Kontroversi PSSI: Gagal Lolos Piala Dunia, Publik Rindukan Shin Tae-yong dan Program Naturalisasi

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erick Thohir dan para pengurus PSSI (pssi.org)

Erick Thohir dan para pengurus PSSI (pssi.org)

1TULAH.COM-Mimpi seluruh pecinta sepak bola Tanah Air untuk melihat Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia 2026 harus tertunda.

Skuad Garuda dipastikan gagal ke Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan 0-1 dari Irak pada matchday kedua Grup B Kualifikasi ronde 4, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB. Sebelumnya, Timnas juga takluk 2-3 dari tuan rumah Arab Saudi.

Meskipun hasil akhir pahit, apresiasi setinggi-tingginya layak diberikan kepada para pemain. Sejak ronde pertama hingga ronde keempat, baik pemain lokal maupun pemain naturalisasi Timnas Indonesia telah berjuang keras, jatuh bangun demi Merah Putih.

Kapten Timnas, Jay Idzes, mengungkapkan kekecewaannya namun melihat sisi positif dari perjuangan ini. “Saya pikir apa yang kami mulai di sini, bukan hanya hari ini tapi sepanjang putaran kualifikasi ini, memberi kami banyak pelajaran,” kata Idzes.

Rasa bangga bercampur kecewa juga diungkapkan striker Ole Romeny: “Kami akan selalu mengangkat kepala kami secara tegak dan kami pasti akan kembali. Itu sudah pasti. Saya mencintai kalian semua.”

Keputusan Kontroversi PSSI: Dinamika Kepelatihan yang Berujung Kegagalan

Setelah perjuangan pemain usai, kini sorotan tajam beralih ke PSSI. Hasil ini membuka kembali perdebatan sengit di kalangan publik sepak bola Tanah Air mengenai keputusan strategis federasi, terutama pergantian pelatih di tengah jalan.

Baca Juga :  Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Perjalanan fantastis Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia diawali oleh Shin Tae-yong (STY). Pelatih asal Korea Selatan itu adalah sosok yang berani melakukan potong generasi dan merupakan arsitek utama program naturalisasi Timnas Indonesia. Di era STY, nama-nama penting seperti Elkan Baggott, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Rafael Struick, dan Justin Hubner mulai merapat.

STY sukses membawa Timnas Indonesia hingga ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun, di fase krusial ini, PSSI mengambil keputusan kontroversial: STY tiba-tiba dipecat dengan alasan dinamika kepemimpinan dan komunikasi, padahal tim masih on the track. Publik pun terpecah, banyak yang menyayangkan langkah tersebut.

Era Patrick Kluivert dan Kegagalan di Ronde 4

Sebagai pengganti, PSSI menunjuk legenda Belanda, Patrick Kluivert, didampingi Alex Pastoor, Gerald Vanenburg, dan Denny Landzaat sebagai asisten.

Keputusan ini disambut optimisme oleh petinggi PSSI. Anggota Exco, Arya Sinulingga, bahkan sempat berujar, “Ini adalah tim kepelatihan terbaik yang pernah kita miliki.”

Sayangnya, kenyataan berkata lain. Di bawah arahan Patrick Kluivert, Timnas Indonesia tak mampu berbuat banyak di ronde 4 dan dipastikan gagal ke Piala Dunia 2026.

Tuntutan Akuntabilitas: Sikap PSSI dan Masa Depan Kluivert

Pasca-kegagalan, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, hanya menyampaikan permintaan maaf. “Kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan,” tulisnya di Instagram, sembari mengapresiasi pencapaian Timnas mencapai Ronde 4, “Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini.”

Baca Juga :  Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Namun, permintaan maaf saja tidak cukup meredakan kekecewaan. Tekanan publik mengarah pada tuntutan agar PSSI bertanggung jawab. Banyak yang menilai, keputusan mengganti STY merusak program yang sudah berjalan baik. Di media sosial, muncul sentimen bahwa pecinta bola Tanah Air lebih rela gagal bersama Shin Tae-yong yang dinilai membangun fondasi jangka panjang.

Pengamat sepak bola, Kesit Budi Handoyo, setuju bahwa Patrick Kluivert bisa dipecat jika ada klausul kontrak yang secara eksplisit menargetkan lolos ke Piala Dunia 2026.

“Kalau targetnya meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, ya boleh (dipecat). Berarti dia tidak memenuhi targetnya, boleh dipecat itu,” ujar Kesit.

Mengingat Kluivert dikontrak hingga 2027, PSSI perlu bersikap transparan mengenai target dalam kontraknya. Jika tidak ada target spesifik, PSSI harus siap menghadapi konsekuensi kompensasi pemutusan kontrak.

Kini, bola panas ada di tangan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Mereka harus segera mengambil sikap adil, mempertimbangkan akuntabilitas atas kegagalan ini, dan merumuskan langkah strategis yang jelas untuk masa depan Naturalisasi Timnas Indonesia dan ambisi sepak bola nasional. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU
Kemenkes RI Soroti Maraknya Promosi Vape di Medsos
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

Kemenkes RI Soroti Maraknya Promosi Vape di Medsos

Berita Terbaru