1TULAH.COM-Sosok Rieke Diah Pitaloka, yang dikenal luas sebagai artis sekaligus anggota DPR RI, kembali menjadi sorotan di media sosial. Kali ini, akun Instagram Cabinet Couture membahas tas yang digunakan Rieke saat bertugas di parlemen. Tas tersebut adalah Shoulder Bag City Caff Medium berwarna hitam dari merek ternama.
Akun tersebut menyebutkan harga tas Rieke yang mencapai lebih dari Rp40 juta. Postingan ini langsung menarik perhatian warganet, apalagi akun tersebut memberikan sindiran halus, “Dari rakyat, untuk rakyat. Tapi mampir dulu ke Prada.” Namun, berbeda dari kasus pejabat lain, harga tas Rieke ini justru menuai pembelaan dari banyak netizen.
Reaksi Warganet: Dibela Karena Kinerjanya
Sebagian besar netizen beranggapan bahwa harga tas tersebut termasuk wajar dan tidak sefantastis tas milik pejabat lain yang harganya bisa mencapai miliaran rupiah.
- “Gara-gara yang lain hampir miliar-miliaran, lihat 40 juta berasa kecil banget,” komentar seorang netizen.
- “Masih oke lah ini masuk akal. Kerjanya juga nyata ibu ini, regardless carmuk atau nggak. Tapi dia pendengar aspirasi yang baik,” ungkap netizen lainnya, mengapresiasi kinerja Rieke.
Tidak sedikit pula yang memuji Rieke atas dedikasinya dalam bekerja. Beberapa netizen bahkan mengenang perjuangannya saat syuting sinetron Bajaj Bajuri sambil menyelesaikan pendidikan S2. “Ga bisa, ini gak boleh masuk jajaran COUTURE. Plis kak jangan Bu Oneng, dia bahkan nyelesein S2 sambil jadi Oneng,” tulis salah satu warganet. Komentar-komentar ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih fokus pada integritas dan kinerja Rieke, bukan sekadar harga barang yang ia kenakan.
Polemik Pejabat Publik dan Gaya Hidup
Meski banyak yang membela, ada juga netizen yang mencoba menjelaskan esensi dari postingan akun tersebut. Menurut mereka, terlepas dari latar belakang atau kekayaan seseorang, begitu menjabat sebagai pejabat publik, mereka harus mencerminkan gaya hidup yang sederhana.
“Banyak yang gagal paham deh. Mau dulunya artis kek, old money kek, juragan jengkol kek, begitu duduk di kursi dewan, mereka tuh jadi pejabat publik bukan selebritas,” jelas seorang netizen, menekankan pentingnya etika dan citra di mata publik.
Perdebatan ini mencerminkan dinamika pandangan masyarakat terhadap gaya hidup pejabat di era digital. Di satu sisi, ada tuntutan transparansi dan kesederhanaan. Namun di sisi lain, publik juga menilai berdasarkan kinerja dan rekam jejak.
Bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah pantas bagi seorang pejabat publik mengenakan barang branded? (Sumber:Suara.com)






















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

