Resmi! Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Abdul Mu'ti. (Suara.com/Bagaskara)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Abdul Mu'ti. (Suara.com/Bagaskara)

1TULAH.COM-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuat gebrakan besar dalam dunia pendidikan nasional. Mulai tahun ajaran 2027/2028, Bahasa Inggris resmi ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, dan SMA/SMK).

Keputusan ini adalah langkah strategis pemerintah untuk mencetak lulusan yang produktif dan kompetitif di kancah global. Untuk memastikan kesiapan implementasi, Kemendikdasmen akan meluncurkan pelatihan intensif bagi guru yang dimulai sejak tahun 2026.

Pilar Kunci Peta Jalan Pendidikan Nasional

Kebijakan ini secara resmi diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025. Penetapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib merupakan bagian fundamental dari implementasi Peta Jalan Pendidikan Nasional 2025–2045.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa ini adalah upaya nyata untuk memperkuat kemampuan generasi muda Indonesia.

Baca Juga :  Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

“Kebijakan ini merupakan implementasi nyata dari Peta Jalan Pendidikan Nasional yang menekankan bahwa kemahiran berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, adalah instrumen kunci dalam mengembangkan profil lulusan yang produktif dan kompetitif secara global,” kata Menteri Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (10/10/2025).

Program Pelatihan Guru Siapkan Kompetensi Global

Pemerintah menyadari bahwa kebijakan wajib ini harus didukung oleh kualitas pengajar yang memadai. Oleh karena itu, melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG), Kemendikdasmen telah menyiapkan program pelatihan khusus.

Program pelatihan ini menetapkan target kemahiran berbahasa yang terukur menggunakan standar internasional, yaitu Common European Framework of Reference for Language (CEFR):

  • Guru Sekolah Dasar (SD): Ditargetkan mencapai level kemahiran bahasa minimal A2.
  • Fasilitator Nasional: Ditargetkan mencapai level minimal B1+.
Baca Juga :  Pemkab Mura Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga

Penetapan standar CEFR ini menunjukkan keseriusan Kemendikdasmen dalam memastikan bahwa guru memiliki kompetensi yang solid untuk mengajarkan Bahasa Inggris secara efektif dan sesuai dengan standar global.

Metode Pembelajaran Modern dan Berkelanjutan

Menteri Mu’ti juga menjelaskan bahwa metode pelatihan yang akan digunakan akan mengedepankan prinsip pembelajaran yang mindful (berkesadaran), joyful (menyenangkan), dan meaningful (bermakna).

Selain itu, seluruh program pelatihan akan terintegrasi dalam sebuah Learning Management System (LMS). Integrasi ini bertujuan untuk mendukung sistem pembelajaran digital yang berkelanjutan, memungkinkan guru mengakses materi, modul, dan pendampingan kapan saja, di mana saja.

Kebijakan ini menandai babak baru dalam pendidikan di Indonesia, di mana Bahasa Inggris tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran tambahan, tetapi sebagai keterampilan dasar yang krusial untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan. (Sumber: Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru