KPK Telusuri Korupsi PUPR Mempawah, Staf Ahli Menteri PU Jadi Saksi

- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 19 Agustus, memanggil Abram Elsajaya Barus yang menjabat sebagai staf ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Ekonomi dan Investasi.

Ia dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dalam proyek pengadaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mempawah.

Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, sebagaimana disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Selain Abram, lembaga antirasuah tersebut juga memeriksa Ananto Sudrajad, seorang karyawan swasta, dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Budi menjelaskan bahwa keduanya dipanggil guna mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Mempawah.

Baca Juga :  DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah titik di Provinsi Kalimantan Barat pada Minggu, 27 April. Lokasi yang disasar antara lain berada di Kabupaten Mempawah, Sanggau, dan Pontianak dengan total 16 titik.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menemukan sejumlah dokumen serta bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan kasus korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mempawah.

Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan surat penyidikan baru, di mana salah satu fokus penyelidikan mengarah pada proyek peningkatan Jalan Sekabuk–Sei Sederam serta proyek peningkatan Jalan Sebukit Rama–Sei Sederam pada tahun anggaran 2015.

Baca Juga :  Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka meskipun belum diumumkan secara resmi. Berdasarkan informasi yang beredar, mereka adalah Abdurahman, seorang pegawai negeri sipil; Lutfi Kaharuddin, Direktur Utama PT Aditama Borneo Prima; serta Idy Safriadi, PNS di Kabupaten Mempawah. Ketiganya diduga terlibat dalam praktik korupsi yang menimbulkan kerugian negara hingga Rp40 miliar.

Jumlah tersebut masih mungkin bertambah seiring dengan proses penghitungan yang sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:17 WIB

KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Sabtu, 25 April 2026 - 05:02 WIB

Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Berita Terbaru

Nasional

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:21 WIB