Dana Transfer Pusat ke Barut pada 2026 Turun Drastis, Sekda Muhlis Ungkap Penyebabnya

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Barito Utara, Muhlis. Foto: Ahya Firmansyah/1tulah.com

Sekretaris Daerah Barito Utara, Muhlis. Foto: Ahya Firmansyah/1tulah.com

1TULAH.COM, Muara Teweh – Penerimaan dana transfer dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut) pada 2026 akan datang dipastikan turun drastis.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Barut, Muhlis saat membuka kegiatan Simposium Nasional Masyarakat Adat di Balai Antang, belum lama ini.

Sekda Muhlis mengungkapkan, jika di tahun sebelumnya Pemkab Barut mendapatkan dana sebesar Rp 1,7 triliun, kini menurut informasi yang dia dapat melalui Badan Pengelola Keuangan Provinsi Kalteng, Barut di 2026 hanya menerima Rp 490 miliar.

Baca Juga :  Intip Kekayaan Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK: Capai Rp20,3 Miliar!

“Penerimaan dana transfer daerah disebabkan faktor kurangnya hasil produksi batu bara di Barito Utara. Sehingga memicu kurangnya pendapatan dari hasil minerba,” ungkap Sekda Muhlis.

“Karena sebab itu, pertumbuhan ekonomi Barito Utara juga menurun,” imbuhnya saat dikonfirmasi kembali oleh media ini, Selasa, 30 September 2025.

Dari kondisi itu, Sekda Muhlis bilang di tahun anggaran 2026, Pemkab Barut akan lebih mengefisienkan penggunaan anggaran.

Baca Juga :  Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

“Kondisi itu tentu berat, walaupun APBD kita tetap di Rp 1,8 triliun. Tapi itu tentu jauh berbeda, dibanding tahun ini saja APBD Murni Rp 3,1 triliun diperubahan menjadi Rp3,6 triliun. Ada kekurangan sebesar Rp 1,8 triliun. Sehingga banyak program dan kegiatan mau tidak mau kita harus efisien,” tandas Sekda Muhlis.

Penulis: Ahya Firmansyah

Editor: Aprie

Berita Terkait

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Berita Terbaru