Langkah-langkah yang diambil oleh jurnalis dan lembaga pers di Asia Tenggara saat ini, terutama inisiatif untuk membentuk kembali Dewan Pers ASEAN, adalah manifestasi nyata dari komitmen mereka untuk tidak menyerah pada tekanan.

Dengan dukungan kuat dari Dewan Pers Indonesia dan kolaborasi lintas batas, harapan untuk menciptakan lingkungan media yang lebih bebas dan aman di Asia Tenggara kembali membara. Solidaritas adalah senjata terkuat melawan penindasan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru