1TULAH.COM-Upaya untuk memperkuat solidaritas jurnalis di kawasan Asia Tenggara kembali mencuat sebagai respons mendesak terhadap meningkatnya tekanan dan penindasan terhadap kebebasan pers.
Inisiatif ini digagas oleh berbagai pihak, termasuk editor media independen Tanling Can News, Su Myat Wai, yang secara aktif mendorong pembangunan kembali mekanisme kerja sama lintas negara.
Tekanan yang Kian Meningkat, Solidaritas Jadi Kunci
Dalam wawancara eksklusif dengan Suara.com, Su Myat Wai mengungkapkan bahwa jurnalis dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Myanmar, tengah berkolaborasi untuk menciptakan benteng pertahanan bersama bagi jurnalis. Langkah ini dinilai krusial mengingat maraknya penindasan terhadap media di sejumlah negara, seperti yang terjadi di Myanmar, Vietnam, dan Cina.
“ASEAN sangat penting karena kami punya banyak masalah, banyak penindasan, banyak isu yang harus ditangani. Jadi kita perlu bersolidaritas. Kita perlu bersatu untuk menghadapi penindasan dan memperjuangkan kebebasan pers,” tegas Su Myat Wai.
Dukungan Penuh dari Dewan Pers Indonesia dan Gagasan Dewan Pers ASEAN
Salah satu langkah nyata yang telah diambil adalah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan lembaga pers di kawasan. Su Myat Wai menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan oleh Indonesia.
“Kami baru saja bertemu pagi ini dengan Dewan Pers Indonesia, mereka sangat mendukung. Dan kami juga sedang memikirkan mekanisme Dewan Pers ASEAN lainnya,” ujarnya.
Pertemuan yang dilakukan dengan Dewan Pers Indonesia pada Senin (13/10/2025) menjadi tonggak penting. Dalam diskusi tersebut, Su Myat Wai dan rekan-rekannya merancang kembali mekanisme Dewan Pers ASEAN yang diharapkan dapat berfungsi sebagai wadah advokasi bersama untuk isu-isu kebebasan pers.
Inisiatif ini telah mendapatkan angin segar. Su Myat Wai menambahkan, “Mereka mengatakan akan segera bertemu di Bali. Jadi, kami sedang mengusahakannya. Kami mendapat banyak dukungan dari kawasan ini.” Hal ini menunjukkan peran aktif dan inisiatif Indonesia dalam memfasilitasi dialog dan kolaborasi regional terkait isu krusial ini.
Menghidupkan Kembali Semangat Aliansi Pers Asia Tenggara
Su Myat Wai menjelaskan bahwa semangat kerja sama antarjurnalis di kawasan sebenarnya pernah terwujud melalui Aliansi Pers Asia Tenggara. Namun, wadah tersebut kini tidak lagi aktif. Oleh karena itu, jurnalis dan lembaga pers kini berupaya keras untuk membentuk mekanisme baru yang lebih berkelanjutan, termasuk menggagas pertemuan tingkat ASEAN untuk memperkuat kolaborasi.
Solidaritas ini tidak hanya berfokus pada Asia Tenggara. Upaya penguatan juga melibatkan dukungan internasional. Pihaknya juga menjalin komunikasi dengan Dewan Pers Irlandia dan Uni Eropa untuk memperluas jaringan dukungan dan memperkuat posisi kebebasan pers di kawasan ini di mata dunia.
Kondisi Genting Jurnalis Myanmar Butuh Perlindungan Regional
Sorotan utama dari upaya solidaritas ini adalah kondisi para jurnalis di Myanmar yang semakin genting pascakudeta militer 2021. Hidup di bawah bayang-bayang penangkapan dan serangan, jurnalis di negara tersebut sangat membutuhkan dukungan regional.
Su Myat Wai menekankan pentingnya kolaborasi regional agar jurnalis Myanmar tetap dapat bekerja dan memperoleh perlindungan. “Kami memiliki hubungan yang sangat erat dengan FCCT, Foreign Correspondent Club Thailand, dan semua jurnalis yang berbasis di sana. Salah satu ketua saat ini juga merupakan anggota dewan kami. Jadi ini lebih seperti solidaritas antar jurnalis,” paparnya.
Masa Depan Kebebasan Pers Ada di Tangan Bersama
Langkah-langkah yang diambil oleh jurnalis dan lembaga pers di Asia Tenggara saat ini, terutama inisiatif untuk membentuk kembali Dewan Pers ASEAN, adalah manifestasi nyata dari komitmen mereka untuk tidak menyerah pada tekanan.
Dengan dukungan kuat dari Dewan Pers Indonesia dan kolaborasi lintas batas, harapan untuk menciptakan lingkungan media yang lebih bebas dan aman di Asia Tenggara kembali membara. Solidaritas adalah senjata terkuat melawan penindasan. (Sumber:Suara.com)

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-225x129.jpg)
















