10 Keterampilan Paling Dibutuhkan 2025: Mengapa Green Skills Kian Krusial?

- Jurnalis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengasah Keterampilan Hijau Sejak Sekolah di Green Innovation Camp 2025 (Dok. Istimewa)

Mengasah Keterampilan Hijau Sejak Sekolah di Green Innovation Camp 2025 (Dok. Istimewa)

1TULAH.COM-Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan disrupsi pasar kerja, ada satu keterampilan yang semakin krusial untuk masa depan: pemahaman tentang keberlanjutan dan isu lingkungan. Keterampilan ini, yang sering disebut green skills, kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mendesak bagi setiap profesional.

Menurut Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, kemampuan ini bahkan masuk dalam 10 besar keterampilan yang paling dicari di dunia kerja. Laporan ini memproyeksikan, akan muncul 170 juta pekerjaan baru hingga tahun 2030, terutama di sektor-sektor yang berfokus pada energi terbarukan, ekonomi sirkular, dan inovasi ramah lingkungan.

Di sisi lain, diperkirakan 92 juta pekerjaan lama akan hilang akibat otomatisasi. Ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki kesadaran lingkungan dan kemampuan untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Menyiapkan Generasi Emas Melalui Pendidikan Inovatif

Menyadari urgensi ini, Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan ExxonMobil Indonesia berkolaborasi dalam program Green Innovation Camp 2025. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Selama lima bulan, 444 siswa dari 61 sekolah di Provinsi Banten diajak berpikir kritis, berinovasi, dan bekerja sama untuk menciptakan solusi STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) bagi tantangan lingkungan.

Baca Juga :  Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Program ini mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran modern, mulai dari lokakarya design thinking, pendampingan mentor profesional, hingga pembuatan prototipe. Para guru berperan sebagai fasilitator, membimbing siswa menerapkan ilmu pengetahuan secara kontekstual. Pribadi Setiyanto, Chairman of the Executive Board PJI, menekankan pentingnya pendekatan ini.

“Pendidikan yang bermakna tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menghubungkan ilmu pengetahuan dengan tantangan nyata,” ujarnya.

Inovasi Lokal, Solusi Global

Hasil dari Green Innovation Camp 2025 sungguh mengesankan. Dari 77 proposal yang masuk, 10 tim terbaik mempresentasikan karya inovatif mereka. Mulai dari furnitur premium dari limbah tekstil, alat pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, hingga sistem penyaring udara berbasis mikroalga.

Tim Ecotex dari SMAN 1 Tangerang berhasil menjadi juara pertama dengan inovasi furnitur premium dari limbah tekstil bekas. Karya mereka membuktikan bahwa limbah industri fesyen, yang selama ini menjadi masalah besar, bisa diubah menjadi produk bernilai tinggi dan estetik.

Inovasi-inovasi ini menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan yang ditanamkan sejak dini mampu melahirkan solusi-solusi brilian yang berpotensi diterapkan secara luas. Dr. Lukman, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, memuji program ini karena selaras dengan transformasi pendidikan nasional yang berfokus pada pendekatan berbasis proyek dan kolaborasi.

Baca Juga :  Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Mengapa Harus Dimulai Sekarang?

Mempersiapkan generasi muda dengan green skills berarti membangun fondasi untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Saat ini, banyak perusahaan mulai menjadikan keterampilan hijau sebagai nilai tambah penting dalam proses rekrutmen. Ini sejalan dengan meningkatnya tuntutan global untuk mengurangi jejak karbon dan mengelola sumber daya secara bijak.

Program seperti Green Innovation Camp tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan teknologi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap inovasi harus membawa dampak positif bagi lingkungan. Mereka tidak sekadar disiapkan menjadi pekerja masa depan, melainkan calon pemimpin yang mampu mengarahkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Dengan terus mendorong pendidikan yang berfokus pada keberlanjutan, kita memastikan bahwa generasi mendatang memiliki bekal lengkap—tidak hanya untuk sukses dalam karier, tetapi juga untuk menyelamatkan planet kita. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Berita Terbaru