7 Pemain Naturalisasi Malaysia Kena Sanksi FIFA 12 Bulan Akibat Manipulasi Dokumen

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 03:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timnas Malaysia saat membantai Vietnam. (Dok. Malaysia NT)

Timnas Malaysia saat membantai Vietnam. (Dok. Malaysia NT)

1TULAH.COM-Komite Disiplin FIFA baru saja mengeluarkan keputusan tegas yang mengguncang dunia sepak bola Asia Tenggara. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain asing yang telah dinaturalisasi resmi dijatuhi sanksi berat terkait pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin FIFA (FDC), yakni pemalsuan dan manipulasi dokumen.

Keputusan ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga melahirkan konsekuensi jangka panjang bagi skuat Timnas Malaysia.

Detail Pelanggaran dan Pasal yang Dilanggar

FIFA, dalam keterangannya, menyebut bahwa FAM terbukti telah mengajukan permohonan kelayakan pemain (eligibility) menggunakan dokumen yang dipalsukan. Dokumen manipulatif ini bertujuan agar Federasi dapat mendaftarkan sejumlah nama dalam laga resmi internasional.

Pelanggaran tersebut secara spesifik mengacu pada Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) yang secara ketat mengatur perihal pemalsuan dan manipulasi dokumen.

Tujuh Pemain yang Terkena Sanksi Larangan Bermain

Ketujuh pemain naturalisasi yang terlibat dan dijatuhi sanksi larangan terlibat aktivitas sepak bola adalah:

  1. Gabriel Felipe Arrocha
  2. Facundo Garces
  3. Rodrigo Holgado
  4. Imanol Javier Machuca
  5. Joao Vitor Brandao Figueiredo
  6. Jon Irazábal Iraurgui
  7. Hector Alejandro Hevel Serrano
Baca Juga :  Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Ketujuh pemain ini diketahui tampil membela Timnas Malaysia saat menghadapi Vietnam pada babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 di Arab Saudi, tepatnya pada 10 Juni 2025 lalu. Pengajuan aduan terkait status kelayakan ini diterima FIFA setelah pertandingan, yang melibatkan lima pemain di antaranya (Garces, Holgado, Figueiredo, Irazabal, dan Hevel).

Hukuman Tegas dari Komite Disiplin FIFA

Setelah melalui proses pemeriksaan yang mendalam, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi ganda yang melibatkan denda dan larangan aktivitas:

Sanksi untuk Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM):

  • Denda Finansial: FAM diwajibkan membayar denda sebesar 350 ribu franc Swiss (CHF).

Sanksi untuk Ketujuh Pemain:

  • Denda Finansial: Masing-masing pemain didenda sebesar 2 ribu CHF.
  • Larangan Aktivitas Sepak Bola: Ketujuh pemain tersebut dijatuhi larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola selama 12 bulan. Sanksi ini berlaku sejak tanggal pemberitahuan keputusan resmi.
Baca Juga :  Gugat Legitimasi Paus Leo XIV, Donald Trump Picu Kemarahan Internasional dan Kecaman Iran

Selain sanksi denda dan larangan, FIFA juga menyerahkan perkara kelayakan para pemain tersebut untuk membela Timnas Malaysia ke Tribunal Sepak Bola FIFA. Hal ini mengindikasikan bahwa kasus ini akan ditindaklanjuti lebih lanjut untuk menentukan status resmi pemain di masa depan.

Proses Banding dan Keterbukaan Informasi

FIFA menegaskan bahwa baik FAM maupun ketujuh pemain telah menerima pemberitahuan resmi atas keputusan ini.

Sesuai regulasi yang berlaku, pihak yang bersangkutan memiliki waktu sepuluh hari untuk mengajukan permintaan keputusan yang disertai alasan tertulis.

Apabila permintaan tersebut diajukan, FIFA berjanji akan memublikasikan dokumen lengkap keputusan tersebut melalui laman resmi legal mereka. Keputusan awal ini pun masih bisa diajukan banding ke Komite Banding FIFA sesuai prosedur yang berlaku.

Langkah ini menunjukkan keseriusan FIFA dalam menjaga integritas kompetisi dan proses naturalisasi pemain, serta menjadi peringatan keras bagi seluruh Federasi di dunia untuk mematuhi regulasi administrasi secara ketat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Berita Terbaru