Tak Tergoyahkan! Aryna Sabalenka Kuasai US Open dan Kunci Posisi Petenis Nomor Satu Dunia

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aryna Sabalenka juara US Open 2025 [Aryna Sabalenka via Instagram]

Aryna Sabalenka juara US Open 2025 [Aryna Sabalenka via Instagram]

1TULAH.COM-Aryna Sabalenka kembali menunjukkan dominasinya di dunia tenis putri dengan meraih kemenangan spektakuler di final US Open 2025. Dalam pertandingan yang berlangsung di New York, Minggu (7/9/2025) waktu Indonesia, petenis asal Belarusia ini mengalahkan petenis tuan rumah, Amanda Anisimova, dengan skor 6-3, 7-6(3). Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai petenis nomor satu dunia, tetapi juga menorehkan sejarah baru.

Sabalenka menjadi petenis putri pertama yang berhasil mempertahankan gelar US Open sejak terakhir kali dilakukan oleh legenda tenis Serena Williams pada 2014. Dengan dua gelar berturut-turut di Flushing Meadows, Sabalenka membuktikan konsistensi dan mental juaranya di level tertinggi.

Musim Penuh Tantangan Berakhir Manis

Perjalanan Sabalenka menuju gelar ini tidaklah mudah. Petenis berusia 27 tahun ini mengawali musim dengan kekalahan di dua final Grand Slam pertama dan hanya mencapai semifinal di turnamen ketiga. Namun, ia berhasil menutup tahun dengan manis berkat kemenangan di US Open.

“Semua pelajaran berat itu sepadan dengan tahun ini,” ujar Sabalenka, seperti dikutip dari WTA via Antara. Pernyataan ini menunjukkan betapa berharga perjuangan yang telah ia lalui untuk mencapai puncak.

Baca Juga :  Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Kemenangan ini menambah koleksi gelar Grand Slam Sabalenka menjadi empat—dua di US Open dan dua di Australian Open—dalam tiga tahun terakhir. Pencapaian ini menyamai dominasi yang pernah ditunjukkan Naomi Osaka pada periode 2018-2021, namun Sabalenka berhasil melakukannya dalam kurun waktu yang lebih singkat. Ini menegaskan bahwa ia adalah salah satu petenis paling dominan di era modern.

Statistik Kemenangan yang Menyilaukan

Dalam pertandingan final, Sabalenka menunjukkan penampilan yang jauh lebih klinis. Ia mencatatkan 13 winner dan hanya 15 unforced error. Sebaliknya, Anisimova yang tampil agresif justru membuat 29 unforced error berbanding 22 winner. Efektivitas Sabalenka juga terlihat dari keberhasilannya mengonversi lima dari enam kesempatan break point yang didapatkannya.

Kemenangan ini juga menandai kemenangan ke-100 Sabalenka di Grand Slam, dengan persentase kemenangan 0,794. Catatan impresif ini menempatkannya di posisi kedua setelah Iga Swiatek di antara para petenis wanita aktif, menggarisbawahi konsistensi performanya di turnamen-turnamen besar.

Baca Juga :  Anggaran Terbatas, DPRD Kalteng Bakal Coret Program Non-Prioritas Dinas PUPR di APBD Perubahan

Sebagai hadiah dari kerja kerasnya, Sabalenka berhak membawa pulang uang tunai sebesar 5 juta dolar AS, atau sekitar 81,7 miliar rupiah. US Open tahun ini sendiri menawarkan total hadiah yang fantastis, mencapai 90 juta dolar AS atau sekitar 1,47 triliun rupiah!

Perjalanan Penuh Inspirasi Amanda Anisimova

Meskipun harus puas menjadi runner-up, pencapaian Amanda Anisimova juga patut diacungi jempol. Penampilannya yang luar biasa di US Open kali ini akan mendorong peringkatnya ke posisi No.4 di daftar WTA yang akan dirilis pada Senin (8/9/2025).

“Ini adalah perjalanan yang sangat gila,” kata Anisimova, mengakui perjuangannya yang penuh liku-liku. Meskipun kalah, Anisimova telah membuktikan bahwa ia adalah salah satu bintang masa depan di dunia tenis putri.

Pada akhirnya, mental baja Sabalenka yang berhasil mengatasi tekanan di momen-momen krusial menjadi kunci kemenangannya.

Ia berhasil mengonversi match point ketiganya setelah pengembalian servis Anisimova melebar, menutup pertandingan dan menorehkan namanya dalam sejarah US Open. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:56 WIB

Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:37 WIB

Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

Berita Terbaru