Gebrak Kritik Pernyataan Presiden Prabowo: Dinilai Giring Opini untuk Sudutkan Rakyat!

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. (Foto dok. Prabowo)

Presiden Prabowo Subianto. (Foto dok. Prabowo)

1TULAH.COM-Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), yang terdiri dari berbagai organisasi buruh dan HAM, mengkritik keras pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 25-30 Agustus 2025. Gebrak menilai bahwa Presiden Prabowo berupaya menggiring opini publik untuk menyudutkan gerakan perlawanan rakyat.

Menurut Gebrak, pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo, yang menginstruksikan aparat untuk “menindak tegas” massa aksi yang dikaitkan dengan perusakan fasilitas umum dan tuduhan makar, dinilai sebagai upaya untuk mendelegitimasi perjuangan rakyat.

Narasi yang Dinilai Menyesatkan

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno, menyebut bahwa narasi yang dibangun oleh pemerintah seolah-olah gelombang protes tersebut adalah tindakan subversif. Padahal, menurutnya, aksi unjuk rasa tersebut berakar dari persoalan struktural yang nyata dan semakin menekan kehidupan masyarakat.

Gebrak menduga, penggiringan opini ini sengaja dilakukan untuk melegitimasi tindakan represif aparat seperti penangkapan hingga penggunaan peluru karet terhadap massa aksi. Dalam pandangan mereka, Presiden Prabowo menyederhanakan masalah kompleks menjadi sekadar pelanggaran hukum, yang dinilai sebagai “narasi yang menyesatkan”.

Baca Juga :  Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

“Hal ini menandakan Rezim Pemerintahan Prabowo telah gagal menyelami suasana kebatinan dan penderitaan rakyat akibat kebijakan yang diskriminatif dan serampangan oleh pemerintahannya sendiri,” tegas Sunarno, dikutip dari keterangan resminya.

Akumulasi Persoalan Ekonomi dan Politik

Gebrak menegaskan bahwa meluasnya unjuk rasa di 50 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia merupakan akumulasi dari persoalan ekonomi-politik yang mencekik rakyat. Beberapa persoalan yang disoroti Gebrak meliputi:

  • Kenaikan pajak, harga kebutuhan pokok, dan upah murah.
  • Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
  • Biaya kuliah yang mahal dan masalah perampasan tanah.

Menurut Sunarno, semua masalah tersebut mencerminkan tingkat kemiskinan dan ketimpangan yang semakin parah. Ia juga menambahkan bahwa persoalan ekonomi ini erat kaitannya dengan degradasi demokrasi, arogansi pejabat, dan brutalitas aparat.

“Rakyat marah dan muak atas perilaku dan sikap elit politik yang nir-empati dan tidak sensitif terhadap penderitaan yang dihadapi oleh rakyat,” ujar Sunarno. Ia juga menuntut agar pemerintah tidak hanya sekadar “kongkow-kongkow” di Istana, tetapi juga menunjukkan komitmen politik yang kuat untuk menyelesaikan akar masalah penderitaan rakyat.

Baca Juga :  Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

12 Tuntutan Gebrak untuk Pemerintah

Sebagai respons atas situasi ini, Gebrak menyampaikan 12 tuntutan yang harus segera dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo:

  1. Hentikan brutalitas aparat, bebaskan peserta aksi dan aktivis, serta bentuk tim independen untuk mengusut pelanggaran HAM.
  2. Bentuk pengadilan HAM untuk mengadili pelaku pelanggaran HAM di masa lalu dan sekarang.
  3. Reformasi total institusi kepolisian dan kembalikan TNI ke barak.
  4. Reformasi total sistem pemilu dan partai politik.
  5. Hapuskan hak istimewa, potong gaji pejabat dan alihkan untuk kesejahteraan rakyat.
  6. Batalkan kenaikan tarif pajak bagi masyarakat menengah ke bawah.
  7. Sahkan RUU Perampasan Aset untuk menyita aset koruptor.
  8. Turunkan harga pangan, listrik, BBM, dan batalkan kenaikan iuran BPJS.
  9. Hapus sistem outsourcing, jamin upah layak, dan bangun industrialisasi nasional.
  10. Tertibkan monopoli konsesi dan tanah, distribusikan kepada rakyat melalui reforma agraria. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru