Polemik Program Makan Bergizi Gratis: Presiden Prabowo Akui Masalah Keracunan dan Minta Tak Dipolitisasi

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025) dari lawatan ke luar negeri. Ia mengatakan kasus keracunan MBG akan diatasi dengan baik. [Antara]

Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025) dari lawatan ke luar negeri. Ia mengatakan kasus keracunan MBG akan diatasi dengan baik. [Antara]

1TULAH.COM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi unggulan pemerintah kembali diterpa isu serius. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui adanya kasus keracunan MBG yang terjadi di sejumlah daerah sebagai masalah besar yang harus segera diatasi.

Pengakuan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (27/9/2025), setelah menyelesaikan lawatan ke luar negeri selama tujuh hari.

Presiden Akui “Masalah Besar” dan Beri Jaminan Penanganan

Presiden Prabowo menegaskan bahwa meskipun program ini baru berjalan, permasalahan yang timbul harus ditanggapi dengan serius. Kasus keracunan yang telah menimpa nyaris 7.000 pelajar di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir menjadi fokus utama.

“Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal. Tapi, saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” kata Presiden Prabowo.

Meskipun sedang berada di luar negeri, Kepala Negara mengaku terus memantau perkembangan kasus tersebut. Sebagai langkah konkret, Presiden akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, bersama sejumlah pejabat terkait lainnya. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah penanganan dan perbaikan yang komprehensif.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini 16 April 2026: Antam Tembus Rekor Rp3 Juta per Gram!

Presiden Prabowo juga menambahkan bahwa sejak awal pelaksanaan, program MBG memang memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun, ia optimis bahwa hambatan yang muncul dapat segera diatasi agar tujuan mulia program, yaitu menjamin asupan gizi anak-anak Indonesia, dapat tercapai.

Permintaan Presiden: Jangan Politisasi Isu Keracunan MBG

Di tengah desakan dari berbagai pihak untuk mengevaluasi dan bahkan menghentikan program MBG karena dianggap boros anggaran dan bermasalah, Presiden Prabowo melayangkan permintaan agar masalah keracunan ini tidak dipolitisasi.

Presiden Prabowo mengingatkan kembali tentang tujuan utama program MBG, yaitu membantu anak-anak yang selama ini kesulitan mendapatkan makanan bergizi, bahkan ada yang hanya mampu makan nasi dengan garam.

“Jangan sampai ini dipolitisasi. Tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan. Mungkin kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam. Ini yang harus kita atasi. Untuk memberi makan jutaan pasti ada hambatan, rintangan, ini kita atasi,” tegasnya.

Presiden menekankan bahwa pemberian makan untuk jutaan anak adalah sebuah tantangan besar, sehingga wajar jika muncul rintangan di awal. Fokus utama harusnya adalah perbaikan sistem, bukan penghentian program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa.

Baca Juga :  Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

Sorotan Publik dan Tuntutan Evaluasi Program

Peningkatan drastis kasus keracunan yang menyebabkan ribuan pelajar dirawat telah memicu reaksi keras dari publik dan sejumlah tokoh. Kasus ini semakin menambah daftar polemik MBG, yang sebelumnya telah menjadi sorotan terkait anggaran besar dan efektivitas menunya.

Terkait hal ini, permintaan agar program MBG dievaluasi secara menyeluruh semakin menguat. Tuntutan ini didasarkan pada dua alasan utama:

  1. Risiko Kesehatan: Tingginya angka korban keracunan menunjukkan adanya masalah serius pada standar higienitas, kualitas bahan baku, atau proses distribusi makanan.
  2. Efisiensi Anggaran: Program MBG dinilai boros anggaran dan lebih baik dialokasikan untuk perbaikan gizi melalui program yang lebih teruji dan efisien.

Presiden Prabowo kini berada di bawah tekanan untuk segera mewujudkan komitmennya dalam menangani masalah keracunan ini dengan serius dan transparan, sekaligus membuktikan bahwa hambatan di awal pelaksanaan ini dapat diatasi tanpa mengorbankan kualitas dan tujuan dasar dari program yang sangat krusial bagi masa depan anak Indonesia ini. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Berita Terbaru