Usai Geledah Kasus Korupsi Mempawah, KPK Siap Panggil Gubernur Kalbar Ria Norsan

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempersiapkan pemanggilan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, terkait dugaan kasus korupsi dalam proyek pembangunan jalan di Kabupaten Mempawah.

Rencana pemanggilan tersebut muncul setelah dilakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk kediaman pribadi Ria Norsan.

Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa sebelum pemeriksaan dilakukan, penyidik perlu mempelajari hasil temuan dari upaya paksa tersebut.

Ia menegaskan bahwa hasil penggeledahan akan menjadi dasar penyusunan materi pertanyaan yang nantinya diajukan kepada Gubernur.

Di sisi lain, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, belum merinci barang-barang yang berhasil diamankan dari penggeledahan di rumah pribadi Ria Norsan, rumah dinas gubernur, maupun rumah dinas Bupati Mempawah. Ia hanya menyampaikan bahwa seluruh barang bukti yang ditemukan akan dianalisis lebih lanjut untuk membantu memperjelas perkara tersebut.

Baca Juga :  Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Sebelumnya, KPK telah menggelar penggeledahan pada Minggu, 27 April, di 16 lokasi berbeda yang tersebar di Mempawah, Sanggau, dan Pontianak.

Dari operasi tersebut, penyidik berhasil menemukan sejumlah dokumen serta bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan tindak korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mempawah.

Kasus ini ditengarai menyangkut penyalahgunaan anggaran pada proyek peningkatan Jalan Sekabuk–Sei Sederam dan Jalan Sebukit Rama–Sei Sederam yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2015.

Baca Juga :  Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur

Seiring penyidikan berjalan, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka meski belum diumumkan secara resmi.

Berdasarkan informasi yang beredar, mereka adalah Abdurahman, seorang pegawai negeri sipil; Lutfi Kaharuddin, Direktur Utama PT Aditama Borneo Prima; serta Idy Safriadi, pegawai negeri sipil di Kabupaten Mempawah.

Ketiganya diduga terlibat dalam praktik korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp40 miliar, angka yang masih dapat bertambah sesuai dengan hasil perhitungan lanjutan.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru